SUMEDANG, - Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kab.
Sumedang bersama tim gabungan dari Satpol PP serta unsur TNI dan Polri,
terus mengintensifkan razia PSK (pekerja seks komersil) dan pasangan
mesumnya di hotel, penginapan serta warung remang-remang (warem).
Selain memberantas praktik kemaksiatan, razia itu pun sekaligus
mencegah eksodus WTS (Wanita Tuna Susila) eks Gang Doli, Surabaya yang
berkeliaran di Sumedang, pascapenutupan lokalisasi terbesar di Indonesia
tersebut.
“Namun, dalam razia sebelumnya, kami tidak menemukan WTS eks Gang
Doli. Hasil razia di wilayah Sumedang kota minggu lalu, PSK yang
terjaring operasi sebagian besar warga lokal Sumedang. Mereka
kebanyakan pemain baru masih ABG (anak baru gede),” kata Kepala
Dinsosnaker Kab. Sumedang, Iwa Kuswaeri di kantornya, Jumat (4/7/2014).
Menurut dia, meski razia minggu lalu tak menemukan WTS eks Gang Doli,
namun operasi tersebut akan terus dilakukan secara kontinyu dan
intensif. Terlebih potensi WTS eks Gang Doli masuk dan berkeliaran ke
Sumedang cukup tinggi, karena Sumedang berbatasan langsung dengan
Bandung. Bandung sendiri, menjadi salah satu daerah tujuan pelarian
para WTS eks Gang Doli, Surabaya. “Oleh karena itu, guna mengantisipasi
penyebaran WTS eks Gang Doli masuk dan berkeliaran ke Sumedang, kami
akan mengintensifkan razia di sejumlah tempat,” kata Iwa.
Ditanya apabila petugas berhasil menjaring WTS eks Gang Doli, Iwa
mengatakan, Dinsosnaker akan berkoordinasi dengan Dinsos Provinsi Jabar
untuk penanganannya. Akan tetapi, kemungkinan besar WTS eks Gang Doli
akan dikirimkan ke panti rehabilitasi di Palimanan, Cirebon. Mereka akan
diberi pembinaan sekaligus keterampilan kerja sehingga mereka bisa
mengais rezeki yang halal. “Jadi, kalau ada WTS eks Gang Doli
terjaring, kemungkinan akan dikirimkan ke panti di Palimanan Cirebon,”
ujarnya.
Iwa menyebutkan, hasil razia PSK di wilayah Kec. Sumedang Selatan dan
Sumedang Utara minggu lalu, terjaring 13 orang PSK dan pasangan
mesumnya, termasuk 1 waria. Mereka ketahuan melakukan mesum di dalam
kamar hotel dan penginapan. Dari 13 orang tersebut, sebagian besar PSK
warga lokal Sumedang dan rata-rata pemain baru berusia remaja. Bagi PSK
luar Sumedang, diberikan peringatan oleh Polres Sumedang. Sementara
warga lokal Sumedang, diberi pengarahan dan pembinaan di kantor
Dinsosnaker agar mereka tidak mengulangi pekerjaan haram tersebut.
“Bagi PSK berusia remaja, kami panggil orang tuanya. Kami minta orang
tuanya untuk menjaga dan membina anaknya supaya tidak mengulangi
perbuatan negatif tersebut. Bahkan semua PSK, pasangan mesum serta
waria, diambil darahnya guna mengecek kemungkinan terjangkit HIV/Aids.
Pengambilan darah oleh petugas Dinkes. Namun sampai sekarang, hasilnya
belum diketahui. Setiap operasi, PSK dan lelaki hidung belang yang
terjaring akan diambil darahnya. Upaya itu guna mengantisipasi
penularan dan peningkatan kasus HIV/Aids di masyarakat,” ujar Iwa.//(PRLM).
SUMEDANG, - Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kab.
Sumedang bersama tim gabungan dari Satpol PP serta unsur TNI dan Polri,
terus mengintensifkan razia PSK (pekerja seks komersil) dan pasangan
mesumnya di hotel, penginapan serta warung remang-remang (warem).
Selain memberantas praktik kemaksiatan, razia itu pun sekaligus
mencegah eksodus WTS (Wanita Tuna Susila) eks Gang Doli, Surabaya yang
berkeliaran di Sumedang, pascapenutupan lokalisasi terbesar di Indonesia
tersebut.“Namun, dalam razia sebelumnya, kami tidak menemukan WTS eks Gang Doli. Hasil razia di wilayah Sumedang kota minggu lalu, PSK yang terjaring operasi sebagian besar warga lokal Sumedang. Mereka kebanyakan pemain baru masih ABG (anak baru gede),” kata Kepala Dinsosnaker Kab. Sumedang, Iwa Kuswaeri di kantornya, Jumat (4/7/2014).
Menurut dia, meski razia minggu lalu tak menemukan WTS eks Gang Doli, namun operasi tersebut akan terus dilakukan secara kontinyu dan intensif. Terlebih potensi WTS eks Gang Doli masuk dan berkeliaran ke Sumedang cukup tinggi, karena Sumedang berbatasan langsung dengan Bandung. Bandung sendiri, menjadi salah satu daerah tujuan pelarian para WTS eks Gang Doli, Surabaya. “Oleh karena itu, guna mengantisipasi penyebaran WTS eks Gang Doli masuk dan berkeliaran ke Sumedang, kami akan mengintensifkan razia di sejumlah tempat,” kata Iwa.
Ditanya apabila petugas berhasil menjaring WTS eks Gang Doli, Iwa mengatakan, Dinsosnaker akan berkoordinasi dengan Dinsos Provinsi Jabar untuk penanganannya. Akan tetapi, kemungkinan besar WTS eks Gang Doli akan dikirimkan ke panti rehabilitasi di Palimanan, Cirebon. Mereka akan diberi pembinaan sekaligus keterampilan kerja sehingga mereka bisa mengais rezeki yang halal. “Jadi, kalau ada WTS eks Gang Doli terjaring, kemungkinan akan dikirimkan ke panti di Palimanan Cirebon,” ujarnya.
Iwa menyebutkan, hasil razia PSK di wilayah Kec. Sumedang Selatan dan Sumedang Utara minggu lalu, terjaring 13 orang PSK dan pasangan mesumnya, termasuk 1 waria. Mereka ketahuan melakukan mesum di dalam kamar hotel dan penginapan. Dari 13 orang tersebut, sebagian besar PSK warga lokal Sumedang dan rata-rata pemain baru berusia remaja. Bagi PSK luar Sumedang, diberikan peringatan oleh Polres Sumedang. Sementara warga lokal Sumedang, diberi pengarahan dan pembinaan di kantor Dinsosnaker agar mereka tidak mengulangi pekerjaan haram tersebut.
“Bagi PSK berusia remaja, kami panggil orang tuanya. Kami minta orang tuanya untuk menjaga dan membina anaknya supaya tidak mengulangi perbuatan negatif tersebut. Bahkan semua PSK, pasangan mesum serta waria, diambil darahnya guna mengecek kemungkinan terjangkit HIV/Aids. Pengambilan darah oleh petugas Dinkes. Namun sampai sekarang, hasilnya belum diketahui. Setiap operasi, PSK dan lelaki hidung belang yang terjaring akan diambil darahnya. Upaya itu guna mengantisipasi penularan dan peningkatan kasus HIV/Aids di masyarakat,” ujar Iwa.//(PRLM). Redaksi 10:39:00 NJW Magz Bandung Indonesia
Tim Gabungan Razia Pasangan Mesum
Posted by Admin Saturday, 5 July 2014
loading...
»Share or Like News:
Tim Gabungan Razia Pasangan Mesum
Previous
Newer PostNext
Older Post
RADIO SONG FM INDRAMAYU
Updated at:
10:39:00
