“Permasalahan kedua kelompok ini adalah daerah tempat tinggal sering kali berbeda dengan alamat di KTP. Akibatnya, sewaktu pantarlih bekerja, mereka tercatat sebagai pemilih di alamat mereka. Namun kadang tidak bisa memilih, karena berada di daerah lain. Mereka ini pun seringkali tidak meminta surat pindah pemilih. Hal ini akhirnya, berpotensi melahirkan pemilih yang tidak bisa memilih dan pemilih ganda,” kata Husni, saat jadi keynote speaker dalam Launching dan MoU Koran Pemilu 2014 antara KPU Sumbar dan Harian Haluan, Kamis (26/9/2013).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Pemimpin Umum Harian Haluan, Zul Effendi, Peminpin Redaksi Haluan, Yon Erizon, Ketua KPU Sumbar Amnasmen, Ketua Bawaslu Sumbar Elly Yanti, Sekretaris KPU Sumbar, Hendrinal, mahasiswa, ormas, utusan parpol, dan lainnya.
Untuk kelompok pekerja ini, Husni pun mencontohkan, kasus ini juga terjadi pada dirinya yang tercatat sebagai pemilih di Pemilukada Padang. Sementara aktivitas sehari-harinya lebih banyak di Jakarta. Hal-hal seperti ini banyak ditemukan dan jumlahnya pun mencapai jutaan.
Kemudian untuk kelompok mahasiswa dan pelajar, khususnya mahasiswa, juga banyak ditemukan kasus yang sama, dimana tempat tinggal mahasiswa tidak sama dengan alamat di KTP.
Di daerah asal mereka sudah tercatat sebagai pemilih, namun kadang tidak bisa memilih karena berada di daerah yang jauh. Jumlah mahasiswa ini sekitar 4,5 juta jiwa.
“Solusi atas permasalahan ini adalah, kedua kelompok ini harus melaporkan dirinya ke PPS setempat tentang domisilinya. Kemudian meminta surat pindah pemilih. Dengan demikian, kedua kelompok ini bisa memilih dan membantu data pemilih semakin tinggi akurasinya,” jelas Husni.
Secara nasional, sudah sekitar 181 juta data pemilih yang memiliki data by name by adress dari 190 juta DP4 yang diserahkan Kementerian Dalam Negeri. Dari 181 juta ini, sudah 131 juta data yang sinkron. Dengan sisa waktu sampai 23 Oktober mendatang, permasalahan data pemilih ini bisa diselesaikan. (inlh/red)
loading...
»Share or Like News:
Ini Dua Kelompok Yang Rusak Data Pemilih

