Polres Subang Terus Pantau Distribusi Gas Elpiji

Posted by Admin Friday, 10 January 2014

SUBANG, .- Tim yang dibentuk Polres Subang masih terus mematau perkembangan distribusi gas di lapangan guna menekan terjadinya penyimpangan.
Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan diterapkannya kenaikan harga gas elpiji 12 kg, sehingga diduga banyak yang bermigrasi ke gas 3 kg.

Kapolres Subang, Chiko Ardwiatto, Kamis (9/1/2014) mengatakan tim pemantau dari anggotanya merupakan gabungan dari berbagai fungsi, berjumlah delapan orang. Mereka terus memantau perkembangan distribusi dan ketersediaan gas elpiji baik tabung tiga kilo gram maupun 12 kilo gram.
"Pantauan dilapangan masih terus kami lakukan, fokusnya penimbunan, kelangkaan dan pengurangan isi tabung gas," ujarnya.
Dia mengatakan dari distribusi gas mulai SPBE, Agen, hingga pangkalan masih terbilang lancar. Namu perkembangan harga ditingkat eceran masih bervariasi, dan terbilang mahal. Oleh karena itu pihaknya masih melakukan pendalaman terkait masih mahalnya harga eceran gas elpiji tersebut.
Dia menegaskan apabila ditemukan ada bukti terjadinya penyimpangan, pihaknya akan menindak tegas pelakunya. Oleh karena itu pihaknya mengharapkan bantuan masyarakat untuk segera melaporkan bila menemukan adanya penyimpangan. "Laporan masyarakat pasti kami tindak lanjut," tegasnya.
Sementara itu harga gas elpiji 3 kilo gram di tingkat pengecer Kabupaten Subang masih tinggi, dan ada yang menembus Rp 25 ribu per tabung. Itu terjadi pasca kenaikan dan penurunan kembali gas elpiji tabung 12 kilo gram.
Selain harganya mahal, gas elpiji 3 kg juga masih susah didapatkan di pasaran, diduga dampak terjadinya migrasi dari pemakai gas 12 kilo gram ke 3 kilogram.
Seorang warga Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Romli, mengatakan akibat susah didapat harga gas 3 kg menjadi mahal. "Kalau ada stoknya di kampung kami harganya mahal bisa sampai Rp 25 ribu, sedangkan di kota Subang, saya pernah beli Rp 20 ribu," tuturnya.
Pemilik pangkalan elpiji tiga kilo gram di Dawuan Kaler, Asep, mengaku, pasca kenaikan dan penurunan gas elpiji 12 kilo gram, pembelian gas 3 kilo gram naik 200 persen. "Begitu ada kiriman, gas 3 kilogram cepat habisnya," ujar Asep.
Ia mengaku menjualnya sesuai HET yang telah ditentukan yaitu Rp 14.400 per tabung. Namun pasokan dari agen ke pangkalan saat ini seret. Sebab dalam kontrak seharusnya setiap hari mendapat kiriman 150 tabung, kenyataannya hanya 50 tabung.
Ketua DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Kabupaten Subang, Heri Pratikto, mengaku belum menerima laporan terkait melambungnya harga elpiji tiga kilogram. "Nanti kami cek, kalau terbukti ada agen dan pangkalan yang nakal pasti ditindak tegas," ujarnya.
Heri memastikan pasokan elpiji tiga kilo gram untuk memenuhi kebutuhan warga di Subang aman. Apalagi bulan ini sudah ada tambahan kuota gas 3 kilogram sebanyak 10 ribu tabung untuk 22 agen dengan HET Rp14.400.
"Harga gas tabung 12 kilo gram per 1 Januari naik menjadi Rp 114 ribu per tabung, kemudian diturunkan lagi oleh Pertamina, di wilayah Subang HET-nya telah ditetapkan jadi Rp 91.600 per tabung. Untuk tingkat pengecer ada toleransi harga hingga Rp 100 ribu," ujarnya.(pr/red)

loading...
»Share or Like News: Polres Subang Terus Pantau Distribusi Gas Elpiji
RADIO SONG FM INDRAMAYU Updated at: 08:00:00

GUMIWANG KOMUNIKA INDRAMAYU

VIDEO KABAR ARTIS

VIDEO LAGU BARU SONG FM

INFO GEMPA KLIK DIBAWAH