Minta Uang tak Diberi, Istri Dianiaya HIngga Luka Parah

Posted by Admin Thursday, 2 October 2014

MAJALENGKA - Onah Nurjanah (32) warga Blok Babakan Koda, RT 18/06, Kelurahan Cicurug, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka mengalami luka parah akibat siksaan suaminya sendiri, ES. Sekujur tubuhnya memar, bahkan tubuh bagian bawah melepuh akibat siraman air panas.
Kelopak mata bagian kiri mengalami luka lebam, punggung dan pantat luka lecet dan memar, bagian perut hingga paha melepuh diduga akibat siraman air panas. Dia hampir tak mampu duduk akibat
rasa sakit, bahkan buang air kecil terpaksa menggunakan selang setelah perutnya diinjak-injak. Dia kini menjalani perawatan di ruang Nusa Indah kelas III RSUD Majalengka sejak Selasa (30/9/2014).
Sakit yang diderita Onah diduga dianiaya suaminya ES pada Senin malam. Selama berada di RS dia ditunggui adik dan familinya, sementara suaminya yang juga pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) belum penah menjenguknya.
Menurut pengakuan korban, penganiayaan tersebut dilakukan suaminya pada Senin (29/9/2014) malam, sekitar pukul 24.00 WIB. Penganiayaan berawal saat suaminya meminta uang kepada Onah sebesar 1.500 real untuk hajatan anaknya yang baru berusia 5 tahunan. Sementara uang sebesar 1.500 real tersebut dipinjam orang tua Onah di Blok Cengal, Desa Angrawati, Kecamatan Maja, ketika Onah masih bekerja di Arab.
“Saya pada Sabtu kemarin itu mendatangi ibu di Cengal, menagih karena suami terus marah, namun ibu belum bisa membayar uang tersebut. Begitu pulang dia terus marah-marah,” ungkap Onah.
Hingga puncaknya terjadi pada Senin malam sekitar pukul 20.00 WIB, ketika dirinya berada di rumah Entis dan Nunung, famili dari suaminya, ES memarahi Onah hingga menganiayanya dengan menyeret Onah serta memukulinya. Dia pun tak diperbolehkan pulang ke rumah. Namun sekitar pukul 24.00 WIB Onah pulang ke rumah meski kondisi rumah terkunci.
“Dia kemudian membuka kunci, tapi begitu masuk ke rumah dia membuka pakaian saya hingga nyaris telanjang, setelah itu langsung menyiramkan air panas ke tubuh bagian bawah, menginjak-injak tubuh dana memukuli, saya teriak minta tolong, tapi tak ada yang berani keluar rumah. Saya berlari keluar rumah ngumpet di sela-sela tumpukan bata karena takut,” ungkap Onah.
Saat itu menurutnya tetangga hanya terlihat mengintip dari jendela rumah mereka, tak ada seorangpun yang berani menolongnya karena takut oleh suaminya. Padahal Onah dalam kondisi terluka parah dan telanjang akibat pakaiannya dibuka suaminya.
Onah baru mendapat pertolongan setelah berlari ke rumah salah seorang kerabat suaminya. Dan esoknya tetangganya menghubungi orang tua Onah di Cengal, setelah itu baru dibawa ke rumah sakit.
Penganiayaan yang dilakukan suaminya tersebut menurut Onah telah berlangsung berulang kali, terlebih sepulang bekerja dari Arab pada 16 Juli lalu gara-gara pulang tidak membawa uang banyak. Karena uang gaji selama di Arab sudah dikirim terus menerus kepada suaminya, bahkan seingatnya sudah 30 kali pengiriman. Namun ternyata semua uang tersebut ternyata habis, bahkan alat-alat rumah tangga yang dibeli sebelum ke Arabpun habis dijual.
“Entah dipake apa semua barang habis, ketika pulang malah marah-marah karena tak membawa uang banyak,” kata Onah sambil menangis.
Sepulang dari Arab dia malah bekerja sebagai pembatu rumah tangga di sebuah keluarga di Kelurahan Majalengka Kulon, gaji menjadi pembantu dia pergunakan untuk menghidupi anak dan suaminya. Karena bila tak punya uang suaminya kerap memarahinya.(PRLM).

loading...
»Share or Like News: Minta Uang tak Diberi, Istri Dianiaya HIngga Luka Parah
RADIO SONG FM INDRAMAYU Updated at: 08:21:00

GUMIWANG KOMUNIKA INDRAMAYU

VIDEO KABAR ARTIS

VIDEO LAGU BARU SONG FM

INFO GEMPA KLIK DIBAWAH