Bandung - Kasus anak mutilasi ibu kandung di Cianjur masih dalam proses penyidikan polisi. Guna memastikan pelaku gangguan jiwa, Polres Cianjur menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku dari rumah sakit.Kapolres Cianjur AKBP Dedi Kusuma Bakti mengatakan pihaknya sudah meminta bantuan bagian psikolog dari Polda Jabar untuk mengecek kondisi pelaku yaitu Pupun (40). "Hasil dari psikolog Polda Jabar itu merekomendasikan agar pelaku diperiksa ke dokter psikiater di rumah sakit," kata Dedi saat dikonfirmasi via telepon, Senin (6/1/2014).
Menurut Dedi, pihaknya saat ini mencari rumah sakit di Cianjur dan Bandung yang benar-benar siap memeriksa kejiwaan Pupun. Dedi menjelaskan, sejauh ini pelaku tidak bisa menyampaikan hal-hal logis saat menjalani pemeriksaan psikologi.
"Jadi penyidikan tetap berlanjut. Untuk perkara ini 'kan bukan penyidik yang bilang pelakunya gila. Perlu ada ahli yakni psikiater yang memastikan," ucap Dedi.
Dedi menuturkan, pelaku yang beraksi tunggal tersebut hingga kini masih mendekam di sel tahanan Mapolres Cianjur. "Kalau memang dia (pelaku) nanti dinyatakan benar-benar gangguan jiwa, maka perlu dirawat atau dibantarkan. Nah, saat pembantaran, tentu kami meninjau sisi aspek keamanan rumah sakitnya juga. Kami ingin mencari rumah sakit yang siap keamanannya. Jangan sampai dia (pelaku) menimbulkan masalah baru," ujar Dedi.
Pupun mengaku memotong-motong tubuh ibunya pada Rabu 18 Desember lalu, sekitar pukul 03.00 WIB. Dua hari kemudian, pelaku berterus terang kepada seorang saksi berinisial I (50), telah membunuh Anih dengan cara mutilasi. Pengakuan mengejutkan dari Pupun itu disampaikan Jumat pagi (20/12/2013), sekitar pukul 06.00 WIB. Personel Polres Cianjur langsung mengecek informasi tersebut setelah memperoleh laporan dari warga setempat.
Polisi menangkap Pupun di lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Pelaku langsung diboyong ke Mapolres Cianjur.(dtk/red)
loading...
»Share or Like News:
Kasus Anak Mutilasi Ibu di Cianjur Tunggu Hasil Pemeriksaan Kejiwaan Pelaku

