Berdasarkan indek rawan bencana Indonesia yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2011, Jawa Barat menempati peringkat ke 2 sebagai Provinsi dengan tingkat kerawanan yang tinggi. Karena, di Provinsi Jabar terdapat Gunung Api, gerakan tanah, bnjir, longsor, kekeringan, gempa bumi, tsunami serta angin putting beliung.
Demikian dikatakan, Ketua Danish Meat Research Institute (DMRI), Soma Suparsa yang juga anggota Tim Formatur F-PRB didampingi Ketua Formatur A Riswanda dari BPBD Jabar kepada LICOM, saat ditemui dalam acara Pembukaan Musda ke-I F-PRB Jabar di Aula Bio Farma-Bandung, Rabu (22/1/2014).
“Bencana adalah urusan bagi semua pihak, bukan hanya tanggungjawab pemerintah semata, tapi merupakan urusan seluruh unsur masyarakat, baik itu dari lembaga, swasta, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakat termasuk media massa. Hal itu diharapkan bahu membahu untuk penggulangan
bencana (PB) dan Pengurangan Resiko Bencana (PRB). Guna memperlancar koordinasi dan komunikasi serta menyamakan draf langkah antar unsur masyarakat maka dibentuklah Forum Pengurangan Resiko Bencana (F-PRB),” ujar Soma Suparsa.
Musda F-PRB tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar dan dihadiri oleh Kasdam III Siliwangi Brigjen TNI Suyatno, Polda Jabar, Dinas Sosial, Direktur Operasional PT.Bio Farma Segeng Raharso.
Soma mengatakan, Forum PRB merupakan wadah dalam menyatukan para pemangku kepentingan (multi-stake holders) di Jabar dalam mendukung upaya pengurangan resiko bencana di wilayah Jabar. Keberadaan F-PRB diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengurangan resiko bencana.
Sementara itu, Ketua pelaksana Musda A.Riswanda yang juga Ketua Tim Formatur mengatakan, peserta Musda 100 orang ini terdiri dari aparatur pemerintahan daerah, unsur TNI-Polri, Perti, Swasta, Ormas dan tokoh masyarakat dan unsur media massa.
Adapun hasil Musda ini, selain menetapkan susunan Dewan Kehormatan, Statuta, Penetapan Dewan Pengurus, juga diharapkan dapat memberikan konribusi melalui advokasi, pengawasan, fisilitasi dan konsultasi bagi pemangku kepentingan menuju komunitas yang tanggap dan tahan bencana.
“Forum PRB diharapkan dapat bekerja dengan prinsip kemanusiaan, partisipasi, kesetiakawanan, solidaritas, kesukarelaan, terpadu, toleransi, kesetaraan, non-diskriminatif, komitmen akuntable dan non partisan,” pungkasnya.(li/red)
loading...
»Share or Like News:
Jawa Barat peringkat dua tertinggi rawan bencana

