NIPAHPANJANG – Sebagian besar nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung
Timur (Tanjabtim), khususnya di Kecamatan Nipah Panjang, akhir-akhir
ini terpaksa tak melaut. Itu karena laut sedang terjadi ombak besar.
Salah seorang nelayan setempat, Kateni menjelaskan, di peraiaran
Tanjabtim sekitar 5 kilometer dari pantai, sedang terjadi ombak besar.
Itu menyebabkan nelayan jadi takut untuk melaut karena resiko kapal
terbalik akan sangat besar. Kecuali nelayan yang menggunakan kapal motor
di atas 5 GT atau 7 GT.
“Kalaupun dipaksa melaut, ikan pada saat ombak besar tidak ada. Ikan pada lari,” tuturnya kepada Jambi Independent, kemarin (23/12).
Kondisi ini diakuinya sangat menyulitkan bagi para nelayan. Dan ini, selalu terjadi setiap kali ombak besar. Selain nelayan, pasokan ikan di Tanjabtim diyakini juga terganggu akibat para nelayan tak bisa melaut.
“Kita butuh perhatian dari pihak berkompeten. Tolong pikirkan nasib kami kalau sedang ombak besr seperti saat ini,” bebernya.
Diakuinya, saat ini ada juga beberapa nelayan yang nekat melaut menggunakan kapal bermotor besar. Tapi jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Mereka mempertaruhkan nyawa untuk mencari ikan sebagai penyambung hidup di laut lepas.
“Kalau dipaksa melaut, kasihan anak istri yang ditinggalkan. Resikonya besar,” tuturnya.
Terpisah, camat Nipah Panjang Syafaruddin membenarkan bahwa ombak di laut saat ini sangat besar. Karena berbahaya, dia menghimbau agar nelayan setempat tidak memaksakan diri untuk melaut.
“Kalau mau melaut baca kondisi alam. Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar Syafaruddin.(Ji/red))
“Kalaupun dipaksa melaut, ikan pada saat ombak besar tidak ada. Ikan pada lari,” tuturnya kepada Jambi Independent, kemarin (23/12).
Kondisi ini diakuinya sangat menyulitkan bagi para nelayan. Dan ini, selalu terjadi setiap kali ombak besar. Selain nelayan, pasokan ikan di Tanjabtim diyakini juga terganggu akibat para nelayan tak bisa melaut.
“Kita butuh perhatian dari pihak berkompeten. Tolong pikirkan nasib kami kalau sedang ombak besr seperti saat ini,” bebernya.
Diakuinya, saat ini ada juga beberapa nelayan yang nekat melaut menggunakan kapal bermotor besar. Tapi jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Mereka mempertaruhkan nyawa untuk mencari ikan sebagai penyambung hidup di laut lepas.
“Kalau dipaksa melaut, kasihan anak istri yang ditinggalkan. Resikonya besar,” tuturnya.
Terpisah, camat Nipah Panjang Syafaruddin membenarkan bahwa ombak di laut saat ini sangat besar. Karena berbahaya, dia menghimbau agar nelayan setempat tidak memaksakan diri untuk melaut.
“Kalau mau melaut baca kondisi alam. Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar Syafaruddin.(Ji/red))
loading...
»Share or Like News:
Cuaca Ekstrim Nelayan Tak Melaut

