INDRAMAYU,- Dua bus umum bernama Putra Luragung jurusan
Kuningan-Jakarta dibakar massa di jalur Pantai Utara, Desa Eretan Wetan,
Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jumat (30/5/2014). Massa
mengamuk karena salah satu bus tersebut menabrak satu remaja hingga
meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Bus Putra Luragung yang
dikemudikan Kadim (31), warga Malangsari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten
Indramayu, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Cirebon menuju
Jakarta. Saat melintasi jalur pantura di Desa Eretan Wetan, Kecamatan
Kandanghaur, kondisi saat itu sedang macet karena ada perbaikan jalan.
Jalur ke arah Subang hanya bisa dilewati satu kendaraan. Biasanya bisa
dilewati dua kendaraan.
Menghadapi kondisi itu, supir kemudian mengambil jalur yang
berlawanan supaya tidak terjebak macet. Sementara pada waktu bersamaan,
Riyanto (17), warga Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten
Indramayu, hendak menyebrang.
Diduga karena tidak bisa mengendalikan kecepatannya, supir yang
mengemudikan bus akhirnya menabrak Riyanto. Menurut penuturan Wida,
salah seorang warga yang ada di tempat kejadian, korban sampai masuk ke
kolong bus akibat terhantam bus yang melaju cepat itu. "Sampai susah
menarik korban keluar dari kolong bus itu," tuturnya.
Warga yang ada di sekitar lokasi kemudian melakukan pertolongan
terhadap korban. Akan tetapi, pertolongan itu tidak berhasil karena
korban kemudian meninggal di lokasi. Kondisi ini membuat warga geram,
sehingga mengejar sang sopir.
Menurut Camat Kandanghaur, Dudung Indra Ariska, supir dan kenek
sempat diamuk massa. Namun berhasil kabur. Pada akhirnya, bus yang
dikemudikan sopir itu akhirnya yang jadi sasaran amuk warga. Setelah
menurunkan penumpang bus, warga kemudian membakar bus tersebut.
Tidak lama setelah kejadian, datang lagi bus Putra Luragung dari arah
Jakarta menuju Cirebon dengan nopol E 7514 YB. Mobil itu dikemudikan
oleh Agus Kusmadi (53), warga Desa Cileley, Kecamatan Cigugur, Kabupaten
Kuningan.
Awalnya, Agus hendak melihat rekannya, sehingga dia memberhentikan
busnya. Akan tetapi, warga setempat diduga masih kesal, dan tanpa
dikomandoi, mereka juga melakukan pembakaran terhadap mobil tersebut.
"Salah satu penumpang dari bus yang kedua ada yang terkena lemparan, sehingga dibawa ke rumah sakit," kata Dudung.
Untungnya aksi warga yang lebih parah bisa dihentikan setelah pihak
kepolisian datang ke lokasi. Untuk mengamankan situasi, satu pleton
Dalmas dari Polres Indramayu diturunkan agar situasi di lapangan
terkendali.
Selain itu, tak berapa lama juga beberapa unit mobil pemadam
kebakaran datang ke lokasi untuk mematikan kobaran api. Bus yang dibakar
jadinya tidak sampai hangus seluruhnya. Akibat aksi tersebut, jalur
pantura juga diliputi kemacetan panjang. Anggota dalmas pun diturunkan
juga untuk mengurai kemacetan.
Kapolres Indramayu Wahyu Bintono didampingi Kasat Lantas Andry dan
Kanit Laka Sudirso mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman
dengan adanya peristiwa tersebut. Jajarannya pun akan meminta keterangan
dari beberapa saksi saksi guna mengetahui penyebab pastinya kecelakaan
itu.
"Keberadaan pengemudi bus juga akan kami lacak. Dia akan kami minta
keterangan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Selain itu, jajaran
kami membawa korban ke rumah sakit terdekat," katanya.
INDRAMAYU,- Dua bus umum bernama Putra Luragung jurusan
Kuningan-Jakarta dibakar massa di jalur Pantai Utara, Desa Eretan Wetan,
Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jumat (30/5/2014). Massa
mengamuk karena salah satu bus tersebut menabrak satu remaja hingga
meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Bus Putra Luragung yang dikemudikan Kadim (31), warga Malangsari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Cirebon menuju Jakarta. Saat melintasi jalur pantura di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, kondisi saat itu sedang macet karena ada perbaikan jalan. Jalur ke arah Subang hanya bisa dilewati satu kendaraan. Biasanya bisa dilewati dua kendaraan.
Menghadapi kondisi itu, supir kemudian mengambil jalur yang berlawanan supaya tidak terjebak macet. Sementara pada waktu bersamaan, Riyanto (17), warga Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, hendak menyebrang.
Diduga karena tidak bisa mengendalikan kecepatannya, supir yang mengemudikan bus akhirnya menabrak Riyanto. Menurut penuturan Wida, salah seorang warga yang ada di tempat kejadian, korban sampai masuk ke kolong bus akibat terhantam bus yang melaju cepat itu. "Sampai susah menarik korban keluar dari kolong bus itu," tuturnya.
Warga yang ada di sekitar lokasi kemudian melakukan pertolongan terhadap korban. Akan tetapi, pertolongan itu tidak berhasil karena korban kemudian meninggal di lokasi. Kondisi ini membuat warga geram, sehingga mengejar sang sopir.
Menurut Camat Kandanghaur, Dudung Indra Ariska, supir dan kenek sempat diamuk massa. Namun berhasil kabur. Pada akhirnya, bus yang dikemudikan sopir itu akhirnya yang jadi sasaran amuk warga. Setelah menurunkan penumpang bus, warga kemudian membakar bus tersebut.
Tidak lama setelah kejadian, datang lagi bus Putra Luragung dari arah Jakarta menuju Cirebon dengan nopol E 7514 YB. Mobil itu dikemudikan oleh Agus Kusmadi (53), warga Desa Cileley, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.
Awalnya, Agus hendak melihat rekannya, sehingga dia memberhentikan busnya. Akan tetapi, warga setempat diduga masih kesal, dan tanpa dikomandoi, mereka juga melakukan pembakaran terhadap mobil tersebut.
"Salah satu penumpang dari bus yang kedua ada yang terkena lemparan, sehingga dibawa ke rumah sakit," kata Dudung.
Untungnya aksi warga yang lebih parah bisa dihentikan setelah pihak kepolisian datang ke lokasi. Untuk mengamankan situasi, satu pleton Dalmas dari Polres Indramayu diturunkan agar situasi di lapangan terkendali.
Selain itu, tak berapa lama juga beberapa unit mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi untuk mematikan kobaran api. Bus yang dibakar jadinya tidak sampai hangus seluruhnya. Akibat aksi tersebut, jalur pantura juga diliputi kemacetan panjang. Anggota dalmas pun diturunkan juga untuk mengurai kemacetan.
Kapolres Indramayu Wahyu Bintono didampingi Kasat Lantas Andry dan Kanit Laka Sudirso mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman dengan adanya peristiwa tersebut. Jajarannya pun akan meminta keterangan dari beberapa saksi saksi guna mengetahui penyebab pastinya kecelakaan itu.
"Keberadaan pengemudi bus juga akan kami lacak. Dia akan kami minta keterangan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Selain itu, jajaran kami membawa korban ke rumah sakit terdekat," katanya. Redaksi 15:54:00 NJW Magz Bandung Indonesia
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Bus Putra Luragung yang dikemudikan Kadim (31), warga Malangsari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Cirebon menuju Jakarta. Saat melintasi jalur pantura di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, kondisi saat itu sedang macet karena ada perbaikan jalan. Jalur ke arah Subang hanya bisa dilewati satu kendaraan. Biasanya bisa dilewati dua kendaraan.
Menghadapi kondisi itu, supir kemudian mengambil jalur yang berlawanan supaya tidak terjebak macet. Sementara pada waktu bersamaan, Riyanto (17), warga Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, hendak menyebrang.
Diduga karena tidak bisa mengendalikan kecepatannya, supir yang mengemudikan bus akhirnya menabrak Riyanto. Menurut penuturan Wida, salah seorang warga yang ada di tempat kejadian, korban sampai masuk ke kolong bus akibat terhantam bus yang melaju cepat itu. "Sampai susah menarik korban keluar dari kolong bus itu," tuturnya.
Warga yang ada di sekitar lokasi kemudian melakukan pertolongan terhadap korban. Akan tetapi, pertolongan itu tidak berhasil karena korban kemudian meninggal di lokasi. Kondisi ini membuat warga geram, sehingga mengejar sang sopir.
Menurut Camat Kandanghaur, Dudung Indra Ariska, supir dan kenek sempat diamuk massa. Namun berhasil kabur. Pada akhirnya, bus yang dikemudikan sopir itu akhirnya yang jadi sasaran amuk warga. Setelah menurunkan penumpang bus, warga kemudian membakar bus tersebut.
Tidak lama setelah kejadian, datang lagi bus Putra Luragung dari arah Jakarta menuju Cirebon dengan nopol E 7514 YB. Mobil itu dikemudikan oleh Agus Kusmadi (53), warga Desa Cileley, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.
Awalnya, Agus hendak melihat rekannya, sehingga dia memberhentikan busnya. Akan tetapi, warga setempat diduga masih kesal, dan tanpa dikomandoi, mereka juga melakukan pembakaran terhadap mobil tersebut.
"Salah satu penumpang dari bus yang kedua ada yang terkena lemparan, sehingga dibawa ke rumah sakit," kata Dudung.
Untungnya aksi warga yang lebih parah bisa dihentikan setelah pihak kepolisian datang ke lokasi. Untuk mengamankan situasi, satu pleton Dalmas dari Polres Indramayu diturunkan agar situasi di lapangan terkendali.
Selain itu, tak berapa lama juga beberapa unit mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi untuk mematikan kobaran api. Bus yang dibakar jadinya tidak sampai hangus seluruhnya. Akibat aksi tersebut, jalur pantura juga diliputi kemacetan panjang. Anggota dalmas pun diturunkan juga untuk mengurai kemacetan.
Kapolres Indramayu Wahyu Bintono didampingi Kasat Lantas Andry dan Kanit Laka Sudirso mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman dengan adanya peristiwa tersebut. Jajarannya pun akan meminta keterangan dari beberapa saksi saksi guna mengetahui penyebab pastinya kecelakaan itu.
"Keberadaan pengemudi bus juga akan kami lacak. Dia akan kami minta keterangan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Selain itu, jajaran kami membawa korban ke rumah sakit terdekat," katanya. Redaksi 15:54:00 NJW Magz Bandung Indonesia
Tabrak Satu Remaja Hingga meninggal Dunia, Dua Bus Luragung Dibakar Massa
Posted by Admin Saturday, 31 May 2014
loading...
»Share or Like News:
Tabrak Satu Remaja Hingga meninggal Dunia, Dua Bus Luragung Dibakar Massa
Previous
Newer PostNext
Older Post
RADIO SONG FM INDRAMAYU
Updated at:
15:54:00
