Padang - Hujan deras yang mengguyur Kota Padang
sejak Sabtu (28/12) sore hingga Minggu (29/12) siang, mengakibatkan
banjir di berbagai kawasan, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
Rasidin, Padang. Rumah sakit milik Pemko Padang ini memang rutin dilanda
banjir.
Banjir menggenangi Bangsal Bedah, Bangsal Anak
dan ruang Poliklinik. Di Bangsal Bedah, banjir setinggi lutut orang
dewasa. Sedangkan di Bangsal Anak setinggi betis. Sementara di ruang
Poliklinik hanya setinggi 10 senti meter.
Direktur RSUD Rasidin,
Artati Suryani mengatakan, banjir terjadi sejak Minggu Subuh. Tak ada
peralatan rumah sakit yang terendam banjir karena telah dipindahkan ke
tempat yang tinggi. Antisipasi demikian dilakukan karena RSUD Rasidin
sudah menjadi langganan banjir jika hujan deras sehingga pihak rumah
sakit sudah berpengalaman menghadapinya.
Karena banjir juga belum
surut sampai tengah hari, dua pasien di Bangsal Bedah terpaksa
dievakuasi ke Bangsal Penyakit Dalam. Sementara di Bangsal Anak, air
sudah surut, sehingga tidak perlu lagi dilakukan evakuasi pasien.
Akibat
banjir, seorang pasien UGD dirujuk ke RSUP M Djamil. Pasien tersebut
mengalami infeksi perut yang menyebabkan perutnya membesar. Menurut
dokter, pasien tersebut berkemungkinan besar dibedah. Pembedahan tidak
bisa dilakukan di RSUD Rasidin karena ruang bedah tidak bisa dipakai.
“Kalau
banjir, kami tidak menerima pasien untuk dirawat apalagi dibedah,
karena kondisi ruangan tidak memungkinkan untuk melakukan perawatan,”
ujar Artati.
Pantauan Haluan, banjir yang menyerang RSUD Rasidin
disertai lumpur. Air mengalir deras dari persawahan yang berada di
belakang rumah sakit tersebut. Beberapa ruangan yang airnya telah surut,
tampak dipenuhi lumpur sehingga menyebabkan ruangan menjadi becek.
Kelompok
Siaga Bencana (KSB) Kota Padang, melakukan pembersihan di ruangan yang
airnya sudah surut. Sebanyak 8 orang anggota KSB turun ke RSUD Rasidin.
Namun mereka belum membersihkan ruangan yang masih digenangi air. Mereka
baru melakukan pembersihan bila air telah surut.
Artati berharap
Pemko Padang serius menangani banjir di kawasan ini. Karena telah
terjadi berulang-ulang. Ia meminta Pemko Padang untuk menelusuri
penyebab banjir tersebut, karena menurutnya, banjir yang terjadi di sana
adalah banjir kiriman.
“Air deras datang dari belakang rumah
sakit menuju tempat yang lebih rendah. Rumah sakit ini menjadi
persinggahan air yang melintas,” ujar Artati. Ia juga meminta Pemko
Padang untuk membuat drainase di sekeliling RSUD Rasidin, untuk
menampung air yang datang dari arah belakang dan samping. [inl/red)]
Padang - Hujan deras yang mengguyur Kota Padang
sejak Sabtu (28/12) sore hingga Minggu (29/12) siang, mengakibatkan
banjir di berbagai kawasan, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
Rasidin, Padang. Rumah sakit milik Pemko Padang ini memang rutin dilanda
banjir.Banjir menggenangi Bangsal Bedah, Bangsal Anak dan ruang Poliklinik. Di Bangsal Bedah, banjir setinggi lutut orang dewasa. Sedangkan di Bangsal Anak setinggi betis. Sementara di ruang Poliklinik hanya setinggi 10 senti meter.
Direktur RSUD Rasidin, Artati Suryani mengatakan, banjir terjadi sejak Minggu Subuh. Tak ada peralatan rumah sakit yang terendam banjir karena telah dipindahkan ke tempat yang tinggi. Antisipasi demikian dilakukan karena RSUD Rasidin sudah menjadi langganan banjir jika hujan deras sehingga pihak rumah sakit sudah berpengalaman menghadapinya.
Karena banjir juga belum surut sampai tengah hari, dua pasien di Bangsal Bedah terpaksa dievakuasi ke Bangsal Penyakit Dalam. Sementara di Bangsal Anak, air sudah surut, sehingga tidak perlu lagi dilakukan evakuasi pasien.
Akibat banjir, seorang pasien UGD dirujuk ke RSUP M Djamil. Pasien tersebut mengalami infeksi perut yang menyebabkan perutnya membesar. Menurut dokter, pasien tersebut berkemungkinan besar dibedah. Pembedahan tidak bisa dilakukan di RSUD Rasidin karena ruang bedah tidak bisa dipakai.
“Kalau banjir, kami tidak menerima pasien untuk dirawat apalagi dibedah, karena kondisi ruangan tidak memungkinkan untuk melakukan perawatan,” ujar Artati.
Pantauan Haluan, banjir yang menyerang RSUD Rasidin disertai lumpur. Air mengalir deras dari persawahan yang berada di belakang rumah sakit tersebut. Beberapa ruangan yang airnya telah surut, tampak dipenuhi lumpur sehingga menyebabkan ruangan menjadi becek.
Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kota Padang, melakukan pembersihan di ruangan yang airnya sudah surut. Sebanyak 8 orang anggota KSB turun ke RSUD Rasidin. Namun mereka belum membersihkan ruangan yang masih digenangi air. Mereka baru melakukan pembersihan bila air telah surut.
Artati berharap Pemko Padang serius menangani banjir di kawasan ini. Karena telah terjadi berulang-ulang. Ia meminta Pemko Padang untuk menelusuri penyebab banjir tersebut, karena menurutnya, banjir yang terjadi di sana adalah banjir kiriman.
“Air deras datang dari belakang rumah sakit menuju tempat yang lebih rendah. Rumah sakit ini menjadi persinggahan air yang melintas,” ujar Artati. Ia juga meminta Pemko Padang untuk membuat drainase di sekeliling RSUD Rasidin, untuk menampung air yang datang dari arah belakang dan samping. [inl/red)] Redaksi 08:58:00 NJW Magz Bandung Indonesia
Banjir, RSUD Rasidin Tolak Pasien Rawat Inap
Posted by Admin Monday, 30 December 2013
loading...
»Share or Like News:
Banjir, RSUD Rasidin Tolak Pasien Rawat Inap
Previous
Newer PostNext
Older Post
RADIO SONG FM INDRAMAYU
Updated at:
08:58:00
