Bantu Perbaiki Nasib, Istri Nelayan Diajarkan Kerajinan Tangan

Posted by Admin Sunday, 29 December 2013

JAKARTA - Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak Nelayan HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Sandra Paramarthi Siswaryudi,  bersama rekan-rekannya dari HNSI berupaya melakukan perbaikan kehidupan para nelayan yang saat ini semakin memprihatinkan. Ia mengarahkan para istri nelayan untuk membuat kerajinan tangan dari benda-benda laut seperti kerang.

Kehidupan nelayan tradisional saat ini tidak hanya menghadapi tantangan dengan banyaknya kapal ikan berukuran besar yang menggunakan alat tangkap canggih, namun nasib mereka juga memprihatinkan akibat berkurangnya hasil tangkapan. Imbasnya adalah kehidupan keluarga yang kian hari kian tidak menentu.
“Beberapa kerajinan tangan yang kami ajarkan kepada mereka adalah membuat bros, kalung, tas, atau kerajinan tangan lain,” ujar Sandra yang saat ini tengah berjuang agar hasil kerajinan tangan para isteri nelayan di 13 Kampung halaman nelayan, Serang, Banten tersebut bisa masuk pasar dunia agar perekonomian keluarga nelayan bisa menjadi lebih baik.“Tidak semua hasil tangkapan mereka laku terjual di pasaran. Sisa ikan yang tidak terjual itulah yang harus bisa mereka manfaatkan untuk membuat berbagai macam penganan, seperti membuat sate banten atau abon ikan yang bisa mereka jual. Selain itu, para istri juga didorong untuk memproduksi jala ikan, pukat, dan alat melaut lain untuk suaminya pergi melaut” ujarnya.Saat ini, menurut Sandra, nelayan tradisional semakin terpinggirkan dengan banyaknya nelayan tangkap yang menggunakan kapal dan peralatan yang lebih canggih. Ironisnya, ketidakberpihakan pemerintah terhadap nelayan tradisional semakin memperparah kehidupan mereka.
Sandra berharap, masalah-masalah seperti, kurangnya bahan bakar bersubsidi untuk nelayan tradisional bisa diselesaikan dengan bekerjasama dengan Dinas Perikanan.“Karena, selain masalah bahan bakar, nelayan tradisional sudah dihadapkan pada berbagai macam permasalahan seperti cuaca dan kerasnya kehidupan di laut. Mereka hanya nelayan dan akan selamanya menjadi nelayan. Itu sebabnya kami mengkonsentrasikan diri terus menerus para keluarga nelayan yang menjadi warisan budaya Indonesia,” ujar Sandra yang juga terus menerus memberikan pendidikan tentang batas laut Indonesia kepada para nelayan.
“Nelayan kerap tertangkap polisi laut negeri tetangga. Itu semua akibat ketidaktahuan mereka tentang batas laut Indonesia,” jelas wanita yang juga pernah aktif di Kerukunan Usaha Kecil Menengah.(trb/red)

loading...
»Share or Like News: Bantu Perbaiki Nasib, Istri Nelayan Diajarkan Kerajinan Tangan
RADIO SONG FM INDRAMAYU Updated at: 15:26:00

GUMIWANG KOMUNIKA INDRAMAYU

VIDEO KABAR ARTIS

VIDEO LAGU BARU SONG FM

INFO GEMPA KLIK DIBAWAH