Home
»
Unlabelled
»
Ini Yang Menyebabkan Nelayan indramayu Turun Jalan
Terkait tentang pemberhentian dan
larangan bagi kapal nelayan 30 Gross Ton(GT) keatas untuk menggunakan
Bahan Bakar Minyak(BBM) jenis Solar bersubsidi,
Sebagaiman sebelumnya
diberitakan, hal tersebut menuai penolakan keras dari para nelayan di
Indramayu pada rapat pengurus di Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina
sumitra, Jum'at 31/1 kemarin.sebagaimana disampaikan Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH
Migas) Adi Subagyo menyatakan,
modal transportasi sektor komersial
seperti kapal laut, kapal nelayan skala besar, kendaraan alat berat,
truk tambang dan industri, serta kereta api barang akan dilarang memakai
BBM subsidi.
Saat ini,
sesuai Perpres No 9 Tahun 2006, kapal berbendera nasional
dengan trayek dalam negeri, nelayan yang menggunakan kapal di atas 30
gross ton (GT), dan seluruh transportasi darat boleh memakai solar
bersubsidi.
Pelarangan pemakaian BBM subsidi bagi kendaraan pribadi, menurut Adi,
masih ada dua opsi yang dibahas, yakni berlaku ke semua kendaraan
pribadi atau kendaraan dengan produksi di atas tahun 2005.
Kalau diterapkan pada semua moda transportasi termasuk mobil pribadi,
maka penghematan memerlukan alat bisa berupa kartu pintar (smart card)
atau stiker.
Namun, kalau hanya berlaku bagi moda transportasi komersial, maka bisa
langsung diterapkan dan tidak memerlukan smart card.
BPH Migas memperkirakan, kalau hanya berlaku pada moda komersial, tanpa
kendaraan pribadi, maka pengurangan pemakaian BBM subsidi bisa mencapai
empat juta kiloliter.
Penghematan BBM subsidi itu akan dituangkan dalam peraturan presiden
sebagai revisi Perpres No 55 Tahun 2005 yang telah diubah menjadi No 9
Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Perpres No 55 Tahun 2005 tentang Harga
Jual Eceran BBM Dalam Negeri.
akibat peraturan tersebut
yang dinilai memberatkan para nelayan hingga berdampak pada
kebangkrutan, maka perwakilan nelayan bersama ketua KPL Mina sumitra
sekaligus ketua HNSI Provinsi Jawa barat Ono surono dan lainnya
berencana akan segera menuju ke Jakarta terkait penolakan atas kebijakan
tersebut.
Redaksi
07:44:00
NJW Magz
Bandung Indonesia
Ini Yang Menyebabkan Nelayan indramayu Turun Jalan
Terkait tentang pemberhentian dan
larangan bagi kapal nelayan 30 Gross Ton(GT) keatas untuk menggunakan
Bahan Bakar Minyak(BBM) jenis Solar bersubsidi,
Sebagaiman sebelumnya
diberitakan, hal tersebut menuai penolakan keras dari para nelayan di
Indramayu pada rapat pengurus di Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina
sumitra, Jum'at 31/1 kemarin.sebagaimana disampaikan Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH
Migas) Adi Subagyo menyatakan,
modal transportasi sektor komersial
seperti kapal laut, kapal nelayan skala besar, kendaraan alat berat,
truk tambang dan industri, serta kereta api barang akan dilarang memakai
BBM subsidi.
Saat ini,
sesuai Perpres No 9 Tahun 2006, kapal berbendera nasional
dengan trayek dalam negeri, nelayan yang menggunakan kapal di atas 30
gross ton (GT), dan seluruh transportasi darat boleh memakai solar
bersubsidi.
Pelarangan pemakaian BBM subsidi bagi kendaraan pribadi, menurut Adi,
masih ada dua opsi yang dibahas, yakni berlaku ke semua kendaraan
pribadi atau kendaraan dengan produksi di atas tahun 2005.
Kalau diterapkan pada semua moda transportasi termasuk mobil pribadi,
maka penghematan memerlukan alat bisa berupa kartu pintar (smart card)
atau stiker.
Namun, kalau hanya berlaku bagi moda transportasi komersial, maka bisa
langsung diterapkan dan tidak memerlukan smart card.
BPH Migas memperkirakan, kalau hanya berlaku pada moda komersial, tanpa
kendaraan pribadi, maka pengurangan pemakaian BBM subsidi bisa mencapai
empat juta kiloliter.
Penghematan BBM subsidi itu akan dituangkan dalam peraturan presiden
sebagai revisi Perpres No 55 Tahun 2005 yang telah diubah menjadi No 9
Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Perpres No 55 Tahun 2005 tentang Harga
Jual Eceran BBM Dalam Negeri.
akibat peraturan tersebut
yang dinilai memberatkan para nelayan hingga berdampak pada
kebangkrutan, maka perwakilan nelayan bersama ketua KPL Mina sumitra
sekaligus ketua HNSI Provinsi Jawa barat Ono surono dan lainnya
berencana akan segera menuju ke Jakarta terkait penolakan atas kebijakan
tersebut.
loading...
»Share or Like News:
Ini Yang Menyebabkan Nelayan indramayu Turun Jalan
↑