CIANJUR, - Sebagian pedagang Pasar Induk Cianjur (PIC) masih menolak untuk direlokasikan. Padahal, kondisi pasar induk yang menjadi pasar darurat pascakebakaran sudah tidak layak digunakan. Apalagi, penggunaan bahu jalan di sepanjang Jalan Suroso sudah mengambil hak para pengguna jalan lain. Sehingga kemacetan hampir tiap hari tidak dapat dihindari.
Dari pantauan "PR" Online, Senin (23/6/2014) sampah sayuran dalam pasar berserakan di beberapa titik. Jalanan becek karena usai diguyur hujan. Belum lagi lapak-lapak pedagang yang tidak tertata secara baik.
Meski masih menjadi favorit para pembeli untuk berbelanja di Pasar Induk, namun pembeli selalu menutup hidungnya setiap berbelanja akibat bau sampah yang busuk yang ada di antara lapak-lapak. "Masih favorit meski harus tutup hidung karena harga kan lebih murah dibanding pasar lain. Apalagi kalau beli banyak," ucap Amih (40) salah seorang pelanggan.
Meski kondisi sudah tidak layak dan tidak sehat, sebagian pedagang mengaku enggan untuk pindah ke Pasar yang sudah disiapkan Pemkab Cianjur, Pasar Pasirhayam, Cilaku. Alasan mereka karena tempat tinggal mereka yang jaraknya dekat. Jadi, kalau harus pindah setidaknya mereka harus mengeluarkan uang trasnportasi setiap hari belum lagi jasa penjagaan kios.
"Kalau disini kebanyakan para pedagangnya rumahnya dekat-dekat. Jadi jalan kaki setiap hari sudah biasa kalau harus pindah jauh lagi kami masih kurang setuju. Pelanggan juga sudah hafal letak kios kami, kalau harus dipindah khawatir kehilangan pelanggan juga," tutur Aan (34), salah seorang pedagang sayur.
Berbeda dengan Aan, Encep (54) , pedagang lainnya yang sudah mendaftarkan diri mengaku setuju untuk relokasi. Namun, ia mengharapkan agar tidak diganggu para calo dan oknum yang memperjualbelikan HGK eperti yang terjadi di Pasar Cibeber.(PRLM).
loading...
»Share or Like News:
Sebagian Pedagang Masih Menolak Relokasi Pasar Induk

