Indramayu - Pesatnya perkembangan
teknologi informasi ibarat pisau bermata dua. Satu sisi mem-berikan jaminan
kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda untuk me-ningkatan
pengetahuan dan skill. Namun, pada sisi yang lain membawa dampak negative yang
siap merongrong generasi muda saat ini.
Untuk itu, pemuda Indramayu harus
mampu untuk membendung dan meminimalisir dampak negative teknologi informasi
yang sudah begitu akrab dengan masyarakat saat ini. Hal tersebut ditegaskan Bupati
Indramayu Hj. Anna Sophanah ketika menjadi inspektur upacara pada peringatan
Hari Sumpah Pemuda ke-87 tahun 2015 tingkat Kabupaten Indramayu yang
dilaksanakan di lapangan bola Desa Majasih Kecamatan Sliyeg, Rabu (28/10/2015).
Menurut Anna Sophanah,
informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari pornografi, narkoba,
pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya
tanpa dapat dibendung dengan baik. Jika pemuda tidak mampu untuk membendung
dampak negative tersebut, kemudahan teknologi informasi ini maka akan dengan
mudah diserap dan dicerna oleh siapapun yang melihat dan menggunakannya. Akan
lahir pula generasi baru yang memiliki pola pikir serba cepat, serba instan,
lintas batas, cenderung individualistik dan pragmatik.
“Akhir-akhir ini kita disuguhkan
kasus-kasus kekerasan dan pembunuhan yang melibatkan anak-anak muda
kita".Terangnya.
Setelah ditelusuri, kasus-kasus
tersebut bermula dari interaksi di sosial media. Sosial media, telah menjelma
menjadi tempat favorit berkumpulnya anak-anak muda lintas negara, lintas
budaya, lintas agama. Interaksi mereka di sosial media berjalan real time 24
jam. Tidak mudah bagi orang tua, guru, lembaga pendidikan termasuk negara untuk
dapat mengontrolnya.
Untuk itu pada momentum peringatan
Hari Sumpah Pemuda tahun ini, berharap para pemuda Indramayu memiliki
kemandirian untuk mengambil keputusan-keputusan terbaik secara jernih sesuai
dengan akal sehat mereka, tanpa harus tergantung dari kehadiran orang tua
maupun negara di sampingnya.
“Sudah bukan eranya lagi pemuda
diawasi, dikekang apalagi diintimidasi. Saatnya kita memberikan pendampingan,
fasilitasi dan motivasi kepada mereka untuk berkembang dan maju sesuai dengan
kemampuan yang mereka miliki, “ kata Anna.
Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda
tersebut juga diresmikan kegiatan Kemah Bakti Pemuda yang diikuti oleh 1000
pemuda, dan diresmikannya rumah kreativitas pemuda dan website KNPI.(Haris/SONGFM).
loading...
»Share or Like News:
Pemuda Harus Minimalisir Dampak Negatif Teknologi Informasi
