INDRAMAYU - Petugas Penyuluh Lapangan
(PPL) yang berstatus PNS akan segera habis di Kabupaten Indramayu. Hal
tersebut dianggap bisa mengancam sektor pertanian Kabupaten Indramayu.
Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian, Warjo mengatakan, sebagai daerah
pertanian yang cukup besar, Kabupaten Indramayu memiliki tenaga PPL PNS sebanyak 125 orang.
Menurutnya, jumlah ini terus berkurang, dan sampai tahun 2018 mendatang, dia memprediksi, PPL PNS akan hanya tersisa 60 orang. Pasalnya, kebanyakan dari PPL PNS ini pensiun.
Dia mengatakan, untuk menutupi kekurangan tenaga PPL itu, terdapat 134 tenaga harian lepas yang diberdayakan sebagai PPL. Jumlah itu pun masih dirasakan kurang.
"Idealnya, sebagai daerah agraris, Kabupaten Indramayu harus memiliki 317 PPL yang disesuaikan dengan desa atau kelurahan," tuturnya, Rabu (29/10/2014).
Selain keterbatasan tenaga PPL, peningkatan kualitas melalui pendidikan dan pelatihan pun masih terdapat kendala. Dia mengakui, aspek pendidikan dan pelatihan PPL di Kabupaten Indramayu masih sangat minim.
"Saat ini keharusan untuk peningkatan kualitas PPL merupakan agenda yang mendesak untuk segera direalisasikan," ujarnya.
Dia menilai, semakin berkurangnya jumlah PPL bisa menjadi ancaman bagi kualitas dan kuantitas produksi hasil pertanian di Indramayu. Menurutnya, potensi pertanian di Indramayu saat ini bisa menyumbangkan pendapatan Rp 2,5 triliun per tahun. Nilai tersebut dengan asumsi target produksi mencapai 1,63 juta ton dan harga jual mencapai 4,5 juta per hektare.
Warjo mengatakan, jumlah tersebut baru dari sektor pertanian. Belum ditambah sektor lainnya, seperti perikanan, hortikultura, kehutanan dan perkebunan. Menurutnya, jumlah pendapatan Kabupaten Indramayu bisa melebihi Rp 2,5 triliun bila semua sektor pertanian dihitung.
"Seharusnya sektor pertanian itu mendapatkan prioritas yang utama. Kabupaten Bogor saja, yang pertaniannya dibawah Indramayu, anggarannya mencapai Rp 45 miliar. Namun, anggaran kami hanya Rp 3 miliar,” katanya.
Bupati Indramayu, Anna Sophanah mengatakan, semakin berkurangnya jumlah PPL di Kabupaten Indramayu menjadi perhatian serius. Dia mengaku, selalu terdapat sejumlah kendala saat mengusulkan formasi PNS untuk tenaga PPL.
"Setiap kali meminta tambahan formasi PNS untuk tenaga PPL, jumlahnya acapkali sangat minim," tuturnya. (Muhammad Ashari/A-89)**(PRLM).
Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian, Warjo mengatakan, sebagai daerah
pertanian yang cukup besar, Kabupaten Indramayu memiliki tenaga PPL PNS sebanyak 125 orang.
Menurutnya, jumlah ini terus berkurang, dan sampai tahun 2018 mendatang, dia memprediksi, PPL PNS akan hanya tersisa 60 orang. Pasalnya, kebanyakan dari PPL PNS ini pensiun.
Dia mengatakan, untuk menutupi kekurangan tenaga PPL itu, terdapat 134 tenaga harian lepas yang diberdayakan sebagai PPL. Jumlah itu pun masih dirasakan kurang.
"Idealnya, sebagai daerah agraris, Kabupaten Indramayu harus memiliki 317 PPL yang disesuaikan dengan desa atau kelurahan," tuturnya, Rabu (29/10/2014).
Selain keterbatasan tenaga PPL, peningkatan kualitas melalui pendidikan dan pelatihan pun masih terdapat kendala. Dia mengakui, aspek pendidikan dan pelatihan PPL di Kabupaten Indramayu masih sangat minim.
"Saat ini keharusan untuk peningkatan kualitas PPL merupakan agenda yang mendesak untuk segera direalisasikan," ujarnya.
Dia menilai, semakin berkurangnya jumlah PPL bisa menjadi ancaman bagi kualitas dan kuantitas produksi hasil pertanian di Indramayu. Menurutnya, potensi pertanian di Indramayu saat ini bisa menyumbangkan pendapatan Rp 2,5 triliun per tahun. Nilai tersebut dengan asumsi target produksi mencapai 1,63 juta ton dan harga jual mencapai 4,5 juta per hektare.
Warjo mengatakan, jumlah tersebut baru dari sektor pertanian. Belum ditambah sektor lainnya, seperti perikanan, hortikultura, kehutanan dan perkebunan. Menurutnya, jumlah pendapatan Kabupaten Indramayu bisa melebihi Rp 2,5 triliun bila semua sektor pertanian dihitung.
"Seharusnya sektor pertanian itu mendapatkan prioritas yang utama. Kabupaten Bogor saja, yang pertaniannya dibawah Indramayu, anggarannya mencapai Rp 45 miliar. Namun, anggaran kami hanya Rp 3 miliar,” katanya.
Bupati Indramayu, Anna Sophanah mengatakan, semakin berkurangnya jumlah PPL di Kabupaten Indramayu menjadi perhatian serius. Dia mengaku, selalu terdapat sejumlah kendala saat mengusulkan formasi PNS untuk tenaga PPL.
"Setiap kali meminta tambahan formasi PNS untuk tenaga PPL, jumlahnya acapkali sangat minim," tuturnya. (Muhammad Ashari/A-89)**(PRLM).
loading...
»Share or Like News:
PPL di Kabupaten Indramayu Akan Segera Habis

