Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan
(KKP) bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas serta PT Pertamina
sepakat untuk menyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis
solar
untuk nelayan.Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Sjarif Widjaja mengatakan telah ada kesepakatan antara kementerian dengan BPH Migas dan Pertamina untuk solar subsidi sebesar 702.000 kilo liter.
“Pada prinsipnya pemerintah berusaha agar kebutuhan masyarakat terpenuhi. KKP, BPH Migas dan Pertamina telah duduk bersama-sama kira-kira kebutuhan nelayan berapa. Lalu keluarnya angka 702.000 kilo liter,” kata Sjarif Widjaja, kepada wartawan usai menghadiri acara International Conference on Inland Capture Fisheries (ICICF) di Hotel Novotel, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (2/9/2014).
Diyakini kuota solar bersubsidi untuk nelayan mencukupi hingga akhir Desember 2014. Kebutuhan solar adalah 2,7 juta liter per tahun . Tahun lalu, penyerapan solar 1,8 juta dan mencukupi. Selanjutnya solar-solar itu didistribusikan ke sentra nelayan sejak kemarin.
Menurutnya persoalan yang kini dihadapi adalah jalur distribusi dan pengawasan. KKP bersama Pertamina dan BPH Migas akan saling mengawasi sehingga diharapkan distribusi solar tepat sasaran.
“Sekarang yang jadi masalah distribusi dan pemerataan bagi nelayan kecil untuk peroleh akses terhadap BBM tersebut. KKP melakukan pengawasan bersama dengan Pertamina agar penyaluran ini tidak diselewengkan. Kita punya SPDN”.
Diakui selama pembatasan solar bersubsidi, nelayan kesulitan mendapatkan bahan bakar dan akhirnya tidak melaut. Kondisi itu mengakibatkan menurunnya hasil tangkapan dan produksi serta harga ikan menjadi mahal.
“Memang nelayan sempat shock. Pengurangan pasti ada namun kita belum hitung dan masih normal ," tuturnya.
Seperti diketahui, BPH Migas mengeluarkan Surat Edaran mengenai pengendalian konsumsi bahan bakar minyak tertentu. Didalam surat edaran itu, BPH Migas mengurangi jatah solar 20 persen di lembaga penyaluran bahan bakar untuk nelayan. KKP melayangkan protes karena pengurangan dinilai terlalu besar.
Pemangkasan dilakukan untuk menjaga kouta BBM subsidi di APBNP 2014 sebesar 46 juta kilo liter. Diprediksi apabila tidak dikendalikan, maka solar bersubsidi diprediksi akan habis November tahun ini.
loading...
»Share or Like News:
KKP sepakat menyalurkan BBM bersubsidi jenis solar untuk nelayan.

