BINTAN - Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV Tanjungpinang
mengerahkan anggotanya mencari Kopral Dua (Kopda) Hardiansyah, yang
hilang bersama 4 nelayan, Jumari (nakhoda), Hendri (ABK), Aceng (ABK),
Udin (ABK), Kamis (28/8/2014).
Mereka hilang selama 24 hari lalu di perairan Tambelan dengan kapal KM Star II.
"Masih kita cari kelima-limanya dengan KRI bersama nelayan," kata Laksmana Pertama (Laksma) TNI Sulistyanto, Minggu (21/9/2014).
Menurut Sulistyanto, ada kemungkinan kelimanya tenggelam bersama
kapalnya karena cuaca buruk. Apalagi area hilangnya berada di laut
lepas, kalau kapal hanyut sulit ditemukan.
Anggota TNI AL Kopda Hardiansyah, ikut bersama nelayan Tambelan dalam rangka orientasi wilayah ke pulau-pulau, menumpang kapal nelayan.
Kru kapal terakhir berkomunikasi dengan nelayan lainnya Selasa (2/9/2014). Setelah itu mereka hilang kontak hingga saat ini.
Sementara itu, Kasat Polair Polres Bintan AKP Adi Sucipto,
mengatakan, polisi tidak mendapatkan laporan. Walaupun tidak menerima
laporan dari keluarga korban, namun ia mendapatkan info dari anak
buahnya dan beberapa sumber.
"Saya tidak berani memberikan tanggapan pada saat ini karena saya
tidak mengetahui kronologis kejadiannya. Hanya mendengar info mereka ke
laut sampai saat ini tidak kembali (hilang)," kata Kasat Polair Polres
Bintan AKP Adi Sucipto.
Camat Tambelan Hasan juga mengaku menerima laporan hilangnya 4 nelayan dan satu anggota TNI AL dari pegawainya. Namun hingga saat ini pegawainya belum menemui keluarga korban.
"Memang sampai saat ini kita menerima laporan bahwa keempat nelayan dan satu anggota TNI AL belum diketemukan. Kita juga tidak tahu apakah mereka tenggelam ataukah terjadi kontak dengan nelayan Thailand," kata Hasan.
Para nelayan, tambah Hasan, sudah berusaha mencari kelima orang dengan kapal ikan seadanya. Namun belum membuahkan hasil.
"Nelayan dengan kapal ikan sudah mengerahkan daya upaya semampunya, tetapi belum ketemu juga," jelasnya.
Ia yakin TNI AL juga sudah mengupayakan mencarinya, hanya saja sayangnya hingga saat ini tidak koordinasi antara TNI AL dengan nelayan maupun pemerintah kecamatan dalam mencari korban.
Sebelumnya diberitakan, anggota TNI AL Kopda Hardiansyah, bertugas di Pos TNI AL
Tambelan, sejak Kamis (28/8/2014), atau sudah 24 hari hilang bersama 4
orang nelayan Tambelan bernama Jumari (nakhoda kapal), Hendri, Aceng,
dan Udin ketiganya anak buah kapal (ABK), di perairan Tambelan.
Nelayan dan anggota TNI-AL yang hilang itu menggunakan kapal ikan
milik Aliong warga Tambelan, sudah mencari ke perairan sekitar. Dimana
salah seorang nelayan jumpa terakhir, maupun di perairan sekitar.
"Jumpa terakhir 20 hari lalu, dengan kelimanya di sekitar perairan
Tambelan, meminta cabai untuk memasak," kata Andi, warga Tambelan.
Beberapa pekan sebelumnya, Hardiansyah sudah meminta izin kepada atasannya Komandan Pos TNI AL Tambelan, untuk melaut di perairan Tambelan bersama nelayan. Tetapi tidak diizinkan oleh Komandan Pos.
"Sewaktu Hardiansyah pergi bersama nelayan, Komandan Pos sedang tidak
berada di Tambelan, sedang di Tanjungpinang," ungkapnya. Hardiansyah,
bertugas di Pos TNI AL, baru beberapa bulan.
Warga Tambelan, khawatir apabila kelima orang tersebut ditangkap
nelayan Thailand, sebagaimana kejadian beberapa bulan lalu, satu nelayan
dan satu anggota TNI AL dibunuh nelayan Thailand.
Karena, kabarnya nelayan Thailand sebagiannya adalah para narapidana yang dipekerjakan negara sebagai nelayan.
"Kita sangat khawatir, kelimanya dibunuh oleh nelayan Thailand," tuturnya.
Warga juga memiliki kekhawatiran, apabila kapal yang ditumpangi kelimanya ditenggelamkan ke laut.
Ia meminta TNI AL dan Kepolisian, Basarnas bertindak mencari kelima orang tersebut, dan berharap segera ditemukan dalam kondisi selamat.
"Mohon TNI AL, Kepolisian, Basarnas bertindak melindungi, mencari dan menemukan warga kami," harapnya.
Alwi, tokoh masyarakat kampung Teluk Sekuni, Tambelan, tetangga
Jumari, Aceng dan Udin mengatakan, biasanya ketiga tetangganya kalau
melaut paling lama satu minggu. Tidak pernah lebih lama dari satu
minggu. Tetapi kali ini sampai 20 hari belum pulang.
"Kita sangat khawatir ada kejadian atau perkelahian dengan nelayan
Thailand. Peralatan mereka sangat canggih, di samping peralatan
menangkap ikan, juga teknologinya lebih modern, seperti dilengkapi alat
teropong jarak jauh, yang cepat mengetahui adanya gerik-gerik nelayan
kita dari kejauhan, jarak satu kilometer," jelas Alwi ketika dihubungi Tribun Batam (Tribunnews.com Network).
Ia meminta aparat TNI AL sigap dalam mencari empat nelayan dan anggota TNI AL tersebut.
"Nelayan kita mencari ikan di laut kita sendiri tidak aman, lalu
dimana fungsi aparat, yang mestinya menjaga keamanan nelayan dalam
mencari nafkah," keluhnya.
Rahman, warga kampung Hilir, Tambelan mengatakan, Hendri, tetangganya
yang hilang bersama empat orang lainnya, selama ini memang akrab dengan
Jumari, Aceng dan Udin.
Dalam menangkap ikan memang kongsi satu kapal milik Aliong. Sebagai
sesama nelayan, Hendri dikenalnya nelayan yang jujur, dan tidak
mengganggu nelayan lain ketika menangkap ikan di laut.
(Trb)
BINTAN - Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV Tanjungpinang
mengerahkan anggotanya mencari Kopral Dua (Kopda) Hardiansyah, yang
hilang bersama 4 nelayan, Jumari (nakhoda), Hendri (ABK), Aceng (ABK),
Udin (ABK), Kamis (28/8/2014).
Mereka hilang selama 24 hari lalu di perairan Tambelan dengan kapal KM Star II.
"Masih kita cari kelima-limanya dengan KRI bersama nelayan," kata Laksmana Pertama (Laksma) TNI Sulistyanto, Minggu (21/9/2014).
Menurut Sulistyanto, ada kemungkinan kelimanya tenggelam bersama kapalnya karena cuaca buruk. Apalagi area hilangnya berada di laut lepas, kalau kapal hanyut sulit ditemukan.
Anggota TNI AL Kopda Hardiansyah, ikut bersama nelayan Tambelan dalam rangka orientasi wilayah ke pulau-pulau, menumpang kapal nelayan.
Kru kapal terakhir berkomunikasi dengan nelayan lainnya Selasa (2/9/2014). Setelah itu mereka hilang kontak hingga saat ini.
Sementara itu, Kasat Polair Polres Bintan AKP Adi Sucipto, mengatakan, polisi tidak mendapatkan laporan. Walaupun tidak menerima laporan dari keluarga korban, namun ia mendapatkan info dari anak buahnya dan beberapa sumber.
"Saya tidak berani memberikan tanggapan pada saat ini karena saya tidak mengetahui kronologis kejadiannya. Hanya mendengar info mereka ke laut sampai saat ini tidak kembali (hilang)," kata Kasat Polair Polres Bintan AKP Adi Sucipto.
Camat Tambelan Hasan juga mengaku menerima laporan hilangnya 4 nelayan dan satu anggota TNI AL dari pegawainya. Namun hingga saat ini pegawainya belum menemui keluarga korban.
"Memang sampai saat ini kita menerima laporan bahwa keempat nelayan dan satu anggota TNI AL belum diketemukan. Kita juga tidak tahu apakah mereka tenggelam ataukah terjadi kontak dengan nelayan Thailand," kata Hasan.
Para nelayan, tambah Hasan, sudah berusaha mencari kelima orang dengan kapal ikan seadanya. Namun belum membuahkan hasil.
"Nelayan dengan kapal ikan sudah mengerahkan daya upaya semampunya, tetapi belum ketemu juga," jelasnya.
Ia yakin TNI AL juga sudah mengupayakan mencarinya, hanya saja sayangnya hingga saat ini tidak koordinasi antara TNI AL dengan nelayan maupun pemerintah kecamatan dalam mencari korban.
Sebelumnya diberitakan, anggota TNI AL Kopda Hardiansyah, bertugas di Pos TNI AL Tambelan, sejak Kamis (28/8/2014), atau sudah 24 hari hilang bersama 4 orang nelayan Tambelan bernama Jumari (nakhoda kapal), Hendri, Aceng, dan Udin ketiganya anak buah kapal (ABK), di perairan Tambelan.
Nelayan dan anggota TNI-AL yang hilang itu menggunakan kapal ikan milik Aliong warga Tambelan, sudah mencari ke perairan sekitar. Dimana salah seorang nelayan jumpa terakhir, maupun di perairan sekitar.
"Jumpa terakhir 20 hari lalu, dengan kelimanya di sekitar perairan Tambelan, meminta cabai untuk memasak," kata Andi, warga Tambelan.
Beberapa pekan sebelumnya, Hardiansyah sudah meminta izin kepada atasannya Komandan Pos TNI AL Tambelan, untuk melaut di perairan Tambelan bersama nelayan. Tetapi tidak diizinkan oleh Komandan Pos.
"Sewaktu Hardiansyah pergi bersama nelayan, Komandan Pos sedang tidak berada di Tambelan, sedang di Tanjungpinang," ungkapnya. Hardiansyah, bertugas di Pos TNI AL, baru beberapa bulan.
Warga Tambelan, khawatir apabila kelima orang tersebut ditangkap nelayan Thailand, sebagaimana kejadian beberapa bulan lalu, satu nelayan dan satu anggota TNI AL dibunuh nelayan Thailand.
Karena, kabarnya nelayan Thailand sebagiannya adalah para narapidana yang dipekerjakan negara sebagai nelayan.
"Kita sangat khawatir, kelimanya dibunuh oleh nelayan Thailand," tuturnya.
Warga juga memiliki kekhawatiran, apabila kapal yang ditumpangi kelimanya ditenggelamkan ke laut.
Ia meminta TNI AL dan Kepolisian, Basarnas bertindak mencari kelima orang tersebut, dan berharap segera ditemukan dalam kondisi selamat.
"Mohon TNI AL, Kepolisian, Basarnas bertindak melindungi, mencari dan menemukan warga kami," harapnya.
Alwi, tokoh masyarakat kampung Teluk Sekuni, Tambelan, tetangga Jumari, Aceng dan Udin mengatakan, biasanya ketiga tetangganya kalau melaut paling lama satu minggu. Tidak pernah lebih lama dari satu minggu. Tetapi kali ini sampai 20 hari belum pulang.
"Kita sangat khawatir ada kejadian atau perkelahian dengan nelayan Thailand. Peralatan mereka sangat canggih, di samping peralatan menangkap ikan, juga teknologinya lebih modern, seperti dilengkapi alat teropong jarak jauh, yang cepat mengetahui adanya gerik-gerik nelayan kita dari kejauhan, jarak satu kilometer," jelas Alwi ketika dihubungi Tribun Batam (Tribunnews.com Network).
Ia meminta aparat TNI AL sigap dalam mencari empat nelayan dan anggota TNI AL tersebut.
"Nelayan kita mencari ikan di laut kita sendiri tidak aman, lalu dimana fungsi aparat, yang mestinya menjaga keamanan nelayan dalam mencari nafkah," keluhnya.
Rahman, warga kampung Hilir, Tambelan mengatakan, Hendri, tetangganya yang hilang bersama empat orang lainnya, selama ini memang akrab dengan Jumari, Aceng dan Udin.
Dalam menangkap ikan memang kongsi satu kapal milik Aliong. Sebagai sesama nelayan, Hendri dikenalnya nelayan yang jujur, dan tidak mengganggu nelayan lain ketika menangkap ikan di laut.
(Trb) Redaksi 15:17:00 NJW Magz Bandung Indonesia
Kopda Hardiansyah dan 4 Nelayan Hilang Belum Ditemukan
Posted by Admin Wednesday, 24 September 2014
loading...
»Share or Like News:
Kopda Hardiansyah dan 4 Nelayan Hilang Belum Ditemukan
Previous
Newer PostNext
Older Post
RADIO SONG FM INDRAMAYU
Updated at:
15:17:00
