Jakarta - Sejumlah nelayan di Kampung Tambaklorok, Kota Semarang, Jawa Tengah, memilih beralih berburu kepiting dan udang untuk mengakali sulitnya mendapatkan hasil tangkapan ikan laut segar di perairan Laut Jawa.
Seorang nelayan Kampung Tambaklorok RT 01/RW 15, Kecamatan Semarang Utara, Sukron (45), mengatakan sejak awal Lebaran 2014 sampai sekarang hasil tangkapan ikan di perairan Laut Jawa cenderung sepi.
Menurut Sukron, salah satu nelayan, bila aktivitas menangkap ikan sedang sepi seperti saat ini biasanya dia memilih mencari udang dan kepiting dengan menebar jala di laut lepas.
"Dan sekali berlayar setiap pukul 06.00 WIB-12.00 WIB, hasilnya pun tak terlalu bagus. Padahal pada tahun-tahun sebelum kondisinya masih ramai tapi kenapa pada lebaran kali ini cenderung sepi," urainya, kepada wartawan, Selasa (12/8).
Menurut Sukron, hal ini disebabkan adanya anomali cuaca yang kian sulit diprediksi. "Sekali berlayar kami hanya dapat penghasilan Rp 100 ribu. Itupun sudah susah dicari," ujar Sukron.
Lebih lanjut, Sukron menjelaskan, pendapatan itu sangat minim karena harga
solar
terus naik. Sukron memperkirakan hasil tangkapan mulai kembali ramai mulai April-Mei 2015 mendatang. Oleh sebab itu, untuk mencukupi biaya hidup setiap hari, dia mengaku terpaksa berhutang kepada rentenir dengan menggunakan sisa-sisa tabungan di rumah.
Untuk saat ini, jumlah nelayan di Tambaklorok semakin berkurang karena beralih kerja ke pabrik dan penjual ikan di TPI. "Saat ini hanya ada 20 nelayan saja bila dibanding dulu masih ada lebih dari 100 nelayan," ujarnya.(Mdk)
loading...
»Share or Like News:
Tangkapan ikan sepi, nelayan Semarang beralih buru kepiting

