INDRAMAYU
- Baznas Kabupaten Indramayu kembali menyalurkan distribusi zakat, infaq, dan
shodaqah untuk para pelajar yang tidak mampu di Kabupaten Indramayu. Jumlah
yang disalurkan mencapai 607 juta yang diperuntukan bagi 3.108 siswa. Acara
penyerahan dipusatkan di Aula SMA Negeri 1 Sindang, Jum’at (26/02/2016).
Ketua
Baznas Kabupaten Indramayu, Drs. H. Muhdor, M.Si menjelaskan perolehan zakat
infaq dan shodaqah selama tahun 2015 mencapai 3.947.349.095,20 jumlah
tersebut mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan perolehan tahun 2014
yang mencapai 2.101.140.104,59 atau mengalami peningkatan 87,87 persen.
Sementara perolehan zakat infaq dan shodaqah tahun 2015 dari para guru dan
pegawai SMP/SMA/SMK mencapai 996.959.843,24.
“Jumlah
yang kita bagikan saat ini adalah diperoleh dari zakat infaq dan shodaqah guru
dan pegawai SMP, SMA, SMK. Hasil dari sekolah maka kita kembalikan lagi ke
sekolah yaitu murid-murid yang tidak mampu yang jumlahnya mencapai ribuan,”
kata Muhdor.
Muhdor menambahkan, jumlah yang disalurkan
untuk siswa-siswi kurang mampu adalah sebesar 607.350.380,78 untuk 3.108 siswa
atau 62,5 persen. Sementara untuk amilin UPZ SMP/SMA/SMK sebesar 74.771.988,24
atau 7,5 persen, untuk amilin Baznas dan UPZ Dinas Pendidikan sebesar
49.847.992,16 atau 5 persen sedangkan untuk sabililah yang didayagunakan oleh
Baznas Kabupaten Indramayu adalah sebesar 249.239.960,81 atau 25 persen.
Sementara
itu Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah menjelaskan, saat ini perolehan zakat
profesi memang masih belum maksimal hal ini karena masih adanya keraguan dari
para muzaki dalam membayar zakat. Berbagai alasan dilontarkan untuk tidak
membayar zakat diantaranya karena gaji yang masih minim atau bahkan ada yang
gajinya minus hingga kurang transparan nya pengelolaan zakat oleh Baznas.
Anna menambahkan, agar perolehan zakat lebih
maksimal lagi maka akan segera disusun Peraturan daerah tentang pengelolaan
zakat sebagai tindak lanjut UU Nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat
dan PP Nomor 14 tahun 2014.
“Jika
nanti ada perda maka akan mengikat semua lapisan masyarakat yang beragama islam
di Kabupaten Indramayu, saya yakin perolehan zakat di Indramayu bisa meningkat.
Selain itu transparansi pengelolaan zakat oleh Baznas harus bisa ditingkatkan,”
tegas Anna.
Pada
kesempatan itu juga diberikan penghargaan kepada sekolah yang menjadi terbaik
dalam pengelolaan zakat infaq dan shodaqah di sekolahnya masing-masing. Untuk
jenjang SMP diberikan kepada SMP Negeri 1 Balongan, sementara untuk SMA
diberikan kepada SMA Negeri 1 Anjatan, dan SMK diberikan kepada SMK Negeri
Krangkeng.
loading...
»Share or Like News:
Baznas Berikan Bantuan Bagi 3.108 Siswa Tidak Mampu

