Warga Jagapura Kidul Blok Barongan, Kecamatan Gegesik, Tasmi mengatakan,
debit air yang awalnya mencapai 1 meter, sekarang sudah mulai surut.
“Karena kemarin tidak hujan, saat ini air sudah mulai surut.
Alhamdulillah kami bisa kembali kerumah, namun untuk aktivitas ke sawah
belum bisa, karena sawah masih terendam,” tuturnya.
Pasca banjir yang menerjang beberapa desa yang ada di Kecamatan Gegesik
dan Desa/Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon beberapa hari lalu, saat
ini kondisinya sudah berangsur normal. Berdasarkan pantauan dilapangan sejak
kemarin (23/1), korban banjir kini sudah kembali ke rumah dan
membersihkan sisa banjir.
Kendati sudah melakukan aktivitas seperti biasa, usai beraktivitas,
masyarakat masih melakukan bersih-bersih, terutama di pekarangan rumah.
Seperti, membersihkan pagar dan membersihkan limbah-limbah banjir yang
terbawa arus sungai di sekitar pekarangan rumah warga.
Ia berharap, banjir hebat yang menerjang wilayah Kecamatan Gegesik
Jagapura Kidul, Jagapura Wetan dan Jagapura Kulon ini hendaknya
dijadikan evaluasi diri. “Semua ini harus kita ambil hikmahnya, mari
kita evaluasi diri agar musibah terhindar dari kita,” ujarnya.
Namun, beruntung banjir yang sempat membuat panik warga di empat
tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa. Senada dengan itu, Kepala
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon Drs Erus Rusmana MSi melalui
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Diksar) H Sarka MPd mengungkapkan,
akibat banjir tersebut empat sekolah yakni SDN 2 Jagapura Wetan, SDN 1
Jagapura Kidul, SDN 1 Jagapura Lor dan SDN 1 Jagapura Kulon, proses
belajar mengajarnya sempat diliburkan selama dua hari (Senin dan
Selasa).
“Akibat banjir tadi, mau tak mau sekolah diliburkan. Tapi alhamdulillah
kami beruntung karena tidak terjadi apa-apa. Keadaan sarana dan
prasarana empat sekolah tersebut, seperti buku dan sebagainya dalam
keadaan aman, tadi pagi sih anak-anak (siswa) gotong royong untuk
membersihkan sekolah dan besok (hari ini, red) mereka sudah mulai
efektif belajar,” terangnya diiyakan pula Kepala SDN 2 Jagapura Lor
Kholidin SPd MM.
Kuwu Kapetakan, Nawati mengungkapkan, akibat meluapnya sungai Jonggol
Gegesik mengakibatkan Desa Kapetakan, Blok Penganjur, Kecamatan
Kapetakan ikut terkena banjir. Disebutkannya, ada 186 rumah warga, 422
Kepala Keluarga dan 1.200 jiwa menjadi korban banjir. “Banjir sudah
mulai surut sekitar 10 cm,” ungkapnya.
Lebih dari itu, kata dia, saat ini korban banjir di Desanya sedang
membutuhkan uluran tangan para dermawan. Pihaknya juga menunggu-nunggu
kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon. “Kami dan masyarakat
lain sangat menunggu bantuan para dermawan, terus terang saja meskipun
sudah mulai surut tapi ada juga yang masih terendam. Pemkab dan Dinas
sosial Kabupaten Cirebon yang katanya mau memberikan bantuan, hingga
sekarang kami tunggu-tunggu belum datang juga,” katanya.
Sementara itu, adanya banjir tersebut dijadikan momen berharga warga
setempat untuk saling peduli yakni dengan cara menggalang dana. Warga
setempat sebut saja Asep mengungkapkan, pihaknya bersama pemuda lain
sengaja memintai sumbangan kepada pejalan dan pengendara di Jalan
Pantura Kapetakan.
Hal ini, kata dia, hasil yang telah didapatkan bersama rekan-rekannya
akan disalurkan kepada para korban banjir dan sisanya untuk memperbaiki
jalanan yang rusak akibat banjir. “Sengaja kami menggalang dana dengan
cara seperti ini, karena hasilnya pun akan kami bagikan kepada yang
berhak sisanya untuk perbaikan jalan,”tukasnya(rcc)
Warga Jagapura Kidul Blok Barongan, Kecamatan Gegesik, Tasmi mengatakan,
debit air yang awalnya mencapai 1 meter, sekarang sudah mulai surut.
“Karena kemarin tidak hujan, saat ini air sudah mulai surut.
Alhamdulillah kami bisa kembali kerumah, namun untuk aktivitas ke sawah
belum bisa, karena sawah masih terendam,” tuturnya.Pasca banjir yang menerjang beberapa desa yang ada di Kecamatan Gegesik dan Desa/Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon beberapa hari lalu, saat ini kondisinya sudah berangsur normal. Berdasarkan pantauan dilapangan sejak kemarin (23/1), korban banjir kini sudah kembali ke rumah dan membersihkan sisa banjir.
Kendati sudah melakukan aktivitas seperti biasa, usai beraktivitas, masyarakat masih melakukan bersih-bersih, terutama di pekarangan rumah. Seperti, membersihkan pagar dan membersihkan limbah-limbah banjir yang terbawa arus sungai di sekitar pekarangan rumah warga.
Ia berharap, banjir hebat yang menerjang wilayah Kecamatan Gegesik Jagapura Kidul, Jagapura Wetan dan Jagapura Kulon ini hendaknya dijadikan evaluasi diri. “Semua ini harus kita ambil hikmahnya, mari kita evaluasi diri agar musibah terhindar dari kita,” ujarnya.
Namun, beruntung banjir yang sempat membuat panik warga di empat tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa. Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon Drs Erus Rusmana MSi melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Diksar) H Sarka MPd mengungkapkan, akibat banjir tersebut empat sekolah yakni SDN 2 Jagapura Wetan, SDN 1 Jagapura Kidul, SDN 1 Jagapura Lor dan SDN 1 Jagapura Kulon, proses belajar mengajarnya sempat diliburkan selama dua hari (Senin dan Selasa).
“Akibat banjir tadi, mau tak mau sekolah diliburkan. Tapi alhamdulillah kami beruntung karena tidak terjadi apa-apa. Keadaan sarana dan prasarana empat sekolah tersebut, seperti buku dan sebagainya dalam keadaan aman, tadi pagi sih anak-anak (siswa) gotong royong untuk membersihkan sekolah dan besok (hari ini, red) mereka sudah mulai efektif belajar,” terangnya diiyakan pula Kepala SDN 2 Jagapura Lor Kholidin SPd MM.
Kuwu Kapetakan, Nawati mengungkapkan, akibat meluapnya sungai Jonggol Gegesik mengakibatkan Desa Kapetakan, Blok Penganjur, Kecamatan Kapetakan ikut terkena banjir. Disebutkannya, ada 186 rumah warga, 422 Kepala Keluarga dan 1.200 jiwa menjadi korban banjir. “Banjir sudah mulai surut sekitar 10 cm,” ungkapnya.
Lebih dari itu, kata dia, saat ini korban banjir di Desanya sedang membutuhkan uluran tangan para dermawan. Pihaknya juga menunggu-nunggu kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon. “Kami dan masyarakat lain sangat menunggu bantuan para dermawan, terus terang saja meskipun sudah mulai surut tapi ada juga yang masih terendam. Pemkab dan Dinas sosial Kabupaten Cirebon yang katanya mau memberikan bantuan, hingga sekarang kami tunggu-tunggu belum datang juga,” katanya.
Sementara itu, adanya banjir tersebut dijadikan momen berharga warga setempat untuk saling peduli yakni dengan cara menggalang dana. Warga setempat sebut saja Asep mengungkapkan, pihaknya bersama pemuda lain sengaja memintai sumbangan kepada pejalan dan pengendara di Jalan Pantura Kapetakan.
Hal ini, kata dia, hasil yang telah didapatkan bersama rekan-rekannya akan disalurkan kepada para korban banjir dan sisanya untuk memperbaiki jalanan yang rusak akibat banjir. “Sengaja kami menggalang dana dengan cara seperti ini, karena hasilnya pun akan kami bagikan kepada yang berhak sisanya untuk perbaikan jalan,”tukasnya(rcc) Redaksi 15:16:00 NJW Magz Bandung Indonesia
CIREBON : BERANGSUR NORMAL
Posted by Admin Friday, 24 January 2014
loading...
»Share or Like News:
CIREBON : BERANGSUR NORMAL
Previous
Newer PostNext
Older Post
RADIO SONG FM INDRAMAYU
Updated at:
15:16:00
