Garut - Warga dua desa di Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat, beramai-ramai membuat rakit sebagai alat untuk menyebrang.
Warga dari Desa Tanjungmulya dan Desa Tanjungjaya ini bergotong royong
membuat rakit untuk menyebrangi Sungai Cikandang yang membelah Kecamatan
Pakenjeng.
Kepala Desa Tanjungmulya
Yusep Kirman mengatakan, aktivitas tersebut terpaksa dilakukan karena
warga bosan menunggu bantuan dari pemerintah.
Menurut Yusep, sarana
penyeberangan sangat diperlukan warga di dua desa itu karena
satu-satunya jembatan penyeberangan, yaitu Jembatan Bokor, putus dan
tidak bisa dilalui pasca banjir bandang pada 14 April 2014 lalu.Menurut
Yusep, setiap harinya Sungai Cikandang selalu diseberangi oleh
sedikitnya 500 warga. Sebelumnya, warga berinisiatif menggunakan ban
dalam kendaraan sebagai sarana penyeberangan. Rakit sendiri dibuat warga
berdasarkan rasa sukarela. Beberapa diantara mereka, merelakan pohon
bambu di kebun untuk disumbangkan sebagai bahan dasar rakit.
Sebelumnya, Jembatan Bokor di Kampung Bokor, Desa Tanjungmulya, terputus
akibat terjangan banjir bandang pada pertengahan April lalu.
Tidak hanya Jembatan Bokor, dua jembatan lainnya, yaitu Jembatan Rawayan Bolang dan Cikoneng juga rusak. (Garutkab)
Garut - Warga dua desa di Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat, beramai-ramai membuat rakit sebagai alat untuk menyebrang.Warga dari Desa Tanjungmulya dan Desa Tanjungjaya ini bergotong royong membuat rakit untuk menyebrangi Sungai Cikandang yang membelah Kecamatan Pakenjeng.
Kepala Desa Tanjungmulya Yusep Kirman mengatakan, aktivitas tersebut terpaksa dilakukan karena warga bosan menunggu bantuan dari pemerintah.
Menurut Yusep, sarana penyeberangan sangat diperlukan warga di dua desa itu karena satu-satunya jembatan penyeberangan, yaitu Jembatan Bokor, putus dan tidak bisa dilalui pasca banjir bandang pada 14 April 2014 lalu.Menurut Yusep, setiap harinya Sungai Cikandang selalu diseberangi oleh sedikitnya 500 warga. Sebelumnya, warga berinisiatif menggunakan ban dalam kendaraan sebagai sarana penyeberangan. Rakit sendiri dibuat warga berdasarkan rasa sukarela. Beberapa diantara mereka, merelakan pohon bambu di kebun untuk disumbangkan sebagai bahan dasar rakit.
Sebelumnya, Jembatan Bokor di Kampung Bokor, Desa Tanjungmulya, terputus akibat terjangan banjir bandang pada pertengahan April lalu.
Tidak hanya Jembatan Bokor, dua jembatan lainnya, yaitu Jembatan Rawayan Bolang dan Cikoneng juga rusak. (Garutkab) Redaksi 07:38:00 NJW Magz Bandung Indonesia
Warga Buat Rakit Karena Jembatan Putus Diterjang Banjir
Posted by Admin Thursday, 15 May 2014
loading...
»Share or Like News:
Warga Buat Rakit Karena Jembatan Putus Diterjang Banjir
Previous
Newer PostNext
Older Post
RADIO SONG FM INDRAMAYU
Updated at:
07:38:00
