Unjuk Rasa PMII Berakhir Ricuh

Posted by Admin Thursday, 4 September 2014

SUBANG - Aksi mahasiswa tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Subang menolak pelantikan anggota DPRD Subang pembohong, Rabu (3/9/2014) di bundaran RS PTPN berakhir ricuh. Dua mahasiswa sempat diamankan dan aksi mereka dibubarkan petugas Polres Subang.
Bertepatan dengan digelarnya rapat paripurna istimewa pengambilan sumpah anggota DPRD Subang masa jabatan 2014 - 2019, diwarnai aksi unjuk rasa dari beberapa elemen. Selain di bundaran RS PTPN, unjuk rasa gabungan beberapa elemen juga berlangsung di gerbang selatan kantor Pemkab Subang arah gedung dprd. Mereka tak bisa mendekat ke gedung dewan, sehingga mereka melakukan orasi pada jarak cukup jauh.

Sementara unjuk rasa mahasiswa tergabung dalam PMII sempat beberapa kali bersitegang petugas kepolisian. Awalnya mereka meminta hendak mendekat ke gedung DPRD, tetapi tidak diijinkan sehingga mereka berorasi bundaran RS PTPN.
Suasana menjadi tegang ketika para mahasiswa hendak melakukan aksi bakar ban bekas. Seorang petugas merebut ban yang hendak dibakar hingga mahasiswa terjatuh, langsung mengundang reaksi para mahasiswa. Anggota polisi lain pun langsung berhamburan mendekati pengunjuk rasa, tetapi ketegangan mereda masing-masing pihak berusaha mengendalikan rekan-rekannya. Suasana sempat tegang lagi, saat mereka hendak memaksa menuju gedung dewan tidak diijinkan petugas.
Mahasiswa akhirnya melanjutkan aksi sambil melakukan bakar kertas dan barang lain seadanya di jalan. Kericuhan terjadi ketika seorang mahasiswa menyiram api dengan bensin. Petugas langsung menyerbu kumpulan aksi, sehingga terjadi kericuhan, dan mengamankan dua orang pengunjukrasa. Mahasiswa sempat bertahan karena ada dua rekannya tak ada dilokasi, mereka meminta agar dua rekannya segera dibebaskan. Setelah melakukan negosiasi akhirnya petugas memperbolehkan, Ketua PMII Subang Imron, menjemput dua rekannya, sehingga bisa dibebaskan.
Imron mengungkapkan melakukan aksi bakar ban karena tak diijinkan menyampaikan aspirasi ke gedung dewan. "Aksi kami merupakan gerakan moral, menolak anggota DPRD pembohong yang dilantik. Sebab ada di antaranya ketika kampanye demi pencitraan mengaku-ngaku sebagai tukang tambal ban. Padahal orangnya, jelas-jelas memiliki toko spare part dan bengkel. Kami menolak anggota DPRD Pembohong," katanya.
Dia juga mendesak para anggota DPRD yang diambil sumpahnya agar merealisasikan janji-janjinya ketika kampanye. "Kami minta para anggota dewan yang dilantik, tidak membohongi rakyat. Kerjakan fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan yang berpihak kepada rakyat," tegasnya.
Sementara itu di gedung DPRD, rapat paripurna istimewa pengambilan sumpah para anggota DPRD Subang masa jabatan 2014 - 2019 berlangsung lancar. Dari 50 anggota DPRD tersebut, 29 orang merupakan anggota baru, dan 21 lainnya anggota DPRD lama. Rapat paripurna istimewa dihadiri Bupati Subang, Ojang Sohandi, Wabup Imas Aryumningsih, Unsur Muspida, para pejabat, serta tamu undangan. Hadir pula Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, dan beberapa perwakilan daerah lainnya., (PRLM).

loading...
»Share or Like News: Unjuk Rasa PMII Berakhir Ricuh
RADIO SONG FM INDRAMAYU Updated at: 22:46:00

GUMIWANG KOMUNIKA INDRAMAYU

VIDEO KABAR ARTIS

VIDEO LAGU BARU SONG FM

INFO GEMPA KLIK DIBAWAH