NASIONAL – Harga ikan laut yang melambung tinggi menyusul minimnya tangkapan nelayan karena cuaca buruk tidak menyurutkan warga Bali untuk berbelanja ikan.
seperti di Pasar ikan di Desa Kedonganan Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Pembelian justru meningkat karena warga ingin merayaan perayaan Natal dengan mengolah makanan laut.
Atek Priyono (56), pedagang di pasar ikan Kedonganan menjelaskan, kenaikan harga ikan sudah terjadi sejak sepuluh hari yang lalu. Cuaca ekstrim membuat banyak nelayan tidak melaut sehingga pasokan ikan, udang dan kepiting menjadi berkurang. Pasokan ikan yang minim dan permintaan yang banyak membuat harga ikan merangkak naik.
"Bukan karena mau Natal dan Tahun baru harga ikan itu naik, tapi karena cuaca yang extrim, hingga membuat para nelayan jarang melaut, dan stok ikan pun juga sedikit," ucap Priyono, yang sudah 20 tahun menjadi pedagang di pasar ikan Kedonganan ini, Sabtu (24/12/2016).
Priyono menjelaskan, kenaikan harga mulai Rp 5 ribu hingga Rp20 ribu per kilogramnya.
Seperti ikan Tuna dari Rp 25 ribu naik menjadi Rp 30 ribu per kilogramnya, atau udang dari Rp60 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram. Kenaikan tinggi tercatat pada jenis ikan Jangki dan Kakap putih, dari Rp50 ribu naik menjadi Rp 70 ribu.
"Bahkan ikan Kakap merah naik Rp 20 ribu, dari Rp 70 ribu naik menjadi Rp 90 ribu," kata Priyono.
Sementara Khusup (48), nelayan asal Kendari Sulawesi Tenggara yang sudah menetap di Kedonganan ini mengatakan, gelombang tinggi dan angin kencang membuat nelayan enggan untuk melaut. Kondisi ini membuat nelayan kehilangan penghasilan.
"Akibat angin kencang ini para nelayan juga merugi banyak, dalam satu hari kami bisa mendapat penghasilan Rp 1 juta. tapi sudah 15 hari kami tidak melaut karena cuaca yang tak bisa diprediksi," ucapnya
Khusup menjelaskan, ada ratusan nelayan yang tidak melaut, mulai dari Desa Kelan, Kedonganan dan Jimbaran yang berada dalam satu garis pantai.
"Sementara waktu para nelayan yang tidak bisa melaut, untuk nyambung hidup, banyak yang kerja di proyek-proyek bangunan, karena harus bayar kamar kosan dan buat makan anak istri." tuturnya dengan wajah murung.
TIMESINDONESIA
NASIONAL – Harga ikan laut yang melambung tinggi menyusul minimnya tangkapan nelayan karena cuaca buruk tidak menyurutkan warga Bali untuk berbelanja ikan.seperti di Pasar ikan di Desa Kedonganan Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Pembelian justru meningkat karena warga ingin merayaan perayaan Natal dengan mengolah makanan laut.
Atek Priyono (56), pedagang di pasar ikan Kedonganan menjelaskan, kenaikan harga ikan sudah terjadi sejak sepuluh hari yang lalu. Cuaca ekstrim membuat banyak nelayan tidak melaut sehingga pasokan ikan, udang dan kepiting menjadi berkurang. Pasokan ikan yang minim dan permintaan yang banyak membuat harga ikan merangkak naik.
"Bukan karena mau Natal dan Tahun baru harga ikan itu naik, tapi karena cuaca yang extrim, hingga membuat para nelayan jarang melaut, dan stok ikan pun juga sedikit," ucap Priyono, yang sudah 20 tahun menjadi pedagang di pasar ikan Kedonganan ini, Sabtu (24/12/2016).
Priyono menjelaskan, kenaikan harga mulai Rp 5 ribu hingga Rp20 ribu per kilogramnya.
Seperti ikan Tuna dari Rp 25 ribu naik menjadi Rp 30 ribu per kilogramnya, atau udang dari Rp60 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram. Kenaikan tinggi tercatat pada jenis ikan Jangki dan Kakap putih, dari Rp50 ribu naik menjadi Rp 70 ribu.
"Bahkan ikan Kakap merah naik Rp 20 ribu, dari Rp 70 ribu naik menjadi Rp 90 ribu," kata Priyono.
Sementara Khusup (48), nelayan asal Kendari Sulawesi Tenggara yang sudah menetap di Kedonganan ini mengatakan, gelombang tinggi dan angin kencang membuat nelayan enggan untuk melaut. Kondisi ini membuat nelayan kehilangan penghasilan.
"Akibat angin kencang ini para nelayan juga merugi banyak, dalam satu hari kami bisa mendapat penghasilan Rp 1 juta. tapi sudah 15 hari kami tidak melaut karena cuaca yang tak bisa diprediksi," ucapnya
Khusup menjelaskan, ada ratusan nelayan yang tidak melaut, mulai dari Desa Kelan, Kedonganan dan Jimbaran yang berada dalam satu garis pantai.
"Sementara waktu para nelayan yang tidak bisa melaut, untuk nyambung hidup, banyak yang kerja di proyek-proyek bangunan, karena harus bayar kamar kosan dan buat makan anak istri." tuturnya dengan wajah murung.
TIMESINDONESIA
Redaksi 22:15:00 NJW Magz Bandung Indonesia
Akibat Nelayan Libur Melaut, Harga Ikan Melambung Tinggi
Posted by Admin Sunday, 25 December 2016
loading...
»Share or Like News:
Akibat Nelayan Libur Melaut, Harga Ikan Melambung Tinggi
Previous
Newer PostNext
Older Post
RADIO SONG FM INDRAMAYU
Updated at:
22:15:00
