Nelayan Dan Petambak Akan Datangi KKP Jakarta Terkait Bantuan Korban Banjir Belum Turun

Posted by Admin Wednesday, 12 March 2014

INDRAMAYU - Lantaran merasa tidak mendapatkan kejelasan, nelayan dan petambak yang tergabung dalam Front Nelayan Bersatu akan mendatangi kantor Kementrian Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Rabu (12/3/2014).
Kedatangan mereka untuk mempertanyakan turunnya dana bantuan sebesar Rp 3,1 miliar bagi petambak maupun nelayan yang terkena dampak banjir di Indramayu oleh KKP.

Ketua FNB Indramayu, Ono Surono, mengatakan, bantuan sebesar Rp 3,1 miliar yang dijanjikan KKP itu nyatanya tidak pernah turun sampai saat ini. Sementara petambak maupun nelayan sudah banyak yang merugi karena banjir yang melanda Indramayu beberapa waktu lalu.
“Informasi tentang bantuan KKP untuk korban nelayan dan petani pasca banjir itu santer terdengar seminggu terakhir. Bahkan sampai media massa beberapa waktu lalu juga ada pemberitaannya. Akan tetapi, realitanya sampai saat ini masih tidak jelas,” ujarnya, Selasa (11/3/2014).
Mengenai kerugian yang diderita oleh para petambak, dia mengatakan, berdasarkan pencatatan pihaknya, terdapat sekitar 4.989 hektare tambak yang gagal panen akibat banjir. Luasan itu termasuk tambak ikan dan tambak udang.
Dia mengilustrasikan, untuk tambak lele, bila sedang panen, per hektarenya bisa memiliki nilai antara Rp 20-30 juta. Sementara untuk tambak udang, bila sedang panen, per hektarenya bisa memiliki nilai antara Rp 40-60 juta.
“Bila berdasarkan perhitungan itu ditambah dengan jumlah tambak yang gagal panen, kerugian karena gagal panen bisa mencapai ratusan miliar. Oleh sebab itu, di KKP nanti, saya ingin mempertanyakan alokasi Rp 3,1 miliar untuk bantuan nelayan itu untuk apa saja, dan kenapa realisasinya tidak juga jelas,” katanya.
Dia menambahkan, keberangkatan ke KKP juga akan didampingi oleh anggota Komisi B DPRD Indramayu. Hal itu merupakan kesepakatan yang diambil setelah pihaknya melakukan audiensi dengan komisi B beberapa waktu lalu.
“Setelah kami bertemu dengan KKP, langkah selanjutnya, kami juga ingin mendatangi Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Barat soal masalah bantuan bagi petambak setelah terdampak banjir ini,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Indramayu, Muhaemin, mengatakan, sejumlah anggota komisi B sudah berangkat ke Jakarta semenjak Selasa.
Dia merupakan salah satu anggota yang berangkat untuk bertemu dengan pihak KKP. Dia mengatakan, terdapat tiga poin utama yang akan dibahas dalam pertemuan antara KKP dan pihak petambak nanti.
Poin utama yang dibahas adalah soal ucapan Menteri KKP Sharif Cicip Sutarjo yang menyebutkan akan menurunkan dana bantuan Rp 3,1 miliar bagi nelayan dan petambak yang terkena banjir di Indramayu. “Bagaimana implementasinya?” ujarnya.
Selain itu, dia juga mengatakan, pihaknya ingin membahas soal kemungkinan adanya kompensasi gagal panen untuk sektor tambak. Pasalnya, selama ini kompensasi yang sudah berjalan hanyalah untuk sektor pertanian saja, sementara untuk kelautan dan perikanan belum ada.
“Kemudian kami juga ingin membahas soal asuransi kecelakaan laut. Berdasarkan aspirasi yang masuk, para nelayan menginginkan adanya jaminan seperti asuransi ketika mereka pergi melaut. Pasalnya, ada sejumlah cerita mengenai kecelakaan yang seringkali dialami nelayan ketika sedang melaut, seperti tenggelam,” katanya.(PR)

loading...
»Share or Like News: Nelayan Dan Petambak Akan Datangi KKP Jakarta Terkait Bantuan Korban Banjir Belum Turun
RADIO SONG FM INDRAMAYU Updated at: 07:22:00

GUMIWANG KOMUNIKA INDRAMAYU

VIDEO KABAR ARTIS

VIDEO LAGU BARU SONG FM

INFO GEMPA KLIK DIBAWAH