Petani Ciemas Tagih Janji Bupati

Posted by Admin Monday, 17 November 2014

PALABUHANRATU - Para petani di Kecamatan Ciemas menagih janji Bupati Sukabumi Sukmawijaya yang akan membuatkan saluran irigasi ke persawahan untuk empat desa. Janji Bupati tersebut digaungkan sejak menjabat dari periode pertama, 10 tahun lalu.
Berdasarkan pantauan "PRLM", Minggu (16/11/2014), walaupun sudah memasuki musim hujan, ribuan hektare sawah di empat desa itu masih banyak yang belum memasuki musim tanam. Tampaknya, tak adanya sumber air dan air hujan yang belum mencukupi membuat para petani belum menanam padi.

Ketua Gabungan Kelompak Tani Desa Mekarsakti dan mantan Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan Kecamatan Ciemas Amat Surahmat (68) mengatakan, para petani belum menggarap padi mereka lantaran musim hujan belum memasuki puncaknya. Terlebih, persawahan di empat desa, yaitu Desa Mekarsakti, Desa Ciwaru, Tamanjaya, dan Mandrajaya, merupakan sawah tadah hujan.
Dengan kondisi demikian, maka para petani padi sangat mengandalkan puncak musim hujan pada awal tahun. "Selama ini sawah baru ditanam ketika musim hujan saja, otomatis hanya bisa sekali tanam dalam setahun," katanya.
Dia menceritakan, dulu para petani pernah memaksakan tanam dua kali dalam setahun, tetapi yang terjadi saat tanam kedua malah gagal panen. Hal tersebut terjadi karena menurunnya intensitas air hujan kendati masih dalam musim hujan.
Oleh sebab itu, dia meminta Bupati agar menepati janjinya 10 tahun lalu yang akan membuat saluran irigasi dari Curug Awang. "Dulu, saya sebagai tim sukses, beliau pernah menjanjikan dua hal, yaitu untuk m***karkan Desa Ciwaru dan membuat irigasi," ujarnya.
Untuk pemekaran Desa Ciwaru, dia bersyukur hal tersebut dipenuhinya. Pasalnya, sebelum tahun 2005, Desa Ciwaru adalah desa dengan populasi terpadat di Kecamatan Ciemas dengan total penduduk sekitar 12.000 jiwa. Setelah dimekarkan, jumlah penduduknya sekitar 8.600 jiwa. "Alhamdulillah, untuk janji pemekaran sudah terealisasi sehingga tidak terlalu padat penduduk Ciwaru," tuturnya.
Akan tetapi, keluhnya, janji Bupati yang akan membuat saluran irigasi tak kunjung ditepati. Padahal, dengan adanya sistem irigasi, 3.400 ha sawah di empat desa bisa terairi sepanjang tahun. Dia menambahkan, bila sekarang musim tanam hanya sekali, dengan adanya irigasi, bisa tiga kali tanam atau minimal dua kali tanam dalam setahun.
Iwan Muhdiyawan, tokoh masyarakat yang juga mantan Ketua Badan Permusyawaratan Desa Mekarsakti selama dua periode, mengaku miris dengan kondisi persawahan di empat desa tersebut. Lantaran, Kecamatan Ciemas memiliki setidaknya tiga curug, yaitu Curug Awang, Curug Marinjung, dan Curug Cikanteh, yang bisa mengaliri lahan pertanian di empat desa tersebut.
"Sebagai daerah dengan julukan lumbung padi, tapi musim tanam hanya sekali. Padahal, kalau bisa 2 atau 3 kali tanam akan menambah produksi padi," ucapnya.
Bila dihitung secara kasar, kata Iwan, dalam 1 ha bisa menghasilkan 5-6 ton setiap panen. Jika 5 ton saja dikalikan 3.400 ha, diperoleh 17.000 ton per sekali tanam. "Jika tiga kali tanam, bisa diperoleh sekitar 51.000 ton," tambahnya.
Sementara itu, menurut anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Ujang Abdurrohim Rochmi yang juga warga Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, bagi para petani sawah di empat desa tersebut dengan luas sawah sekitar 3.400 ha, yang dikatakan kekeringan itu seharusnya tidak terjadi. Sebab, di Kecamatan Ciemas memiliki sumber mata air yang cukup melimpah sekalipun pada musim kemarau, yaitu Curug Awang, Curug Marinjung, dan Curug Cikanteh.
Menurut dia, sawah tadah hujan seharusnya tidak ada kalau saja terdapat sistem penyaluran air yang baik ke empat desa tersebut. Lebih idealnya, untuk penyaluran air disalurkan melalui pipa dan kolam penampung di bawah bukit Curug Awang sejauh 3 km. Dari kolam penampungan tersebut bisa didistribusikan ke empat desa dengan pembuatan pipa sepanjang 4 km dan tembok penahan tebing di sepanjang pemipaan.
"Apabila saluran irigasi terbangun, bukan hanya petani sawah yang diuntungkan, kebutuhan air rumah tangga pun bisa terpenuhi," ucapnya.
Oleh karena itu, dia menegaskan, salah satu motivasinya menjadi anggota dewan pun agar Kecamatan Ciemas bisa mengejar ketertinggalannya. "Terlebih, janji Bupati 10 tahun lalu yang belum juga merealisasikan sistem irigasi hingga hari ini," ujarnya. , (PRLM).

loading...
»Share or Like News: Petani Ciemas Tagih Janji Bupati
RADIO SONG FM INDRAMAYU Updated at: 15:15:00

GUMIWANG KOMUNIKA INDRAMAYU

VIDEO KABAR ARTIS

VIDEO LAGU BARU SONG FM

INFO GEMPA KLIK DIBAWAH