Sebuah studi terbaru yang dilakukan di Virginia Tech Transportation
Institute (VTTI) menyatakan bahwa menulis pesan singkat di handphone
seperti SMS atau memencet nomor telepon saat
mengemudi mengundang risiko
kecelakaan yang lebih tinggi, khususnya untuk pengemudi berusia muda.
Namun studi tersebut menyatakan bahwa menelpon saat mengemudi justru
tidak berbahaya.
Studi tersebut menggarisbawahi bahwa selama pengemudi melakukan
aktivitas apapun asalkan pandangannya fokus pada jalan maka tidak akan
berbahaya. Sebaliknya jika pengemudi mengalihkan pandangannya untuk
mencari handphone-nya, memencet nomor telepon, atau menulis pesan
singkat maka sangat berbahaya.
Studi yang dilakukan di VTTI melibatkan 109 remaja berusia 20 tahun
dan 42 remaja yang baru saja mendapatkan Surat Ijin Mengemudi. Studi ini
menggunakan sejumlah peralatan canggih seperti video camera, Global
Positioning Systems (GPS), lane trackers, sensor pengukur kecepatan dan
akselerasi serta sensor lainnya.
Hasilnya, risiko kecelakaan meningkat tujuh kali lipat saat pengemudi
mencari handphone-nya atau memencet nomor telepon dan empat kali lipat
saat menulis atau membaca pesan singkat. Hasil lainnya menyatakan makan
atau minum sambil mengemudi juga menyebabkan kenaikan risiko kecelakaan.
Di Amerika Serikat, sedikitnya 12 negara bagian melarang penggunaan
telepon saat mengemudi dan 41 melarang ber-SMS-an di belakang kemudi.(BS/red)
Sebuah studi terbaru yang dilakukan di Virginia Tech Transportation
Institute (VTTI) menyatakan bahwa menulis pesan singkat di handphone
seperti SMS atau memencet nomor telepon saat mengemudi mengundang risiko kecelakaan yang lebih tinggi, khususnya untuk pengemudi berusia muda. Namun studi tersebut menyatakan bahwa menelpon saat mengemudi justru tidak berbahaya.
Studi tersebut menggarisbawahi bahwa selama pengemudi melakukan aktivitas apapun asalkan pandangannya fokus pada jalan maka tidak akan berbahaya. Sebaliknya jika pengemudi mengalihkan pandangannya untuk mencari handphone-nya, memencet nomor telepon, atau menulis pesan singkat maka sangat berbahaya.
Studi yang dilakukan di VTTI melibatkan 109 remaja berusia 20 tahun dan 42 remaja yang baru saja mendapatkan Surat Ijin Mengemudi. Studi ini menggunakan sejumlah peralatan canggih seperti video camera, Global Positioning Systems (GPS), lane trackers, sensor pengukur kecepatan dan akselerasi serta sensor lainnya.
Hasilnya, risiko kecelakaan meningkat tujuh kali lipat saat pengemudi mencari handphone-nya atau memencet nomor telepon dan empat kali lipat saat menulis atau membaca pesan singkat. Hasil lainnya menyatakan makan atau minum sambil mengemudi juga menyebabkan kenaikan risiko kecelakaan.
Di Amerika Serikat, sedikitnya 12 negara bagian melarang penggunaan telepon saat mengemudi dan 41 melarang ber-SMS-an di belakang kemudi.(BS/red) Redaksi 22:38:00 NJW Magz Bandung Indonesia
Studi: SMS-an Sambil Mengemudi Memang Berbahaya
Posted by Admin Thursday, 2 January 2014
loading...
»Share or Like News:
Studi: SMS-an Sambil Mengemudi Memang Berbahaya
Previous
Newer PostNext
Older Post
RADIO SONG FM INDRAMAYU
Updated at:
22:38:00
