BELAWAN - Kapal pukat teri bernama KM.Hantu Laut 1 dan KM Hantu
Laut 2 yang dituding sebagai pukat grandong dibom molotov puluhan massa
nelayan tak dikenal dengan kapal pukat layang di sekitar perairan Lampu I
atau Boring, Senin siang (10/03/2014) sekira pukul 11.30 WIB.Akibatnya salah satu kapal KM Hantu Laut 2 tinggal rangka setelah dibakar pakai bom molotov sedangkan tekong kapal bernama Syaiful alias Roma (45) warga Lingkungan 9 Kelurahan Belawan Bahari dibuang kelaut sempat menghilang beberapa jam lamanya.
Keterangan yang diterima menyebutkan, tekong Syaiful terapung-apung selama setenggah jam syukurnya berhasil diselamatkan seorang kakek-kakek nelayan pencari sifut berperahu kecil.
"Syukurlah bang, jiwaku selamat setelah setengah jam bertarung dengan maut terombang ambing di tengah laut, badanku sempat terluka bekas dilempar sedangkan kapal yang kuawaki sudah dibakar tanpa ada belas kasihan,"tutur Syaiful ditemui langsung di tangkahan kapal nelayan di Kampung Kurnia Kelurahan Belawan bahari setelah berhasil menyelamatkan diri.
Dari pengakuan Syaiful dan Irfan Ramadhan Harhap selaku Tekong KM Hantu Laut 1 menuturkan, mereka diserang dengan 6 kapal nelayan pukat layang dan pukat cencen dengan bersenjatakan parang, kampak serta kayu.Semula kaami sedang memukat mencari khusus ikan teri di sekitar perairan lampu 1, disaat itu semula kapal kami didatangi 2 kapal sembari mengancam kapal kami hendak dibakar.
Mendengarkan ancaman itu kami menjadi takut dan kami tancap gas ke arah mau pulang, namun datang lagi sebanyak 6 kapal nelayan pukat layang langsung melakukan pelemparan dengan kayu dan kampak, takut terkena lemparan benda tajam akhirnya kapal yang ditekongi Irfan langsung saja tancap gas hingga berhasil kabur.
Naas bagi kapal yang ditekongi Syaiful langsung mereka bakar bahkan tekongnya sempat dipaksa terjun kelaut hingga sempat hilang,"kami sempat mencari Syaiful kemana-mana tak kunjung ditemui bahkan kami menduga Syaiful sudah tewas, akantetapi syukurnya Syaiful panjang umur mendapatkan pertolongan dari kapal nelayan kecil yang kebetulan sedang melintas tak jauh dari lokasi, ungkap Irfan.
"Kami sudah membuat laporan resmi ke Pos Kamla TNI AL Gabion atas kejadian ini pak, dan rencananya akan melanjutkan laporan ke Ditpolairdasu dengaan didampingi Wakil ketua HNSI Sumut Pendi Pohan,"cetus Irfan sedih //(DNA)
loading...
»Share or Like News:
Kapal Pukat Teri Dituding Grandong Dibakar OTK
