Terkesan Dadakan, Ini Alasan Pertamina Naikkan Harga Elpiji Biru

Posted by Admin Thursday, 2 January 2014

PT Pertamina terkesan mendadak dalam menaikkan harga elpiji non subsidi untuk ukuran 12 kilogram. Mereka beralasan, hal itu untuk mencegah adanya penimbunan elpiji apabila ada sosialisasi kenaikan elpiji biru.

"Tidak ada sosialisasi kenaikan harga. Sosialisasi itu ibarat pisau bermata dua," kata VP Corporate Communication, Ali Mundakir, kepada wartawan di kantor Pertamina Pusat, Jakrta, Kamis 2 Januari 2013.

Ali menjelaskan, misalnya, sosialisasi dilakukan seminggu sebelumnya, masyarakat akan merasa kebingungan. Sebab, masyarakat tidak bisa berbuat banyak untuk menyetok elpiji.

"Kalau gas masih separuh (separuh kosong), masyarakat tidak bisa beli. Yang ada, malah oknum yang menimbun stok. Ujung-ujungnya, masyarakat yang kesulitan. Masyarakat yang benar-benar habis akan kesulitan (dapatkan elpiji)," kata dia.

Ali melanjutkan, Pertamina melakukan hal seperti itu untuk mencegah penimbunan tersebut. "Kami tidak memberi kesempatan kepada oknum yang ingin menimbun elpiji. Kami ingin menjaga pasokan," ujarnya.

Dia mengatakan, sebelumnya Pertamina berencana menaikkan elpiji pada 2013, sebelum kenaikan BBM bersubsidi. Sebab, ada rencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi, perusahaan pelat merah ini menunda kenaikan bahan bakar elpiji.

Lagipula, menurut Ali, perusahaan pelat merah ini mengacu kepada Peraturan Menteri ESDM No. 26 Tahun 2009 pasal 25 yang menyebutkan bahwa harga jual elpiji 12 kg ditetapkan oleh badan usaha (dalam hal ini Pertamina), dengan mempertimbangkan harga patokan elpiji, kemampuan daya beli konsumen, dan pasokan elpiji.

"Harga gas Aramco US$1.172  per metrik ton. Kalau pakai kurs Rp10 ribu per dolar AS, harganya jadi Rp11.720. Kalau pakai kurs Rp12 ribu, berapa itu harganya? Itu baru bahan baku elpiji. Penjualan elpiji kan, ditambah pajak, marjin agen, filling cost, dan transportasi. Mungkin sekarang di atas Rp15 ribu," kata dia.

Dia menegaskan bahwa apabila perusahaan pelat merah ini tetap menjual dengan harga keekonomian, yaitu berkisar Rp5.850 per kg, Pertamina akan mengalami kerugian cukup besar. "Kalau dengan kondisi ini, kami menjual dengan harga yang lama, potensi kerugian semakin besar dan bisa mengancam keberlangsungan suplai," kata dia.(vv/red)

loading...
»Share or Like News: Terkesan Dadakan, Ini Alasan Pertamina Naikkan Harga Elpiji Biru
RADIO SONG FM INDRAMAYU Updated at: 22:36:00

GUMIWANG KOMUNIKA INDRAMAYU

VIDEO KABAR ARTIS

VIDEO LAGU BARU SONG FM

INFO GEMPA KLIK DIBAWAH