BOGOR, - Perdamaian antara Viking dan Jak Mania bisa menjadi contoh untuk suporter sepak bola lainnya di Indonesia yang memang memiliki kisah serupa, namun untuk perdamaiannnya tidak bisa secara langsung.
"Ya harus ada tahapan-tahapan. Jadi tidak langsung jadi. Untuk grasroot juga sangat butuh waktu.Intinya yang pro tetap cinta, kontra juga tetap cinta," tutur Ketua Umum Viking Persib Fans Club, Heru Joko dalam sambutannya di pertemuan perdamaian suporter Persib dan Persija di Mapolres Bogor, Jalan Pemda Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (11/4/2014).
Selain itu, pertikaian Viking dan Jakmania yang tidak hanya kontak fisik saja, dan masuk ke dunia maya, Heru menanggapi hal tersebut.
"Bebaskan saja. Salah tetap salah. Dibilangin juga tetap susah. Siapapun kalau ada yang terlibat tindak pidana, kami percayakan kepada aparat berwajib untuk menanganinya," ucap Heru.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Jak Mania, Larico Ranggamone menegaskan, pada dasarnya seluruh anggota Jak Mania yang berada di wilayah DKI Jakarta dipastikan mengikuti kesepakatan damai dengan Viking. Namun demikian, perlu ada sosialisasi lebih agar anggota Jak Mania yang ada di perbatasan dengan Jawa Barat seperti Karawang, Bekasi dan Bogor bisa ikut menjaga perdamaian.
"Resistensi yang sangat besar adalah di pinggiran tidak hanya di tingkat atas. Kata damai ini harus dikampanyekan dengan menghilangkan slogan-slogan rasis," ucapnya.
Larico berharap dengan begitu anak cucu dari para pendukung ini tak tertular untuk saling membenci, padahal yang berdosa adalah orangtua-orangtua dari mereka sendiri.//prlm
loading...
»Share or Like News:
Perdamaian Pendukung Persib dengan Persija Harus Sampai ke Bawah

