Home
»
Posts filed under
Cirebon
CIREBON - Anggota komisi Pertanian dan Perikanan DPR RI (Komisi IV), Ono Surono ST menegaskan, para petani dan nelayan dihimbau jangan ikut-ikutan berdemo ke Jakarta pada 2 Desember nanti, pasalnya isu agama sangat sensitif dan bisa berpotensi memecah belah keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Diungkapkan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika) anggota MPR/DPR Komisi IV, Ono Surono ST, di Gedung NU Centre PCNU kabupaten Cirebon yang beralamat di Jl. Dewi Sartika, Sumber, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (27/11/16).
"Para nelayan dan petani dimohon jangan ikut demo ke Jakarta dan jangan terpancing dengan isu agama. Karena isu agama sangat sensitif dan bisa memecah belah keutuhan NKRI. Masih ada yang lebih penting dari isu ini, yakni berjihad untuk meningkatkan kesejahteraan sebagai nelayan dan petani," ujar anggota DPR dari Dapil Jabar 8 (Indramayu-Cirebon) fraksi PDI Perjuangan ini.
Ono menjelaskan, sejak pendirian bangsa Indonesia, para pendiri bangsa sudah menerapkan sikap toleransi yang tinggi, isu penistaan agama yang saat ini sedang ramai dibicarakan adalah sebenarnya isu kecil yang mestinya tidak diperbesar. Namun ia menegaskan, menjadi ramainya isu tersebut karena adanya kepentingan tertentu yang mencoba memanfaatkan.
"Sekarang kita tahu saat ini Indonesia sedang diguncang keutuhannya melalui isu agama yang ditunggangi kepentingan politik," tegasnya.
Menurutnya, dugaan penistaan agama yang dituduhkan ke Ahok sebenarnya hanya dibesar-besarkan saja, karena kebetulan berbarengan dengan Pilkada Jakarta. Alhasil, kata Ono, isu ini makin meluas dan banyak pihak yang memanfaatkan untuk tujuan tertentu dan bahkan bisa mengancam keutuhan NKRI.
"Ahok bagi mereka (lawan politik, -red.) hanya bisa dilawan dengan kasus agama. Rupanya lawan Ahok sudah kehilangan isu terkait isu-isu populis di masyarakat. Karena Ahok sendiri sudah bekerja dan menjawab semua persoalan warga Jakarta," terang Ono.
Ia menambahkan, isu agama bukan hanya sekedar untuk Ahok semata, namun disinyalir ada tujuan lain yang sangat membahayakan Indonesia, seperti yang terjadi di Timur Tengah.
"Indonesia rupanya akan dijadikan seperti di Timur Tengah, seperti di Suriah, Mesir, dan lainnya. Maka warga lah yang menjadi penentu tentang keutuhan NKRI," tandasnya
Anonymous 09:10:00 NJW Magz Bandung Indonesia
Diungkapkan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika) anggota MPR/DPR Komisi IV, Ono Surono ST, di Gedung NU Centre PCNU kabupaten Cirebon yang beralamat di Jl. Dewi Sartika, Sumber, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (27/11/16)."Para nelayan dan petani dimohon jangan ikut demo ke Jakarta dan jangan terpancing dengan isu agama. Karena isu agama sangat sensitif dan bisa memecah belah keutuhan NKRI. Masih ada yang lebih penting dari isu ini, yakni berjihad untuk meningkatkan kesejahteraan sebagai nelayan dan petani," ujar anggota DPR dari Dapil Jabar 8 (Indramayu-Cirebon) fraksi PDI Perjuangan ini.
Ono menjelaskan, sejak pendirian bangsa Indonesia, para pendiri bangsa sudah menerapkan sikap toleransi yang tinggi, isu penistaan agama yang saat ini sedang ramai dibicarakan adalah sebenarnya isu kecil yang mestinya tidak diperbesar. Namun ia menegaskan, menjadi ramainya isu tersebut karena adanya kepentingan tertentu yang mencoba memanfaatkan.
"Sekarang kita tahu saat ini Indonesia sedang diguncang keutuhannya melalui isu agama yang ditunggangi kepentingan politik," tegasnya.
Menurutnya, dugaan penistaan agama yang dituduhkan ke Ahok sebenarnya hanya dibesar-besarkan saja, karena kebetulan berbarengan dengan Pilkada Jakarta. Alhasil, kata Ono, isu ini makin meluas dan banyak pihak yang memanfaatkan untuk tujuan tertentu dan bahkan bisa mengancam keutuhan NKRI.
"Ahok bagi mereka (lawan politik, -red.) hanya bisa dilawan dengan kasus agama. Rupanya lawan Ahok sudah kehilangan isu terkait isu-isu populis di masyarakat. Karena Ahok sendiri sudah bekerja dan menjawab semua persoalan warga Jakarta," terang Ono.
Ia menambahkan, isu agama bukan hanya sekedar untuk Ahok semata, namun disinyalir ada tujuan lain yang sangat membahayakan Indonesia, seperti yang terjadi di Timur Tengah.
"Indonesia rupanya akan dijadikan seperti di Timur Tengah, seperti di Suriah, Mesir, dan lainnya. Maka warga lah yang menjadi penentu tentang keutuhan NKRI," tandasnya
Anonymous 09:10:00 NJW Magz Bandung Indonesia
Ono Surono Himbau Nelayan dan Petani Tak Ikut-Ikutan Demo 212
Posted by Admin Wednesday, 30 November 2016
RADIO SONG FM INDRAMAYU
Updated at:
09:10:00
CIREBON - PT KAI Daop 3 tidak bisa memastikan rombongan pengunjuk rasa 2 Desember 2016 yang akan bertolak ke Jakarta dengan menggunakan kereta api sebagai alat transportasi. Namun, hingga H-2, volume penumpang kereta masih terbilang normal.
"Hingga saat ini, volume penumpang masih dalam keadaan normal belum ada tanda-tanda peningkatan volume penumpang," ungkap Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 3 Cirebon, Krisbiyantoro, Selasa (29/11/2016).
Krisbiyantoro menegaskan, pihaknya tidak bisa melarang pengunjuk rasa yang akan menggunakan alat transportasi kereta api. Pasalnya, hal tersebut sulit untuk diprediksi penumpang mana yang merupakan rombongan pedemo.
"Mengacu pada sistem pembelian tiket yang online, channel external, maka kita tidak bisa membatasi hal itu," ujarnya. (okezone/SFM) Anonymous 09:06:00 NJW Magz Bandung Indonesia
"Hingga saat ini, volume penumpang masih dalam keadaan normal belum ada tanda-tanda peningkatan volume penumpang," ungkap Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 3 Cirebon, Krisbiyantoro, Selasa (29/11/2016).
Krisbiyantoro menegaskan, pihaknya tidak bisa melarang pengunjuk rasa yang akan menggunakan alat transportasi kereta api. Pasalnya, hal tersebut sulit untuk diprediksi penumpang mana yang merupakan rombongan pedemo.
"Mengacu pada sistem pembelian tiket yang online, channel external, maka kita tidak bisa membatasi hal itu," ujarnya. (okezone/SFM) Anonymous 09:06:00 NJW Magz Bandung Indonesia
Jelang Demo 2 Desember, Volume Penumpang KAI Daop 3 Masih Normal
RADIO SONG FM INDRAMAYU
Updated at:
09:06:00
CIREBON - Sebanyak puluhan personil gabungan terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP, dibantu jajaran TNI/POLRI membongkar lapak pedagang kaki lima (PKL) tanpa memiliki izin dari RT/RW setempat di jalan Dharsono sebelah Gedung Pusdiklatpri Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Senin (28/11).
Kasatpol PP Kota Cirebon, Andi Armawan mengatakan, totalnya ada sekitar 40 personil untuk membongkar lapak yang sudah dipetakkan di jalan Dharsono.
“Kita fokuskan pembongkaran di jalan Dharsono dulu, termasuk nantinya akan kita bongkar para pedagang di depan RSUD Gunungjati. Tapi sebelumnya kita lakukan imbauan terlebuh dahulu agar mereka (PKL) mengosongkan kawasan tersebut, setelah itu baru kita lakukan pembongkaran,” ungkap Andi kepada “FC” disela-sela pembongkaran.
Ia menginginkan, para pedagang di kawasan ini segera dibongkar, akan tetapi dalam pelaksanaan pembongkaran, kata dia, harus sesuai dengan aturan. Artinya Satpol PP selaku penegak perda bisa segera membongkar ketika ada pelanggaran dari para PKL tersebut.
“Sebetulnya kan ada dinas teknis yang lebih paham. Mereka bisa melihat ruang (kawasan Dharsono) itu telah melanggar karena lahan yang digunakan itu miliki jalan,” tegasnya.
Dirinya juga menunjukkan lokasi pembokaran tersebut sudah dipetak-petakkan, sehingga diduga ada indikasi jual-beli untuk menguasai lahan ini.
“Kita coba usulkan dari pak RT/RW, tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar untuk pembuatan taman. Karena mereka menginginkan agar kawasan ini seperti dulu lagi, yaitu hijau,” tutur Andi.
Sementara itu, Ketua RT 07/RW 03 Kelurahan dan Kecamatan Kesambi Kota Cirebon, Sukardi menyampaikan, tanah yang digunakan oleh para pedagang itu sebetulnya telah merusak pemandangan. Pasalnya, jalan Dharsono ini digunakan sebagai jalur alternatif.
“Tadinya ada satu, kemudian merembet menjadi banyak, dan ga tahu asalnya dari mana, tiba-tiba sudah mendirikan saja bangunan untuk berjualan,” imbuhnya.
Fajarnews Anonymous 11:34:00 NJW Magz Bandung Indonesia
Kasatpol PP Kota Cirebon, Andi Armawan mengatakan, totalnya ada sekitar 40 personil untuk membongkar lapak yang sudah dipetakkan di jalan Dharsono.
“Kita fokuskan pembongkaran di jalan Dharsono dulu, termasuk nantinya akan kita bongkar para pedagang di depan RSUD Gunungjati. Tapi sebelumnya kita lakukan imbauan terlebuh dahulu agar mereka (PKL) mengosongkan kawasan tersebut, setelah itu baru kita lakukan pembongkaran,” ungkap Andi kepada “FC” disela-sela pembongkaran.
Ia menginginkan, para pedagang di kawasan ini segera dibongkar, akan tetapi dalam pelaksanaan pembongkaran, kata dia, harus sesuai dengan aturan. Artinya Satpol PP selaku penegak perda bisa segera membongkar ketika ada pelanggaran dari para PKL tersebut.
“Sebetulnya kan ada dinas teknis yang lebih paham. Mereka bisa melihat ruang (kawasan Dharsono) itu telah melanggar karena lahan yang digunakan itu miliki jalan,” tegasnya.
Dirinya juga menunjukkan lokasi pembokaran tersebut sudah dipetak-petakkan, sehingga diduga ada indikasi jual-beli untuk menguasai lahan ini.
“Kita coba usulkan dari pak RT/RW, tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar untuk pembuatan taman. Karena mereka menginginkan agar kawasan ini seperti dulu lagi, yaitu hijau,” tutur Andi.
Sementara itu, Ketua RT 07/RW 03 Kelurahan dan Kecamatan Kesambi Kota Cirebon, Sukardi menyampaikan, tanah yang digunakan oleh para pedagang itu sebetulnya telah merusak pemandangan. Pasalnya, jalan Dharsono ini digunakan sebagai jalur alternatif.
“Tadinya ada satu, kemudian merembet menjadi banyak, dan ga tahu asalnya dari mana, tiba-tiba sudah mendirikan saja bangunan untuk berjualan,” imbuhnya.
Fajarnews Anonymous 11:34:00 NJW Magz Bandung Indonesia
Satpol PP Dibantu TNI/POLRI Bongkar Lapak di Jalan Dharsono Cirebon
Posted by Admin Tuesday, 29 November 2016
RADIO SONG FM INDRAMAYU
Updated at:
11:34:00


