INDRAMAYU - Ratusan hektar areal sawah pertanian milik petani di dua desa Jambak dan Jatisura di Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu terendam sekira 40 cm, Selasa (9/2/2016). Rendaman itu menyusul sebuah tanggul Sungai Anyar di Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung jebol sekira 20
meter. Untuk mengantisipasi meluasnya dampak banjir, dinas Pengairan dan Pertambangan (Tamben) Kabupaten Indramayu kerahkan satu unit escavator untuk menambal sementara tanggul yang jebol tersebut.
Peristiwa ini terjadi Senin (8/2/2016) malam akibat sungai yang dapat menampung debit air. Dan ditambah lagi saat curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut.Tanggul yang mengalami kerusakan sepanjang 20 meter dengan ketinggian delapan meter ini berdampak pada terendamnya areal pertanian milik warga. Sehingga air deras mengalir ke areal persawahan warga di dua desa yakni Desa Jatisura dan desa Jambak seluas 440 hektar sawah. Di desa Jambak air merendam seluas 430 hektar. Sementara 10 hektar lainnya di Desa jatisura, Kecamatan cikedung. Terendamnya areal pertanian ini tentu saja merugikan petani karena tanaman padi yang ditanam baru berusia dua minggu, dan terancam gagal tanam.
Salah satu petugas dinas Tamben Slamet Setiadi mengatakan, tanggul yang jebol ini terjadi akibat kondisi tanggul yang sudah rapuh, serta tak mampu menahan debit air yang tinggi. Untuk mengantisipasi terjadinya luapan air yang meluas dinas Pengairan dan Pertambangan kabupaten Indramayu mengerahkand satu unit escavator untuk menambal sementara tanggul yang jebol tersebut. " Kondisi ini diperparah lagi karena debit air yang deras ditambah curah hujan cukup tinggi di level 80 dan Cikedung 90. Sehingga tanggul yang semula rapuh tidak dapat menahan air tersebut, " kata dia.
Sementara dikatakan Wadi (41 tahun), tanggul yang jebol ini akibat erosi menyusul debit air di sungai tinggi dan deras. Lokasi jebolnya tanggul tersebut tepatnya di tanggul saluran induk barat BT-11a Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung dengan panjang sekitar 20 meter dan lebar 3 meter kedalaman 8 meter. Peristiwa itu bersamaan dengan datangnya hujan deras pada Senin (7/2/216) sekitar pukul 17.00 WIB kemarin. Sehingga membuat debit air sungai yang semula besar bertambah besar.
Dilokasi kejadian diduga karena hantaman air membuat tanggul tidak mampu menahan hantaman air yang terus membesar. Dan akhirnya tanggul itu jebol sedikit demi sedikit hingga akhirnya luapan air meluber ke sawah-sawah yang ada disekitar lokasi. Warga dibantu perangkat desa serta, jajaran Polsek setempat bersama anggota koramil pun turun tangan untuk mengatasi hal tersebut. Namun karena air membesar, mereka harus menunggu surutnya air. “Namun begitu, warga, polisi dan anggota koramil tetap berjaga-jaga dengan tujuan agar air tidak naik ke pemukiman, ” papar dia.
Dia bersama warga yang lain berharap agar tanggul yang jebol tidak melebar. “Mudah-mudahan saja hujan tidak turun lagi sementara kami menambal tanggul itu, ” harapnya
loading...
»Share or Like News:
Tanggul Jebol, Ratusan Hektar Sawah Terendam
