Cirebon - Sekali waktu, berkunjunglah ke kampus utama Lembaga Pengembangan
Dakwah Al-Bahjah. Pesantren ini terletak di Jalan Pangeran Cakra Buana
No. 179, Blok Gudang Air, Kelurahan Sendang, Kecamatan Sumber, Kabupaten
Cirebon, Jawa Barat.
Kampus seluas 2,5 hektar ini dikelilingi persawahan. Suasananya
kental dengan tradisi Nahdliyin. Meskipun begitu, pesantren ini bukan
milik ormas Nahdlatul Ulama (NU).
setiap shalat berjamaah di Masjid Omar Al-Bahjah. Santri
putrinya dipisahkan pada kawasan khusus putri. Di sini juga ada program
menghafal al-Qur’an, di antaranya diikuti santri seusia SD.
Al-Bahjah didirikan oleh Yahya Zainul Maarif, yang dikenal Buya
Yahya. Selain perkebunan dan peternakan ikan, Al-Bahjah juga memiliki
berbagai unit usaha. Di antaranya minimarket, sekolah dasar Islam,
radio, penerbitan, dan produksi makanan-minuman.
Berbagai unit usaha itu rata-rata digerakkan oleh santri-santri
khusus, yang disebut Santri Khos. Santri Khos ini termasuk bertugas di
dapur umum pesantren.
Fakhrullah, santri Khos bagian dapur mengaku betah di pesantren ini.
“Saya mau jadi ulama,” ujar remaja asal Malaysia ini.
sumber : http://www.hidayatullah.com
Cirebon - Sekali waktu, berkunjunglah ke kampus utama Lembaga Pengembangan
Dakwah Al-Bahjah. Pesantren ini terletak di Jalan Pangeran Cakra Buana
No. 179, Blok Gudang Air, Kelurahan Sendang, Kecamatan Sumber, Kabupaten
Cirebon, Jawa Barat.
Kampus seluas 2,5 hektar ini dikelilingi persawahan. Suasananya kental dengan tradisi Nahdliyin. Meskipun begitu, pesantren ini bukan milik ormas Nahdlatul Ulama (NU).
setiap shalat berjamaah di Masjid Omar Al-Bahjah. Santri putrinya dipisahkan pada kawasan khusus putri. Di sini juga ada program menghafal al-Qur’an, di antaranya diikuti santri seusia SD.
Al-Bahjah didirikan oleh Yahya Zainul Maarif, yang dikenal Buya Yahya. Selain perkebunan dan peternakan ikan, Al-Bahjah juga memiliki berbagai unit usaha. Di antaranya minimarket, sekolah dasar Islam, radio, penerbitan, dan produksi makanan-minuman.
Berbagai unit usaha itu rata-rata digerakkan oleh santri-santri khusus, yang disebut Santri Khos. Santri Khos ini termasuk bertugas di dapur umum pesantren.
Fakhrullah, santri Khos bagian dapur mengaku betah di pesantren ini. “Saya mau jadi ulama,” ujar remaja asal Malaysia ini.
sumber : http://www.hidayatullah.com Redaksi 20:51:00 NJW Magz Bandung Indonesia
Berkunjung ke Pesantrennya Buya Yahya di Cirebon
Posted by Admin Sunday, 11 May 2014
loading...
»Share or Like News:
Berkunjung ke Pesantrennya Buya Yahya di Cirebon
Previous
Newer PostNext
Older Post
RADIO SONG FM INDRAMAYU
Updated at:
20:51:00
