KUNINGAN, - Kesadaran masyarakat di Kabupaten Kuningan untuk
membuang sampah ke tempat sampah yang semestinya, masih terbilang
rendah. Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten
Kuningan Dodi Nurochmatuddin, menyebutkan sekitar 60 persen penduduk di
Kabupaten Kuningan saat ini masih terbiasa membuang sampah di
tempat-tempat sembarangan.
"Sebagian besar di antara mereka itu, membuang sampahnya ke sungai
atau ke lembah-lembah di sekitar permukimannya. Parahnya lagi, jenis
sampah rumah tangga dan dari tempat-tempat aktivitas
penduduk itu,
belakangan ini semakin didominasi jenis sampah anorganik. Terutama
berupa plastik," kata Dodi, yang sedang mengawasi penataan tajuk pohon
berupa pemangkasan dahan sejumlah pohon peneduh jalan di sekitar Taman
Dahlia depan Pendopo Bupati Kuningan, Kamis (5/6/2014).
Penataan bentuk tajuk pohon di pinggir Jalan Siliwangi sekitar taman
kota tersebut, menurut Dodi, dilakukan pihaknya sebagai salah satu
kegiatan pengisi dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia
tanggal 5 Juni 2014. Selain itu, tutur Dodi, dalam rangka peringatan
momentum tersebut, pada bulan ini pihaknya telah merencanakan sejumlah
kegiatan kampanye kebersihan lingkungan.
Di antaranya, pembersihan Sungai Cilengkrang dari sampah buangan
masyarakat di sekitar jembatan Jalan Raya Kuningan - Cirebon, daerah
perbatasan wilayah Kecamatan Jalaksana dan Kramatmulya. Kemudian lomba
kebersihan lingkungan kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah, kantor
kecamatan, desa, dan kelurahan, lomba melukis bertema lingkungan untuk
murid sekolah taman kanak-kanak dan sekolah dasar, serta uji emisi gas
buang kendaraan dinas lingkup Pemkab Kuningan.
Ditanya terkait kegagalan Kabupaten Kuningan meraih piala adipura
pada tahun 2014, Dodi menyatakan, salah satu penyebab di antaranya
karena pengelolaan sampah di Kuningan dinilai tim penilai adipura, masih
belum optimal.
"Selain itu, juga ada beberapa item lainnya yang dinilai untuk
adipura 2014, nilainya masih kurang optimal. Terlebih grade nilai yang
ditentukan untuk piala adipura tahun 2014, dinaikan dari grade nilai 74
pada penilaian adipura 2013 menjadi 75," kata Dodi Nurochmatuddin. (PRLM).
KUNINGAN, - Kesadaran masyarakat di Kabupaten Kuningan untuk
membuang sampah ke tempat sampah yang semestinya, masih terbilang
rendah. Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten
Kuningan Dodi Nurochmatuddin, menyebutkan sekitar 60 persen penduduk di
Kabupaten Kuningan saat ini masih terbiasa membuang sampah di
tempat-tempat sembarangan."Sebagian besar di antara mereka itu, membuang sampahnya ke sungai atau ke lembah-lembah di sekitar permukimannya. Parahnya lagi, jenis sampah rumah tangga dan dari tempat-tempat aktivitas
penduduk itu, belakangan ini semakin didominasi jenis sampah anorganik. Terutama berupa plastik," kata Dodi, yang sedang mengawasi penataan tajuk pohon berupa pemangkasan dahan sejumlah pohon peneduh jalan di sekitar Taman Dahlia depan Pendopo Bupati Kuningan, Kamis (5/6/2014).
Penataan bentuk tajuk pohon di pinggir Jalan Siliwangi sekitar taman kota tersebut, menurut Dodi, dilakukan pihaknya sebagai salah satu kegiatan pengisi dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia tanggal 5 Juni 2014. Selain itu, tutur Dodi, dalam rangka peringatan momentum tersebut, pada bulan ini pihaknya telah merencanakan sejumlah kegiatan kampanye kebersihan lingkungan.
Di antaranya, pembersihan Sungai Cilengkrang dari sampah buangan masyarakat di sekitar jembatan Jalan Raya Kuningan - Cirebon, daerah perbatasan wilayah Kecamatan Jalaksana dan Kramatmulya. Kemudian lomba kebersihan lingkungan kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah, kantor kecamatan, desa, dan kelurahan, lomba melukis bertema lingkungan untuk murid sekolah taman kanak-kanak dan sekolah dasar, serta uji emisi gas buang kendaraan dinas lingkup Pemkab Kuningan.
Ditanya terkait kegagalan Kabupaten Kuningan meraih piala adipura pada tahun 2014, Dodi menyatakan, salah satu penyebab di antaranya karena pengelolaan sampah di Kuningan dinilai tim penilai adipura, masih belum optimal.
"Selain itu, juga ada beberapa item lainnya yang dinilai untuk adipura 2014, nilainya masih kurang optimal. Terlebih grade nilai yang ditentukan untuk piala adipura tahun 2014, dinaikan dari grade nilai 74 pada penilaian adipura 2013 menjadi 75," kata Dodi Nurochmatuddin. (PRLM). Redaksi 15:53:00 NJW Magz Bandung Indonesia
60 Persen Penduduk Kuningan Masih Buang Sampah Sembarangan
Posted by Admin Friday, 6 June 2014
loading...
»Share or Like News:
60 Persen Penduduk Kuningan Masih Buang Sampah Sembarangan
Previous
Newer PostNext
Older Post
RADIO SONG FM INDRAMAYU
Updated at:
15:53:00
