Terbatas, Sarana dan Prasarana Satpolair Polres Indramayu

Posted by Admin Monday, 31 March 2014

INDRAMAYU - Satuan Polisi Perairan Polres Indramayu masih diliputi keterbatasan sarana dan prasarana dalam operasinya. Keterbatasan sarana dan prasarana itu meliputi jumlah personil, dan soal armada patroli. Sementara wilayah pantai utara Kabupaten Indramayu yang termasuk kewenangan Satpolair tergolong luas.
Kepala Urusan Administrasi Satpolair Polres Indramayu, Nandang Supriatna menyebutkan, jumlah personil yang ada saat ini sebanyak 9 personil. Hal itu masih jauh dari memadai bila melihat aturan yang ada dalam Keputusan Kapolri, yakni Kep/46/1/2011 Tanggal 31 Januari 2011 tentang Pembentukan 1202 Satpolair di Tingkat Polres.

"Berdasarkan ketentuan itu, jumlah personil Satpol Air idealnya sebanyak 34 orang. Sementara saat ini baru ada 9 orang," kata dia di ruang kerjanya, Jumat (28/3/2014).
Selain Markas Satpolair Polres Indramayu di Karang Song, terdapat dua unit pos penjagaan lainnya di daerah perairan Eretan, dan Pelabuhan Khusus Migas Pertamina Balongan. Akan tetapi, personil di kedua pos tersebut merupakan personil diperbantukan dari Polda Jabar.
"Saat ini juga sedang dirancang pembangunan markas baru. Wilayahnya masih di Karang Song. Anggaran yang dikeluarkan dari Polda Jabar untuk bangunan itu sebesar Rp 1,3 miliar. Sekarang prosesnya masih tahap pembuatan sertifikat tanah dulu," tuturnya.
Selain itu, pihak Satpolair saat ini sudah mengusulkan adanya penambahan personil kepada Polres Indramayu. Berdasarkan informasi yang didapatkannya dari pihak Polres, sedang direncanakan adanya penambahan personil baru sebanyak 5 orang. Akan tetapi, pengimplementasiannya akan dilakukan setelah pemilu usai.
Selain persoalan personil, alokasi bensin untuk kapal patroli juga menemui sejumlah kendala. Saat ini, alokasi bensin untuk bahan bakar kapal per bulannya adalah sebesar 400 liter, sedangkan idealnya alokasi bensin sebesar 4.000 liter per bulan.
"Terkendalanya kalau ada kejadian di tempat yang jauh. Misalnya di kawasan Pulau Biawak. Menuju ke sana, membutuhkan pasokan bensin di atas 400 liter. Kalau berangkatnya bensin minim, bisa-bisa kembali ke pantainya memakai layar," kata dia.
Adapun saat ini Satpolair Polres Indramayu memiliki satu jenis kapal patroli speed boat tipe C-3 bermerk Yamaha, dengan kapasitas 12 orang. Kapal tersebut bermesin ganda, dimana satu mesinnya memiliki kekuatan 200 Paarden Kracht (PK). Volume bensin yang dikeluarkan per jamnya sebesar 163 liter.
Meski masih mengalami kendala Sarpras, Nandang mengatakan, pihaknya masih terus melakukan patroli di wilayah yang menjadi kewenangan Satpol Air. Dia juga mengklaim, tingkat kejadian pidana di wilayah perairan tidak signifikan. "Kami tetap bergerak terus," ujarnya.
Kepala Unit Penegakkan Hukum Satpolair Polres Indramayu, Puji Mulyono menyebutkan, selama tahun ini ada tiga peristiwa yang terjadi di wilayah kewenangan Satpol Air Kabupaten Indramayu.
Dua di antaranya adalah penemuan mayat mengambang di perairan Eretan, Minggu (26/1/2014), dan di Muara Nenggal, Desa Lamaran Tarung, pada Rabu (29/1/2014).
Sementara peristiwa lainnya adalah kapal karam di wilayah selatan Pulau Biawak pada Selasa (14/1/2014), karena tali jangkar yang membelit kipas kapal.
"Sebenarnya ada beberapa peristiwa lain, seperti kapal terbalik, atau nelayan hilang, namun kejadiannya bukan di wilayah Indramayu. Tapi, di daerah Cirebon, atau perairan Kalimantan. Meski kami juga tetap saja memasukannya dalam pencatatan," tuturnya.//pr

loading...
»Share or Like News: Terbatas, Sarana dan Prasarana Satpolair Polres Indramayu
RADIO SONG FM INDRAMAYU Updated at: 15:45:00

GUMIWANG KOMUNIKA INDRAMAYU

VIDEO KABAR ARTIS

VIDEO LAGU BARU SONG FM

INFO GEMPA KLIK DIBAWAH