GARUT - Empat kecamatan di Kabupaten Garut mengalami krisis air bersih pada awal musim kemarau tahun ini. PDAM Tirta Intan Kabupaten Garut pun siap menyalurkan bantuan air bersih melalui kendaraan tangki ke permukiman warga yang mengalami krisis air bersih.
Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan warga di Kecamatan Selaawi dan Kecamatan Cibatu mulai kesulitan mendapat air bersih sejak beberapa hari lalu. Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dik Dik Hendrajaya, tidak hanya dua kecamatan di utara Garut itu, Kecamatan Limbangan dan Bungbulang pun mengalami krisis air bersih.
"Kami baru mendapat informasi mengenai krisis air bersih ini dari empat kecamatan di Garut bagian utara dan selatan. Belum ada laporan kerugian mengenai kekeringan pada lahan pertanian," kata Dik Dik, Kamis (4/9).
Permohonan kebutuhan air bersih, kata Dik Dik, antara lain dari Kampung Banen, Desa Limbangan Timur, Kecamatan Limbangan. Sebanyak 8 RW di Kecamatan Selaawi pun mengajukan pengadaan air bersih, di antaranya Kampung Lame, Karaplak, Ciloa, Ciloa Simpang, Pacar Badak, Nagrak, dan Jati Tugu.
Di Kecamatan Cibatu, kata Dik Dik, terdapat 11 desa yang rawan air bersih, antara lain Desa Cibatu, Sindangsuka, Mekarsari, Kertajaya, Wanakerta, Girimukti, Cibunar, Karyamukti, Sukalilah, Padasuka, dan Keresek.
"Selanjutnya BPBD berkoordinasi dengan PDAM untuk mendistribusikan air bersih untuk keperluan makan dan minum. Di samping itu, BPBD telah membuat surat ke BPBD Provinsi Jabar untuk pembuatan pipanisasi, jerigen, dan sumur bor, untuk mengantisipasi rawan air bersih," katanya.
Sebelumnya, tutur Dik Dik, diperkirakan sebanyak 18 kecamatan di Kabupaten Garut akan mengalami krisis air bersih pada musim kemarau tahun ini. Pihaknya pun telah mengajukan pengadaan fasilitas air bersih atau penyaluran air bersih.
Direktur PDAM Tirta Intan Kabupaten Garut, Doni Suryadi, mengatakan siap menyalurkan air bersih ke permukiman yang mengalami krisis air bersih. Sampai Kamis (4/9), baru Desa Limbangan Timur yang mengajukan permintaan air bersih sebanyak tiga tangki air bersih dalam seminggu.
"Prosedurnya, warga yang mengalami krisis air bersih memohon pembuatan surat dari kecamatannya yang ditujukan kepada Bupati dengan tembusan kepada BPBD dan PDAM Kabupaten Garut. Kemudian kami akan mulai menyalurkan air bersihnya," kata Doni.
Pengadaan air bersih tersebut, katanya, tidak dipungut biaya karena berasal dari anggaran PDAM. Namun selanjutnya, PDAM akan mengajukan penggantian biaya operasional penyaluran air bersih, berupa biaya transportasi, kepada Bupati Garut.
"Pada musim kemarau tahun lalu, kami menyalurkan air bersih ke 6 kecamatan di Garut bagian utara. Kami akan menyalurkan air bersih kembali tahun ini sesuai dengan prosedurnya," kata Doni.
Doni mengatakan seluruh sumber air PDAM Tirta Intan Kabupaten Garut mengalami penurunan debit air dari 10 sampai 50 persen. Hal ini disebabkan menurunnya debit air pada musim kemarau.
Enam sumur bor milik PDAM di Kecamatan Karangpawitan, kata Doni, mengalami penurunan debit air di atas 50 persen. Jika biasanya satu sumur bor menghasilkan 10 liter air bersih per detik, kini hanya menghasilkan 2,5 liter air per detik.
Kata Doni, sumber air utama yang dikelola PDAM di Bayongbong dan Samarang hanya mengalami penurunan debit air sampai 10 persen. Dengan demikian, pelayanan kepada warga masih bisa dilakukan secara optimal. (sam/trb)
loading...
»Share or Like News:
Pengadaan Air Bersih di Garut Tak Dipungut Biaya

