INDRAMAYU - Peristiwa air laut yang naik ke daratan (rob) di hari kedua ini masih melanda kawasan rumah penduduk. Kali ini, rob masih menggenangi ribuan rumah warga di Desa Eretan Wetan dan Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Selasa (15/11/2016).
Meski surut hanya beberapa centimeter dari hari kemarin, namun air rob yang rata-rata menggenangi rumah penduduk pesisir dengan ketinggian antar 20 hingga 40 centimeter masih terjadi. Kendati tergenang, warga setempat masih enggan untuk mengungsi karena kejadian itu telah dianggapnya sudah biasa.
Dikatakan Edi, rob kali ini merupakan yang terparah dalam setahun terakhir yang biasanya air rob akan cepat surut dan ketinggiannya tak mencapai hingga satu meter.
“Selain itu, rob biasanya datang pada sore hari, namun pada Senin kemarin, rob datang sejak pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB, ” tutur Edi.
Dikatakan Edi, kejadian rob bagi warganya dianggap sudah terbiasa. Namun warga kali ini tetap dibuat kesulitan karena air rob menggenangi jalan-jalan desa sehingga menyulitkan akses dan mobilitas warga, terutama mobil pengangkut ikan dari tempat pelelangan ikan (TPI) desa setempat.
Meski begitu, lelang ikan masih tetap berjalan. Hanya terhambat saat pengiriman karena jalan tergenang air. Kesulitan yang sama dialami para warga yang menjalankan usaha pembuatan ikan asin. Mereka menjadi sulit untuk menjemur ikan yang telah diasinkan sebelumnya.
Terjang tambak
Tak hanya menggenangi rumah warga dan jalan desa, rob yang diperparah oleh meluapnya Sungai Ciperawan akibat tingginya curah hujan di wilayah selatan juga menerjang areal tambak. Sedikitnya 200 hektare tambak milik warga di Blok Prempu, Desa Eretan Wetan, ikut terendam air.
“Dari hasil koordinasi muspika dengan BPBD Indramayu belum perlu didirikan tenda untuk pengungsian. Sebab diduga rob akan surut setelah cuaca panas, ” aku Edi.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dikumpulkan di lapangan, lokasi-lokasi yang dilanda rob yakni, Desa Ereten Wetan sebanyak 350 rumah meliputi Blok Prempu I, Blok Prempu II, Blok Pangpang I, Blok Pangpang II dan Blok Condong.
Sedangkan Desa Ereten Kulon yang terkena banjir rob sekitar 200 rumah meliputi Blok Desa I, Blok Desa II, Blok Pangpang I, Blok Pangpang II, Blok Kebon I dan Blok Kebon II.
Banjir rob atau air pasang laut di Eretan Wetan disebabkan oleh air rob laut yang terjadi setiap bulan pada saat bulan purnama. Banjir relatif lama dikarenakan buruknya drainase dan permukaan yang relatif rendah dibandingkan desa yang lain.
Selain itu, kesadaran masyarakat yang rendah, antara lain membuang sampah sembarangan, mematikan saluran, mendirikan bangunan di atas saluran. Banjir rob Selasa kemarin tidak terlalu besar karena di wilayah Kroya dan Gabus tidak turun hujan, sehingga kiriman air dari Sungai Ciperawan tidak besar., (KC Online).
loading...
»Share or Like News:
Banjir Rob Masih Berlangsung, Ribuan Rumah Warga Tergenang

