MAJALENGKA, - Dinas Pertanian kabupaten Majalengka optimistis
target produksi padi sebesar 6,3 ton/hektare pada Musim Tanam rendeng
bisa tercapai, meski sekitar 4.000 hektare sawah yang terancam serangan
hama wereng, tikus, dan hama lainnya.
Menurut keterangan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Majalengka H.
Wawan Suwandi disertai Kepala Bidang Tanaman Pangan Nana Supriyana,
target produksi gabah kering giling untuk musim tanam rendeng hanya
sebesar 6,3 ton/hektare sama dengan target produksi Jawa Barat,
sedangkan hasil panen berdasarkan pengecekan ubinan di lahan petani
mencapai 6,4 ton/hektare.
“Ada ribuan hektare lahan yang terancam hama, namun yang terkena
serangan hama dan dianggap tidak menghasilkan gabah totalnya hanya
sekitar 10 hektaran, sehingga produksi gabah di Majalengka masih
mencapai target yang diinginkan,” ungkap Nana.
Total areal tanam sendiri untuk musim rendeng kali ini menurut Nana
mencapai sekitar 46 ribu hektare, dengan target produksi sebanyak 276
ribu ton, itu bila rata-rata produksi gabah setiap hektarnya mencapai 6
ton/hektare. Pada Musim Tanam kedua areal tanam diharapkan masih tetap
seluas 46 ribu hektare, masa tanamnya dipercepat dengan harapan musim
penghujan masih tetap ada.
“Sebagian wilayah masa tanam dipercepat agar bisa tiga kali tanam,
terkecuali di wilayah-wilayah tertentu yang tidak dialiri pengairan
teknis untuk musim tanam ke tiga diganti dengan palawija. Produksi beras
di Majalengka sendiri dari tiga kali musim tanah mengalami surplus
cukup besar,” ungkap Nana.
Menurut Nana kebutuhan gabah untuk Majalengka sendiri hanya sekitar
300 ribu ton/tahun, dan itu bisa dipenuhi dari satu kali musim tanam,
atau skala beras sebanyak 187 ribu ton/tahun.
Tak heran bila selama ini Majalengka menjadi salah satu kabupaten penyangga pangan Jawa Barat.
Menyinggung banyaknya keluhan petani yang mengalami gagal panen
akibat serangan hama patah leher (kacekek beuheung), tikus dan keong
mas, Nana mengakui hal tersebut namun hal itu menurutnya segera diatasi
oleh POPT (Pengendali Organisme Penganggu Tanaman), sehingga hama segera
terkendali.
“Serangan hama banyak tapi tidak berpengaruh banyak pada penurunan
produksi, kalau kami inginnya produksi gabah bisa mencapai 6,4 hingga
6,5 ton/hektar sekarang tercapai hingga 6,4 ton, malah target produksi
sebenarnya hanya 6,3 ton/ha. Jadi hama yang terjadi tidak berpengaruh
besar pada target produksi,” ungklap Nana.//prlm
MAJALENGKA, - Dinas Pertanian kabupaten Majalengka optimistis
target produksi padi sebesar 6,3 ton/hektare pada Musim Tanam rendeng
bisa tercapai, meski sekitar 4.000 hektare sawah yang terancam serangan
hama wereng, tikus, dan hama lainnya.Menurut keterangan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Majalengka H. Wawan Suwandi disertai Kepala Bidang Tanaman Pangan Nana Supriyana, target produksi gabah kering giling untuk musim tanam rendeng hanya sebesar 6,3 ton/hektare sama dengan target produksi Jawa Barat, sedangkan hasil panen berdasarkan pengecekan ubinan di lahan petani mencapai 6,4 ton/hektare.
“Ada ribuan hektare lahan yang terancam hama, namun yang terkena serangan hama dan dianggap tidak menghasilkan gabah totalnya hanya sekitar 10 hektaran, sehingga produksi gabah di Majalengka masih mencapai target yang diinginkan,” ungkap Nana.
Total areal tanam sendiri untuk musim rendeng kali ini menurut Nana mencapai sekitar 46 ribu hektare, dengan target produksi sebanyak 276 ribu ton, itu bila rata-rata produksi gabah setiap hektarnya mencapai 6 ton/hektare. Pada Musim Tanam kedua areal tanam diharapkan masih tetap seluas 46 ribu hektare, masa tanamnya dipercepat dengan harapan musim penghujan masih tetap ada.
“Sebagian wilayah masa tanam dipercepat agar bisa tiga kali tanam, terkecuali di wilayah-wilayah tertentu yang tidak dialiri pengairan teknis untuk musim tanam ke tiga diganti dengan palawija. Produksi beras di Majalengka sendiri dari tiga kali musim tanah mengalami surplus cukup besar,” ungkap Nana.
Menurut Nana kebutuhan gabah untuk Majalengka sendiri hanya sekitar 300 ribu ton/tahun, dan itu bisa dipenuhi dari satu kali musim tanam, atau skala beras sebanyak 187 ribu ton/tahun.
Tak heran bila selama ini Majalengka menjadi salah satu kabupaten penyangga pangan Jawa Barat.
Menyinggung banyaknya keluhan petani yang mengalami gagal panen akibat serangan hama patah leher (kacekek beuheung), tikus dan keong mas, Nana mengakui hal tersebut namun hal itu menurutnya segera diatasi oleh POPT (Pengendali Organisme Penganggu Tanaman), sehingga hama segera terkendali.
“Serangan hama banyak tapi tidak berpengaruh banyak pada penurunan produksi, kalau kami inginnya produksi gabah bisa mencapai 6,4 hingga 6,5 ton/hektar sekarang tercapai hingga 6,4 ton, malah target produksi sebenarnya hanya 6,3 ton/ha. Jadi hama yang terjadi tidak berpengaruh besar pada target produksi,” ungklap Nana.//prlm Redaksi 15:38:00 NJW Magz Bandung Indonesia
Distan Majalengka Optimistis Target Produksi Padi Tercapai
Posted by Admin Tuesday, 15 April 2014
loading...
»Share or Like News:
Distan Majalengka Optimistis Target Produksi Padi Tercapai
Previous
Newer PostNext
Older Post
RADIO SONG FM INDRAMAYU
Updated at:
15:38:00
