Konsisten Perbaiki Hidup Nelayan

Posted by Admin Thursday, 9 January 2014

Jakarta: Program-program industrialisasi kelautan dan perikanan berbasis pendekatan ekonomi biru yang dicanangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai berbuah positif. Selain mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan, kebijakan-kebijakan KKP turut berkontribusi meningkatkan pertumbuhan produksi kelautan dan perikanan serta mengurangi tingkat pencurian ikan di laut.
Demikian diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutarjo dalam acara Chief Editor Meeting di Jakarta, Rabu (8/1). Hal ini, kata Sharif, didasarkan pada tercapainya sejumlah target yang dicanangkan dalam indikator kinerja utama (IKU) KKP pada 2013.

Dari 9 indikator yang dicanangkan hanya 3 yang tidak memenuhi target, yakni terkait pertumbuhan produksi domestik bruto (PDB), nilai tukar nelayan atay pembudidaya ikan dan nilai ekspor hasil perikanan. "Enam target lainnya mampu kita penuhi dengan baik," ujar Sharif.

Adapun 6 target yang mampu dicapai, yakni terkait produksi kelautan dan perikanan, tingkat konsumsi ikan dalam negeri, jumlah kasus penolakan ekspor hasil perikanan per negara mitra, pengelolaan kawasan konservasi perairan (KKP), pengelolaan pulau-pulau kecil serta target wilayah perairan bebas dari penangkapan ikan ilegal dan kegiatan yang merusak
sumber daya kelautan dan perikanan (SKDP).

Di antara target-target IKU yang tercapai, prestasi KKP dalam meningkatkan produksi kelautan dan perikanan merupakan salah satu yang terpenting. Selain mampu meningkatkan jumlah ikan yang ditangkap dan ikan budidaya, kebijakan-kebijakan KKP juga turut berkontribusi dalam meningkatkan produksi garam rakyat.

Menurut catatan KKP, jumlah pasokan garam tahun 2013 mencapai sekitar 1,9 juta ton sementara kebutuhan garam konsumsi hanya sekitar 1,4 juta ton. "Baru 1-2 tahun ini Indonesia bisa swasembada garam. Surplus kita tahun ini mencapai lebih dari 500 ribu ton," jelas Sharif.

Untuk meningkatkan produksi garam, Sharif menerangkan, KKP mengaplikasikan teknologi ulir filter (TUF). Dengan TUF, jumlah produksi dapat ditingkatkan hingga 2 kali lipat, yakni dari kisaran 60-80 ton per hektare hingga 120-150 ton per hektare.

Selain itu, gudang-gudang garam juga didirikan KKP sehingga petani garam bisa menyimpan garam mereka sebelum dipasarkan. "Jadi kalau belum dijual, garam tidak rusak," ujar Sharif.

Untuk ikan tangkapan, pencapaian KKP 12% lebih baik dari target semula. Tahun ini, jumlah produksi mencapai 19,56 juta ton sementara target yang ditetapkan hanya 17,42 ton. Sementara untuk ikan budidaya, jumlah produksi mencapai 13,70 ton sedangkan targetnya hanya 11,63 juta ton.

Dikatakan Sharif, pencapaian target ini berdampak langsung terhadap meningkatnya konsumsi ikan di masyarakat. Pada 2013, tingkat konsumsi ikan dalam negeri per kapita mencapai 35 kilogram per tahun. "Bandingkan dengan konsumsi daging sapi per kapita yang hanya 1,8 kilogram per tahun," cetusnya.

Kebijakan KKP terkait nilai tukar nelayan (NTN) juga berimbas positif. KKP hanya mampu merealisasikan angka NTN sebesar 104,84 sementara targetnya sebesar 110. Namun demikian, menurut Sharif, angka NTN sebesar 100 juga merupakan pencapaian signifikan.

"Ini artinya para nelayan pendapatannya sudah baik dan mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan sehari-hari mereka. Yang kita hitung pendapatan dan produksi mereka. Kalau konsumsi per orang itu kan beda-beda."

IKU terkait NTN, lanjut Sharif, dijalankan KKP dengan sejumlah program, semisal program peningkatan kehidupan nelayan (PKN) di 200 pangkalan pendaratan ikan (PPI), pemberian sertifikasi hak atas tanah (SEHAT) bagi para nelayan, bantuan peralatan rantai dingin sebanyak 95 paket, pembangunan 6.000 unit rumah sangat murah, listrik murah bagi 10.995 unit rumah, pemberian BOS dan beasiswa bagi 1.600 anak nelayan dan layanan kesehatan di 2.100 puskesmas bagi keluarga nelayan.

Untuk kelompok nelayan, tahun ini, KKP memberikan bantuan berupa 75 unit kapal penangkap ikan 30 GT dan 13 unit kapal penangkap ikan 10-15 GT. KKP juga melaksanakan program pengembangan usaha mina pedesaan (PUMP) di sebanyak 2.000 KUB, melakukan pendampingan bagi 6.141 nelayan dan mengembangkan usaha rumput laut di 7 provinsi.

"Ini bukti konkret dan konsistensi pemerintah dalam memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan nelayan," ujar Sharif.

Ditambahkan Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja, saat ini KKP juga tengah menyusun UU Kelautan. UU ini nantinya diharapkan menjadi acuan dalam mengatur tata ruang di perairan Indonesia.

"Selama ini ternyata belum ada yang mengatur batas 12 mil laut di Indonesia itu. Baik itu ALKI-nya (alur laut kepulauan Indonesia), pipa gas, listrik dan apa pun kegiatan di atas laut nanti akan diatur," ujarnya.

Menurut pakar kelautan Hasjim Djalal, KKP tahun ini juga menorehkan prestasi positif karena dilibatkan dalam pengelolaan perikanan di Samudera Pasifik.

"Selama bertahun-tahun itu diperjuangkan KKP. Sekarang terjadi. Kini lapangan perikanan Indonesia makin luas, Samudera Hindia juga Pasifik," ujarnya.(mtrtv/red)

loading...
»Share or Like News: Konsisten Perbaiki Hidup Nelayan
RADIO SONG FM INDRAMAYU Updated at: 07:37:00

GUMIWANG KOMUNIKA INDRAMAYU

VIDEO KABAR ARTIS

VIDEO LAGU BARU SONG FM

INFO GEMPA KLIK DIBAWAH