Di sekolah tersebut, dua ruang lainnya berkondisi lapuk karena tidak direnovasi maksimal sejak dibangun pada 1981. Satu ruangan lapuk di antaranya digunakan kegiatan belajar mengajar murid kelas VI. Sedangkan, satu ruangan lapuk lainnya digunakan bersama-sama oleh murid kelas I, kelas II, ruang guru, dan perpustakaan.
Baru dua ruang yang direnovasi kemudian digunakan untuk kelas III dan IV. Karena itu, sebanyak 40 murid kelas V yang dipecah menjadi kelas A dan B belajar di madrasah. Mereka tidak kebagian ruangan kelas di sekolahnya sendiri.
Dua kelas madrasah ini telah digunakan untuk kegiatan belajar mengajar murid kelas V A dan V B selama hampir dua tahun. Dua kelas tanpa sekat tersebut, tuturnya, kerap membuat kondisi belajar murid sangat terganggu. Sebab, kedua guru mengajar masing-masing kelasnya dalam waktu bersamaan.
Murid kelas V, Rian Nurjaman (11), mengatakan sangat tidak nyaman belajar di madrasah tersebut. Dia sering kebingungan dan tidak bisa berkonsentrasi saat gurunya mengajar di depan kelas. Aktivitas belajar mengajar kelas lain di sebelahnya kerap mengganggunya.
Murid kelas V lainnya, Riska (11), berharap pemerintah segera memperbaiki sekolahnya. Dengan demikian, murid kelas V dapat belajar di sekolahnya sendiri. Para murid yang belajar di kelas yang sudah lapuk pun tidak usah lagi khawatir dengan atap yang bocor saat hujan. (Tribunjabar)
loading...
»Share or Like News:
Murid SDN Dayeuhmanggung II Numpang Belajar di Sekolah Lain

