CIANJUR - Lokasi jatuhnya truk pengangkut logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur berada di atas lahan aktif milik warga. Sejumlah tanaman milik warga mengalami rusak sehingga terancam gagal panen.
Apeng Rahmat (34), warga RT 8/2 Kampung Cinyawar Dua, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, menyebut, sedikitnya 200 tanaman Lotensia miliknya rusak tertimpa badan truk. Belum lagi tanaman yang rusak terinjak lantaran ada kegiatan bongkar dan muat bawaan truk.
"Investasi dengan menanam tanaman hias itu terancam hilang. Tanaman ini kan jenis hias. Dijualnya per batang Rp 1500. Setiap satu tanaman bisa menghasilkan 8-10 batang. Panennya seminggu sekali. Tapi untuk bisa panen harus nunggu setahun dulu," ujar Apeng di lokasi kejadia, Kamis (27/3).
Dikatakan Apeng, berjualan dan menanam tanaman hias itu merupakan satu-satunya pekerjaan yang dilakoninya setiap hari. Karenanya ia berharap ada penggantian sejumlah tanaman hias yang rusak tersebut.
"Kalau dihitung dengan modal mungkin nilainya tidak terhitung. Mulai dari nyangkul, nyiram, dan sebagainya. Tapi kalau dihitung panen setiap minggunya bisa dapat uang Rp 200 ribu per minggu," ujar Apeng.
Hal senada juga dikatakan, Acep Hidayat (64), warga RT 3/2, Kampung Bojong, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, di pinggir Sungai Cikundul, Kamis (27/3). Ia merugi sebesar Rp 600 ribu lantaran tanaman singkong obat miliknya rusak akibat tergilas dengan badan truk yang terjun ke jurang pinggir Sungai Cikundul.
"Singkong yang saya tanam bukan yang biasa. Dijual Rp 6 ribu per kilonya. Dan saat ini sedang panen. Akibat tergilas truk sekitar 100 kuintal ubinya hancur," ujar Acep.
Diakui Acep, lahan yang ditanami singkong itu kerap tergilas kendaraan yang terjun ke jurang atau ke Sungai Cikundul. Namun kerusakan yang dialaminya tak pernah mendapatkan penggantian. "Namanya kecelakaan itu kan tidak ada yang minta, tapi kami juga bekerja sebagai petani. Satu-satunya penghasilan dari berjualan hasil tani," ujar Acep.
Truk pengangkut logistik pemilu untuk KPU Kabupaten Cianjur terjun ke jurang pinggir Sungai Cikundul sekitar pukul 02.30. Berdasarkan pantauan Tribun, truk itu dalam keadaan terbalik di dasar sungai. Isi dalam truk tersebut terlempar ke luar.
Seorang sopir dan penumpang truk pengangkut itu tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Keduanya tewas terhimpit badan truk. Tak hanya satu truk saja, sebuah truk hijau juga ikut terjun ke dasar Sungai Cikundul. Sedangkan truk hijau terjun sampai ke dasar Sungai Cikundul itu tanpa muatan. Akan tetapi sopir truk ini hanya mengalami luka dan sudah dibawa ke rumah sakit.
Informasi yang diperoleh Tribun, truk pengangkut logistik KPU itu milik PT Pos Indonesia. Di badan truk pun tertulis Pos Indonesia. Terlihat di TKP, Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti, Ketua KPU Kabupaten Cianjur, U Awaludin, dan Ketua Panwaslu, Saeful Anwar. Sejumlah anggota Polres Cianjur, TNI AD, dan masyarakat bahu membahu mengangkut muatan truk Pos Indonesia itu. (trb)
loading...
»Share or Like News:
Beberapa Petani Alami Kerugian

