Indramayu – Puluhan warga yang
terdiri dari kaum ibu-ibu Perumahan Nelayan Desa Karangsong Kecamatan/Kabupaten
Indramayu, melakukan aksi blokir jalan, pada proyek pengerukan tanah empang yang
baru berjalan sekitar 10 hari, Minggu, 26/4/2015.
Aksi tersebut dipicu oleh maraknya
kecelakaan kendaraan roda dua yang dikemudikan warga sekitar akibat jalanan
licin imbas dari ceceran tanah pengerukan ke jalan aspal yang diangkut truck
proyek terebut.
“Banyak warga kami yang alami
kecelakaan, bahkan para pelintas di jalan ini banyak juga yang menjadi
korbannya,” Tendas Wintoro Ketua RW.04, kepada awak media. Minggu 26/5/2015.
Lanjut Wintoro, seharusnya pihak Kontraktor
bertanggung jawab atas segala sesuatu yang kemungkinan terjadi saat melakukan
pekerjaan tersebut, tidak hanya di lokasi namun juga pada segi jalan yang
dilalui truck pengangkut, termasuk membersihkan ceceran tanah yang berjatuhan
dijalan yang mengakibatkan jalan licin saat turun hujan, hal itu menurut
Wintoro, sebaiknya agar pihak kontraktor memiliki petugas khusus untuk
membersihkannya, agar jalan tersebut tidak menjadi licin pasca diguyur hujan
nantinya.
“Seharusnya pihak kontraktor sejak
awal pastinya sudah menghitung, atas segala kemungkinan hal-hal yang seperti
ini,sudah banyak korban baru bertindak,” Ujarnya.
Masih menurut Wintoro, tercatat dalam
semalam sebanyak 7 (tujuh) warga mengalami kecelakaan , Mereka (Korban_red)
rata-rata tidak mampu mengendalikan sepeda motornya dan terjatuh, hal tersebut
diakibatkan oleh banyaknya ceceran tanah yang tidak segera dibersihkan sehingga
jalanpun menjadi licin saat terkena air hujan.
Senada, Catiman Ketua Rt.01
menuturkan, Sebanyak 3 (tiga) korban diantaranya harus dilakukan perawatan
serius di ruang Unit Gawat Darurat RSUD Indramayu, bahkan salah satu korban
masih berusia balita, ketiga korban luka serius tersebut yakni, Rena (30),
Sinta (4), dan Rohidah (17), ketiganya warga Rt.01/04 Perumahan Nelayan Desa
Karangsong Kecamatan/Kabupaten Indramayu.
“Kecelakaan semalam totalnya ada
tujuh korban, namun ada tiga yang parah dan dilarikan ke rumah sakit, bahkan
salah satunya masih usia balita, jelas atas insiden ini kami minta pertanggung
jawaban pihak pelaksana proyek, agar bertanggung jawab,” Ungkap Catiman (45),
Ketua Rt.01 Kepada awak media.
Pantauan lapangan, setelah tuntutan
warga dipenuhi dan disetujui oleh pihak kontraktor proyek pengerukan yang
disampaikan melalui lurah desa setempat, Kadirin (Balong), puluhan warga yang
melakukan aksi dengan menutup jalan akses keluar masuk proyek pengerukan empang
tersebut, kemudian membubarkan diri, kendaraan dan alat berat proyekpun kembali
beroperasi.
“Pihak pelakasana (Kontraktor_red) sudah
menyampaikan siap bertanggung jawab membiyai pengobatan para korban, dan telah
menambah tim khusus sebanyak 3 (Tiga) orang, untuk membersihkan ceceran tanah
di jalan yang sebagaimana dimaksud,” Jelas Kadirin, Lurah Desa Karangsong,
Kepada sejumlah awak media saat ditemui di lokasi.
loading...
»Share or Like News:
Warga Perum Nelayan Karangsong Blokir Jalan, Keluhkan Proyek Pengerukan Empang

