Petani Cianjur Dianjurkan Gunakan Pupuk Organik

Posted by Admin Monday, 5 May 2014

CIANJUR,- Penggunaan pupuk organik di Kabupaten Cianjur minim. Pasalnya, Dari sekitar 65.000 ha lahan pertanian di Cianjur, pada 2013 penggunaan pupuk kimia mencapi 48.500 ton. Sedangkan pupuk organik hanya sekitar 2.400 ton.
Demikian data Dinas Pertanian dan Hortikultura Kab. Cianjur. Bahkan, pada kuota pupuk bersubsidi untuk Cianjur tahun ini, meski kuta pupuk kimia berkurang, namun kuoat pupuk organik ditambah. Hal itu untuk mendorong petani menggunakan pupuk organik setidaknya sekali musim dalam satu tahun.
Berdasarkan data Pupuk Kujang Cikampek, kuota kebutuhan pupuk 2014 berkurang dibandingkan tahun sebelumnya.Untuk pupuk jenis urea terjadi penurunan hingga 0,82 persen atau sekitar 6.790 ton, pupuk NPK 0,81 persen atau sekitar 2.947 ton, sedangkan pupuk organik naik hingga 2,10 persen atau sekitar 924 ton.

“Kebutuhan pupuk 2014 untuk urea 31.548 ton, NPK 12.317 ton dan organik 1.767 ton. Pada 2013, kebutuhannya untuk urea 38.248 ton, NPK 15.264 ton dan organik 843 ton. Ini itungan kebutuhan Cianjur, tapi secara globalnya memang terjadi penurunan jumlah kuota dari pusat. Jadi semua daerah, khususnya di Jabar, kuota pupuk berkurang. Namun untuk organik memang sengaja ditambah,” ujar Kepala Dinas Pertanian Cianjur, Yanto Haryanto kepada Wartawan, Minggu (4/5/2014).
Yanto mengatakan, dilihat dari kebutuhan dan serapat dapat diambil kesimpulan penggunaan pupuk organik belum populer. Sebagian besar petani masih menggunakan pupuk kimia, Padahal, kata Yanto, penggunaan pupuk organik bisa juga meningkatkan produktifitas padi mencapai 9 ton per hektare. Sedangkan, secara umum produktifitas padi di Cinajur kini sekitar 5, 3 ton per hektare.
"Apalagi mulai memasuki musim tanam seperti ini. Penggunaan pupuk organik menjadi alternatif petani jika pupuk kimia eceran mahal karena ulah para pengecer pupuk. Untuk wilayah pertanian pasca terjadi bencana seperti banjir, penggunaan pupuk orgaik setidaknya akan mengembalikan hara tanah lebih alami," katanya.
Minimnya penggunaan pupuk organik, kata Yanto, disebabkan karena proses pengembalian hara tanah yang lama dan produktifitas padi untuk penggunaan awal sampai dua kali tanam menurun. "Namun, untuk tanam yang keempat hingga seterusnya bisa mengembalikan hara tanah. Selain itu, padi yang dihasilkan akan lebih banyak dan lebih tahan terhadap serangan hama," katanya.
Dengan jumlah tersebut, Yanto mengatakan penggunaan pupuk organik di seluruh Kab. Cianjur tidak lebih dari 10 persen. Meskipun Dinas Pertanian sudah memberikan secara cuma-cuma pupuk organik tersebut."Susahnya mengubah cara pandang petani saat ini meski dengan intens didampingi oleh penyuluh pertanian untuk menggunakan pupuk organik menjadi salah satu kendala kami sehingga penggunaan pupuk organik masih rendah," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang petani di Kecamatan Karang Tengah, Umar Azis (49) mengakui lebih suka menggunakan pupuk kimia (urea) ketimbang organik, meskipun ia tahu pupuk organik lebih murah."Kondisi cuaca seperti ini kami takut jika sampai dapat panen sedikit. Kalau pakai urea pasti hasil panen banyak. Dalam satu hektare bisa mencapai 6-7 ton gabah," tuturnya.
Umar mengatakan tidak pernah mengetahui penggunaan pupuk kimia yang berlebihan justru akan merusak kondisi tanah hingga membuat unsur hara dalam tanah hilang."Kami tidak pernah mengerti tentang hal itu. Kami bertani seperti biasanya saja. Biasa menggunakan urea ya urea saja," katanya.
Manager Departemen Humas PT Pupuk Kujang Ades Cahya mengatakan sebaiknya para petani untuk tidak berlebihan dalam penggunaan pupuk. Pasalnya, selama ini, petani masih beranggapan bahwa tanaman padi yang sehat adalah memiliki daun hijau. U"ntuk sampai warna hijau tersebut, mereka menggunakan pupukyang banyak. Padahal tidak demikian, justru malah bisa mengundang hama,” katanya.
Ade mengatakan Anjuran resmi dari pemerintah, dalam satu hektare penggunaan urea itu cukup 275 -300 kg. Namun, seringkali petani memupuk dengan 400-450 kg per hekatre. Hal itu, tentu saja akan memakan kebutuhan pupuk yang sudah ditetapkan pemerintah untuk masing-masing daerah.
"Tapi dengan pengurangan kuota pupuk, petani tak perlu khawatir karena kuota pupuk organik justru naik sampai 2 persen. Ini akan menjadipupuk alternatif yang baik buat petani karena penggunaan pupuk organik secara berkala akan mengembalikan unsur hara tanah," tuturnya. (PRLM).

loading...
»Share or Like News: Petani Cianjur Dianjurkan Gunakan Pupuk Organik
RADIO SONG FM INDRAMAYU Updated at: 08:01:00

GUMIWANG KOMUNIKA INDRAMAYU

VIDEO KABAR ARTIS

VIDEO LAGU BARU SONG FM

INFO GEMPA KLIK DIBAWAH