TASIKMALAYA – Proses evakuasi lokomotif KA Malabar yang masih terguling di KM 224 Kampung Terung, Desa Mekarsari, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (10/4) sore, gagal dilakukan.
Pasalnya selain hujan lebat mengguyur lokasi sejak siang, lokomotif buatan tahun 2013 seberat 90 ton itu melorot kembali ke dalam jurang sepanjang sekitar 10 meter. Kru PT KAI yang melakukan evakuasi dengan menggunakan sebuah crane berkapasitas 100 ton itu, hanya berhasil mengangkat kedua boogie lokomotif tersebut.
Sebelumnya, Vice President Humas PT KAI, Sugeng Priyono, menargetkan proses evakuasi bangkai KA Malabar akan berakhir Kamis (10/4) yakni dengan pengangkatan lokomotif dari jurang. Dua gerbong penumpang yang juga terguling sudah berhasil dievakuasi dan diangkut ke Stasiun Manggarai, Jakarta. Rabu (9/4).
Proses pengangkatan bangkai kereta dilakukan antara pukul 11.00 hingga pukul 15.30, sesuai dengan kekosongan rangkaian KA melintas di lokasi. Pemantauan //Tribun// di lokasi, Kamis (10/4), upaya evakuasi bari dimulai sekitar pukul 12.00, ditandai dengan datangnya rangkaian KA yang menarik sebuah crane.
Crane diposisikan persis dekat lokomotif untuk memudahkan pengangkatan. Kaki-kaki hidrolik crane juga dipancangkan. Namun tak lama turun hujan sehingga proses evakuasi agak terhambat. Proses pengangkatan dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama dan kedua mengangkat dua boogie yang ada di bawah lokomotif.
Pengangkatan boogie pertama lancar dan boogie yang terdiri dari enam roda itu ditaruh di atas gerbong datar. Ketika pengangkatan boogie kedua, tiba-tiba lokomotif yang tergolek miring perlahan-lahan melorot ke jurang hingga sepanjang 10 meter, dan baru berhenti setelah tertahan sebuah pohon.
Karena hari sudah sore serta hujan masih turun, upaya pengangkatan lokomotif akhirnya ditunda. “Pengangkatannya ditunda dulu. Mungkin besok (Jumat 11/4, Red) dilanjutkan. Kalau diteruskan, akan mengganggu jadwal lintasan KA reguler,” ungkap seorang petugas PT KAI di lokasi.
Warga sekitar masih berdatangan ingin menyaksikan prose evakuasi. Bahkan ada warga yang nekad jalan kaki menyisir rel dari Stasiun Ciawi (arah timur) maupun Stasiun Cirahayu (arah barat). “Saya berjalan sekitar lima kilometer dari Stasiun Ciawi karena ingin melihat pengangkatan lokomotif,” tutur seorang ibu. (trb)
loading...
»Share or Like News:
Evakuasi Lokomotif KA Malabar di Kampung Terung Gagal

