KRANGKENG – Pasca banjir yang juga merendam areal persawahan, para
petani kembali dipusingkan dengan munculnya hama tikus. Bahkan munculnya
tikus yang cukup banyak belakangan ini membuat petani resah.
Seperti diungkapkan Kapi (45), warga Desa Srengseng Kecamatan Krangkeng.
Ia bersama petani lainnya mengaku sudah sangat kesal dengan ulah tikus
yang merusak areal persawahan. Padahal mereka baru saja menanam kembali
usai terendam banjir beberapa waktu yang lalu. “Kami benar-benar kesal
dengan munculnya hama tikus. Untunglah pak kuwu dan pak camat ikut
mendukung upaya gropyokan atau pemberantasan tikus,” ujar Kapi, Senin
(3/2), disela-sela acara gropyokan tikus.
Kuwu Srengseng, Busro Adiwijaya dan Camat Krangkeng Masroni, mengaku
sangat mendukung upaya warga untuk melakukan pemberantasan tikus secara
bersama-sama. Karena dengan cara itu, diharapkan tanaman padi mereka
akan terselamatkan.
Dikatakan Busro, luas lahan pertanian di Desa Srengseng Kecamatan
Krangkeng mencapai 550 hektare. Dari luas tersebut hampir seluruhnya
terserang hama tikus. Melalui gotong royong puluhan warga dengan dibantu
5 anjing pelacak, akhirnya berhasil diperoleh ribuan ekor tikus yang
langsung dimusnahkan.
“Melalui gotong royong dengan warga, kami berhasil menangkap ribuan
tikus dari sawah, tanggul, dan sejumlah lokasi persembunyian lainnya,”
ujar Busro.
Sementara Camat Krangkeng, Masroni, mengaku gembira melihat warga Desa
Srengseng Kecamatan Krangkeng yang ikut bergotong royong untuk
memberantas hama tikus. Menurutnya, sifat gotong royong memang harus
terus dipelihara dalam rangka menciptakan situasi yang aman dan
kondusif. “Dengan gotong royong kita juga akan dengan mudah menyamakan
persepsi, dalam rangka membangun daerah,” ujar Masroni. (rcc)
KRANGKENG – Pasca banjir yang juga merendam areal persawahan, para
petani kembali dipusingkan dengan munculnya hama tikus. Bahkan munculnya
tikus yang cukup banyak belakangan ini membuat petani resah.Seperti diungkapkan Kapi (45), warga Desa Srengseng Kecamatan Krangkeng. Ia bersama petani lainnya mengaku sudah sangat kesal dengan ulah tikus yang merusak areal persawahan. Padahal mereka baru saja menanam kembali usai terendam banjir beberapa waktu yang lalu. “Kami benar-benar kesal dengan munculnya hama tikus. Untunglah pak kuwu dan pak camat ikut mendukung upaya gropyokan atau pemberantasan tikus,” ujar Kapi, Senin (3/2), disela-sela acara gropyokan tikus.
Kuwu Srengseng, Busro Adiwijaya dan Camat Krangkeng Masroni, mengaku sangat mendukung upaya warga untuk melakukan pemberantasan tikus secara bersama-sama. Karena dengan cara itu, diharapkan tanaman padi mereka akan terselamatkan.
Dikatakan Busro, luas lahan pertanian di Desa Srengseng Kecamatan Krangkeng mencapai 550 hektare. Dari luas tersebut hampir seluruhnya terserang hama tikus. Melalui gotong royong puluhan warga dengan dibantu 5 anjing pelacak, akhirnya berhasil diperoleh ribuan ekor tikus yang langsung dimusnahkan.
“Melalui gotong royong dengan warga, kami berhasil menangkap ribuan tikus dari sawah, tanggul, dan sejumlah lokasi persembunyian lainnya,” ujar Busro.
Sementara Camat Krangkeng, Masroni, mengaku gembira melihat warga Desa Srengseng Kecamatan Krangkeng yang ikut bergotong royong untuk memberantas hama tikus. Menurutnya, sifat gotong royong memang harus terus dipelihara dalam rangka menciptakan situasi yang aman dan kondusif. “Dengan gotong royong kita juga akan dengan mudah menyamakan persepsi, dalam rangka membangun daerah,” ujar Masroni. (rcc) Redaksi 09:44:00 NJW Magz Bandung Indonesia
Camat dan Kuwu Ikut Berburu Tikus
Posted by Admin Thursday, 6 February 2014
loading...
»Share or Like News:
Camat dan Kuwu Ikut Berburu Tikus
Previous
Newer PostNext
Older Post
RADIO SONG FM INDRAMAYU
Updated at:
09:44:00
