Home
»
Unlabelled
»
Hilang di Laut, 8 ABK KM Sumber Jaya Ditemukan
INDRAMAYU - Delapan orang nelayan asal Desa Tegalagung, Kecamatan
Karangampel, Kabupaten Indramayu, yang sempat hilang di perairan Indramayu,
akhirnya berhasil ditemukan.
Para nelayan itu ditemukan oleh dua kapal nelayan, yakni Kapal Motor (KM)
Sumber Jaya dan KM Damar Wulan. Keduanya menemukan delapan nelayan saat
melintas di perairan Indramayu.
"Anak buah kapal yang ditemukan dalam kondisi lemas, karena kekurangan
cairan," ujar Darga (39), nakhoda KM Sumber Jaya, kepada wartawan, Sabtu
(20/9/2014).
Dia melanjutkan, anak buah KM Sumber Jaya yang mengetahui ada sejumlah nelayan
lain yang mengapung di laut langsung diselamatkan. Mereka berhasil bertahan,
setelah mengapung dengan menggunakan serpihan kayu kapal.
"Kami langsung angkat ke atas kapal dan diberi perawatan sementara,"
kata dia.
Beberapa radius mil dari penemuan KM Sumber Jaya, KM Damar Wulan juga menemukan
nelayan lain yang masih mengapung. Mereka juga dalam kondisi lemas dan kritis,
sebelum ditemukan.
Oleh kedua awak kapal tersebut, delapan nelayan akhirnya dibawa hingga menepi
di muara Tegalagung, Kecamatan Karangampel.
Kapolsek Karangampel Kompol Agus mengatakan, Tim Poliarud, serta Ditpolair
Polda Jawa Barat, langsung melakukan evakuasi terhadap delapan nelayan yang
sempat hilang.
"Mereka langsung diberikan makanan dan obat-obatan untuk memulihkan
stamina, setelah beberapa jam mengapung di atas air," ungkapnya.
Seperti diketahui, gelombang setinggi kurang lebih empat meter menenggelamkan
KM Jaya Mandiri, di sekitar perairan X Ray Indramayu. Insiden ini terjadi
saat kapal berangkat dari muara Tegalagung, Kecamatan Karangampel.
Meski kondisi laut sedang tidak bersahabat, KM Jaya mandiri tetap memaksakan
untuk pergi melaut dan menebar jaring di perairan Indramayu. Namun, saat
melakukan tebar jaring, gelombang setinggi empat meter menerjang, dan perahu
terbalik.
Sebanyak 10 awak kapal pun terlempar dari kapal yang sudah pecah. Mereka
berusaha menyelamatkan diri masing-masing.
Petugas kantor Pelabuhan Indramayu Ditpolair Polda Jawa Barat dan Polair Polres
Indramayu mencari informasi keberadaan awak kapal setelah kejadian tersebut.
Kantor Pelabuhan Kabupaten Indramayu mengingatkan, kepada nelayan asal
Kabupaten Indramayu untuk lebih berhati-hati saat menjalankan aktivitas melaut.
Karena gelombang tinggi disertai tiupan angin kencang, dan hujan, akan terjadi
hingga beberapa pekan kedepan.
Di Perairan Indramayu, seperti gugusan Pulau Rakit, gelombang tinggi terjadi
sekitar dua hingga empat meter. Gugusan Pulau Pakit dinilai memiliki cuaca yang
selalu berubah-ubah dengan gelombang tinggi.
Nelayan yang tetap memaksakan untuk melaut diharapkan dapat berkomunikasi
dengan petugas kantor pelabuhan terkait keberadaannya di laut
Redaksi
17:05:00
NJW Magz
Bandung Indonesia
Hilang di Laut, 8 ABK KM Sumber Jaya Ditemukan
INDRAMAYU - Delapan orang nelayan asal Desa Tegalagung, Kecamatan
Karangampel, Kabupaten Indramayu, yang sempat hilang di perairan Indramayu,
akhirnya berhasil ditemukan.
Para nelayan itu ditemukan oleh dua kapal nelayan, yakni Kapal Motor (KM)
Sumber Jaya dan KM Damar Wulan. Keduanya menemukan delapan nelayan saat
melintas di perairan Indramayu.
"Anak buah kapal yang ditemukan dalam kondisi lemas, karena kekurangan
cairan," ujar Darga (39), nakhoda KM Sumber Jaya, kepada wartawan, Sabtu
(20/9/2014).
Dia melanjutkan, anak buah KM Sumber Jaya yang mengetahui ada sejumlah nelayan
lain yang mengapung di laut langsung diselamatkan. Mereka berhasil bertahan,
setelah mengapung dengan menggunakan serpihan kayu kapal.
"Kami langsung angkat ke atas kapal dan diberi perawatan sementara,"
kata dia.
Beberapa radius mil dari penemuan KM Sumber Jaya, KM Damar Wulan juga menemukan
nelayan lain yang masih mengapung. Mereka juga dalam kondisi lemas dan kritis,
sebelum ditemukan.
Oleh kedua awak kapal tersebut, delapan nelayan akhirnya dibawa hingga menepi
di muara Tegalagung, Kecamatan Karangampel.
Kapolsek Karangampel Kompol Agus mengatakan, Tim Poliarud, serta Ditpolair
Polda Jawa Barat, langsung melakukan evakuasi terhadap delapan nelayan yang
sempat hilang.
"Mereka langsung diberikan makanan dan obat-obatan untuk memulihkan
stamina, setelah beberapa jam mengapung di atas air," ungkapnya.
Seperti diketahui, gelombang setinggi kurang lebih empat meter menenggelamkan
KM Jaya Mandiri, di sekitar perairan X Ray Indramayu. Insiden ini terjadi
saat kapal berangkat dari muara Tegalagung, Kecamatan Karangampel.
Meski kondisi laut sedang tidak bersahabat, KM Jaya mandiri tetap memaksakan
untuk pergi melaut dan menebar jaring di perairan Indramayu. Namun, saat
melakukan tebar jaring, gelombang setinggi empat meter menerjang, dan perahu
terbalik.
Sebanyak 10 awak kapal pun terlempar dari kapal yang sudah pecah. Mereka
berusaha menyelamatkan diri masing-masing.
Petugas kantor Pelabuhan Indramayu Ditpolair Polda Jawa Barat dan Polair Polres
Indramayu mencari informasi keberadaan awak kapal setelah kejadian tersebut.
Kantor Pelabuhan Kabupaten Indramayu mengingatkan, kepada nelayan asal
Kabupaten Indramayu untuk lebih berhati-hati saat menjalankan aktivitas melaut.
Karena gelombang tinggi disertai tiupan angin kencang, dan hujan, akan terjadi
hingga beberapa pekan kedepan.
Di Perairan Indramayu, seperti gugusan Pulau Rakit, gelombang tinggi terjadi
sekitar dua hingga empat meter. Gugusan Pulau Pakit dinilai memiliki cuaca yang
selalu berubah-ubah dengan gelombang tinggi.
Nelayan yang tetap memaksakan untuk melaut diharapkan dapat berkomunikasi
dengan petugas kantor pelabuhan terkait keberadaannya di laut
loading...
»Share or Like News:
Hilang di Laut, 8 ABK KM Sumber Jaya Ditemukan
↑