Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat basis data nelayan berupa pemetaan data rinci (by name by address) sehingga bantuan bagi nelayan menjadi tepat sasaran serta pemantauan (monitoring) dapat dilakukan secara efektif.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif
C.Sutardjo mengatakan bahwa informasi mengenai berbagai profil dan
karakteristik rumah tangga miskin menurut sektor/sub sektor sangat
dibutuhkan. Hal tersebut disebabkan pengentasan dan penanggulangan
kemiskinan bisa berbeda antar wilayah , sektor maupun kelompok dan
penduduk.
Dalam mendata jumlah masyarakat kurang
mampu yang ada di Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah
memperkuat sinergi dengan antara lembaga (KL) serta pemerintah daerah (Pemda).
Sedangkan kegiatan di lokasi Program PKN dikelompokkan menjadi tiga
kelompok sasaran, yaitu bantuan untuk individu, kelompok dan penguatan
sarana prasarana PP/PPI. Hal itu dilakukan agar program pro nelayan ini
dapat efektif dan tepat sasaran.
Program ini secara konsisten terus
menyisir 816 pelabuhan perikanan dan pangkalan pendaratan ikan (PP/PPI).
Tercatat sepanjang tahun 2011 telah dikembangkan 100 unit PP/PPI.
Kemudian pada tahun 2012 terdata sebanyak 400 unit PP/PPI yang terdiri
dari 1.426 desa dengan 112.037 rumah tangga nelayan tak mampu telah
dijangkau program ini. Sedangkan di tahun 2013 tercatat sebanyak 200
unit PP/PPI dan di tahun 2014 sebanyak 116 unit PP/PPI pun tak luput
dari sentuhan program PKN.
Sejak digulirkannya program PKN di tahun
2011, Kementerian Kelautan dan Perikanan berhasil merealisasikan
berbagai capaian positif dalam penguatan sarana dan prasarana di PP/PPI.
Semisalnya, telah dibangunnya pabrik es sebanyak 60 unit, lalu diikuti
dengan berdirinya cold storage sebanyak 30 unit dan
solar
Dalam evaluasi pelaksanaan Program PKN
tahun ini tercapai empat kesepakatan yang akan ditindaklanjuti dalam
percepatan pelaksanaan program PKN. Pertama adalah penetapan PP/PPI
sebagai lokasi program PKN perlu dilakukan melalui studi masterplan sehingga kegiatan lintas sektor dapat diintegrasikan.
Kedua yaitu mengkaji ulang jumlah PP/PPI lokasi program PKN dengan pendekatan cluster
kawasan dan pembangunan infrastruktur/hubport. Ketiga terkait dengan
penguatan peran pemerintah antara lain keterpaduan kegiatan yang
bersumber dari APBD. Keempat yaitu menyusun pedoman teknis pelaksanaan
program PKN oleh secretariat Pokja Pusat.
Untuk meningkatkan jiwa wirausaha dan
pendapatan nelayan program tersebut memiliki delapan kegiatan. Kedelapan
kegiatan yang telah dan akan terus dilaksanakan antara lain pembuatan
rumah murah, pekerjaan alternatif dan tambahan bagi keluarga nelayan,
skema UMK dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembangunan SPBU solar,
pembangunan cold storage, angkutan murah, fasilitas sekolah/puskesmas, dan fasilitas bank rakyat.
Pemerintah dalam hal ini Kementerian
Kelautan dan Perikanan terus memacu program Sertifikasi Hak Atas Tanah
Nelayan (SeHat). Tercatat sejak digencarkannya bantuan bagi para pelaku
utama perikanan capaian realisasi SeHAT menunjukkan tren positif dengan
dijangkaunya nelayan tangkap dan pembudidaya yang dibekali oleh 37.085
bidang tanah. Kementerian Kelautan dan Perikanan pun menyatakan
optimismenya bahwa di tahun 2014 ini sebanyak 20 ribu bidang tanah akan
dapat dinikmati para pelaku utama perikanan.
Program PKN yang melibatkan 11
kementerian dan lembaga itu juga telah menyalurkan bantuan kapal kepada
nelayan tak mampu. Hal ini sebagai langkah percepatan pengembangan sub
sektor perikanan tangkap. Bantuan tersebut berupa penyediaan kapal
penangkapan ikan dengan ukuran 10 grosston (GT), 15 GT dan 30 GT. Lebih
rinci, sepanjang tahun 2011-2013 Kementerian Kelautan dan Perikanan
telah menyalurkan 535 unit kapal berbagai ukuran tersebut. Hingga tahun
2014, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menyalurkan bantuan kapal
dengan berbagai tonase tersebut sebanyak 656 unit kapal.
Selain itu Kementerian Kelautan dan
Perikanan menargetkan hingga tahun 2014 ini para pelaku usaha perikanan
akan mendapatkan bantuan Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP)
perikanan tangkap bagi 4.641 kelompok usaha bersama. Bantuan PUMP
pengolahan untuk 1984 kelompok Pengolah & Pemasar dan tak luput
sebanyak 1500 kelompok pembudidaya ikan dan 3.356 kelompok usaha garam
turut mendapatkan bantuan segar.
Terkait fasilitas program konversi bahan
bakar minyak ke bahan bakar gas, Kementerian Kelautan dan Perikanan
telah menyalurkan sebanyak 600 unit konverter kit kepada para pelaku
perikanan. Langkah strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan ini bak
menjadi oase di tengah menipisnya stok BBM nasional.
Hal tersebut diadasari BBM selama ini
merupakan komponen terbesar bagi nelayan, yaitu 60 persen dari biaya
operasional kapal untuk sekali pergi melaut. Tujuan akhir dari
keseluruhan bantuan tersebut agar nelayan selalu berpendapatan sehingga
mampu meminimalisir nelayan yang paceklik pendapatan dalam selang waktu
tertentu.
loading...
»Share or Like News:
Pemerintah Berkomitmen Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

