Panas Bumi di Cilayu dan Ciarinem Segera Dimanfaatkan

Posted by Admin Saturday, 20 September 2014

GARUT - Sumber daya panas bumi yang berlokasi di Cilayu, Kecamatan Cilawu dan di Ciarinem, Kecamatan Pakenjeng dalam waktu dekat akan segera dimanfaatkan untuk keperluan kelistrikan. Pemanfaatannya diprioritaskan untuk wilayah Garut Selatan yang di beberapa titik masih belum dapat terjangkau instalasi listrik.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan panas bumi di dua lokasi itu dapat didistribusikan ke daerah lain di Jawa Barat. Pernyataan tersebut tertuang dalam acara Pemaparan Rencana Investasi Panas Bumi Di Kabupaten Garut yang berlangsung Jumat (19/9/2014) di Aula Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) Garut, jalan Raya Samarang.
Berdasarkan data yang dirilis Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi di kementerian ESDM, sumber daya spekulatif di Cilayu diperkirakan sebesar 100 MW sedangkan di Ciarinem sebesar 25 MW. Titik potensial panas bumi di Cilayu berjumlah 102 sedangkan ada 109 titik di Ciarinem.
Saat ini Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi yang sudah berproduksi di Garut di antaranya adalah PLTP Kamojang (200 MW) dan PLTP Darajat (270 MW). Dalam waktu dekat, PLTP Karaha Boas (30 MW) juga akan segera beroperasi.
Sementara itu, PLPT Cilayu dan Ciarinem yang berada di Garut selatan diarahkan untuk penyediaan infrastruktur listrik di kawasan tersebut dan mendorong masuknya arus investasi. Infrastruktur lisrtik sangat dibutuhkan mengingat pemengambangan wilayah Jawa Barat Selatan sedang gencar gencarnya digalakan.
Menurut Kepala Bidang Energi dan Ketenagalistrikan Dinas SDAP, Siswanto Jatnika, umumnya lokasi sumber daya panas bumi berada di wilayah kehutanan seperti hutan lindung dan hutan masyarakat. Proses eksplorasinya juga tidak jarang bersinggungan dengan instansi lain baik milik pemerintah maupun swasta.
“Oleh sebab itu, sosialisasi pemanfaatannya sangat diperlukan agar masyarakat dan instansi terkait dapat mengenalinya jika suatu perusahaan yang ditunjuk turun bekerja di lapangan,” ujarnya.
Akan tetapi, menurut Siswanto, proses pemanfaatannya kini harus dipelajari kembali karena kebijakan baru terkait perizinan pengelolaan energi terbarukan dikembalikan lagi ke pemerintah pusat.
Salah satu perusahaan yang berminat mengelola potensi panas bumi di Cilayu dan Ciarinem adalah PT. Garut Energi. Direktur Utama PT. Garut Energi, Hasanuddin menyatakan, ada 15 tahapan yang harus dilalui sebuah badan suaha untuk dapat memproduksi listrik dari panas bumi.
“Kami sudah masuk tahap dua yaitu sosialisasi dan koordiansi dengan pihak lain. Oktober ini atau paling lambat Januari 2015, kami mulai mengajukan permohonan survei. Kalau kami perhitungkan, proses produksi baru berjalan 6 tahun lagi setelah semuanya tehapan selesai termasuk eksporasi selama 3 tahun serta ekspolitasi dan studi kelayakan selama 2 tahun. Bisa juga lebih lama alau ada hambatan,” ucap Wahyuddin.
Menurutnya, nilai investasi yang diperlukan sampai tahap survey berkisar antara Rp 10-15 miliar bergantung luas wilayah. Berdasarkan kalkulasi awal, luas wilayah yang dapat dimanfaatkan diperkirakan sekitar 15-30 ribu ha.
Wahyuddin yakin, pemanfaatan potensi panas bumi di Cilayu dan Ciarinem tidak akan berbenturan dengan peraturan yang berlaku. Kedua lokasi itu ditetapkan sebagai kawasan PLTP berdasarkan Perda nomor 22 tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat Tahun 2009-2029. Payung hukum itu diperkuat pula oleh Perda Kabupaten nomor 29 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Garut Tahun 2011-2031., (PRLM).

loading...
»Share or Like News: Panas Bumi di Cilayu dan Ciarinem Segera Dimanfaatkan
RADIO SONG FM INDRAMAYU Updated at: 15:47:00

GUMIWANG KOMUNIKA INDRAMAYU

VIDEO KABAR ARTIS

VIDEO LAGU BARU SONG FM

INFO GEMPA KLIK DIBAWAH