INDRAMAYU - Sejumlah ruas jalan
provinsi di Kabupaten Indramayu akan dianggarkan untuk dilakukan
perbaikan. Pengerjaannya akan mulai dilakukan pada awal tahun 2015.
Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, M Guntoro mengatakan,
perbaikan jalan terutama juga akan dilakukan terhadap ruas jalan di
Kabupaten Indramayu yang terkena proyek Tol Cikampek-Palimanan.
Dia mengatakan, proyek tersebut berdampak terhadap penurunan kualitas
jalan, baik karena langsung terkena proyek atau karena pengaruh hilir
mudiknya kendaraan pengangkut material pengerjaan tol.
"Proyek Tol Cikapali rencananya akan rampung pada Juni 2015. Setelah
proyek itu rampung, kami akan memulai pengerjaan," ujarnya, di sela-sela
Pengukuhan DP Korpri Kabupaten Indramayu Masa Bakti 2014-2019, di
Pendopo Pemkab Indramayu, Kamis (30/10/2014).
Dia menambahkan, selain adanya perbaikan ruas jalan yang dilewati
oleh proyek Tol Cikapali tersebut, pihaknya juga akan melakukan
perbaikan di bagian kedua sisi jalan ruas provinsi yang dilalui oleh
proyek tol.
"Ruas jalan yang mendesak untuk dibenahi ada di daerah-daerah,
seperti Bantar Waru, Cikedung, sampai Terisi. Itu termasuk ruas jalan
yang dilalui oleh proyek Tol Cikapali," kata pria yang juga Ketua DP
Korpri Jawa Barat ini.
Selain jalan provinsi yang dilewati oleh proyek Tol Cikapali, dia
juga mengungkapkan rencana pembenahan jalan provinsi lainnya di
Kabupaten Indramayu. Beberapa di antaranya, seperti Jalan Raya
Gopala-Budur sepanjang 5 kilometer.
Pembenahan itu rencananya akan membutuhkan biaya sekitar Rp 10
miliar. "Pembenahan jalan akan lebih diprioritaskan kepada kepentingan
yang mendesak, seperti Bantarwaru, Cikamurang, dan Cikedung," tuturnya.
Angga, warga Blok Prabon, Desa Bantarwaru, Kecamatan Gantar,
mengatakan, banyak truk tronton yang mengangkut pasir merah untuk
material Tol Cikapali di ruas jalan Cikamurang bagian Sanca-Bantarhuni.
Hal tersebut berkontribusi terhadap semakin cepatnya jalan di daerah
tersebut rusak.
Menurut dia, ritase truk pengangkut material bisa sampai di atas 50
ritase. Oleh sebab itu, dia mengaku tidak heran bila jalan yang ada di
jalur tersebut cepat rusak.
Dia menyebutkan, jalan di daerah tersebut mengalami kerusakan berupa
jalan yang menjadi bergelombang, serta berlubang. "Diameternya bisa
sampai setengah meter, sampai satu meter. Kepanjangannya ada yang sampai
satu kilometer," ujarnya.
Sementara itu, proyek tol tidak hanya berdampak pada penurunan
kualitas jalan eksisting. Pemerhati lingkungan dari Perhimpunan Kelompok
Pelestari Hutan, Susriyanto Joko Widodo menuturkan, pembuangan tanah
yang telah dikupas untuk keperluan pembangunan tol juga kerap berdampak
terhadap lingkungan di sekitarnya.
Pasalnya, banyak dari tanah kupasan tersebut yang dibuang ke
pepohonan muda maupun tua. Dia menyebutkan, tanah kupasan yang dibuang
dan mengganggu tanaman di sekitarnya itu berada di kawasan pembangunan
tol di daerah Bantarwaru, Sanca, serta Cikawung.
"Hal tersebut berpengaruh terhadap pertanian tumpang sari. Bila
dibiarkan bisa menjadi genangan air, dan hal tersebut merusak tanaman,"
tuturnya., (PRLM).
INDRAMAYU - Sejumlah ruas jalan
provinsi di Kabupaten Indramayu akan dianggarkan untuk dilakukan
perbaikan. Pengerjaannya akan mulai dilakukan pada awal tahun 2015.
Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, M Guntoro mengatakan,
perbaikan jalan terutama juga akan dilakukan terhadap ruas jalan di
Kabupaten Indramayu yang terkena proyek Tol Cikampek-Palimanan.
Dia mengatakan, proyek tersebut berdampak terhadap penurunan kualitas jalan, baik karena langsung terkena proyek atau karena pengaruh hilir mudiknya kendaraan pengangkut material pengerjaan tol.
"Proyek Tol Cikapali rencananya akan rampung pada Juni 2015. Setelah proyek itu rampung, kami akan memulai pengerjaan," ujarnya, di sela-sela Pengukuhan DP Korpri Kabupaten Indramayu Masa Bakti 2014-2019, di Pendopo Pemkab Indramayu, Kamis (30/10/2014).
Dia menambahkan, selain adanya perbaikan ruas jalan yang dilewati oleh proyek Tol Cikapali tersebut, pihaknya juga akan melakukan perbaikan di bagian kedua sisi jalan ruas provinsi yang dilalui oleh proyek tol.
"Ruas jalan yang mendesak untuk dibenahi ada di daerah-daerah, seperti Bantar Waru, Cikedung, sampai Terisi. Itu termasuk ruas jalan yang dilalui oleh proyek Tol Cikapali," kata pria yang juga Ketua DP Korpri Jawa Barat ini.
Selain jalan provinsi yang dilewati oleh proyek Tol Cikapali, dia juga mengungkapkan rencana pembenahan jalan provinsi lainnya di Kabupaten Indramayu. Beberapa di antaranya, seperti Jalan Raya Gopala-Budur sepanjang 5 kilometer.
Pembenahan itu rencananya akan membutuhkan biaya sekitar Rp 10 miliar. "Pembenahan jalan akan lebih diprioritaskan kepada kepentingan yang mendesak, seperti Bantarwaru, Cikamurang, dan Cikedung," tuturnya.
Angga, warga Blok Prabon, Desa Bantarwaru, Kecamatan Gantar, mengatakan, banyak truk tronton yang mengangkut pasir merah untuk material Tol Cikapali di ruas jalan Cikamurang bagian Sanca-Bantarhuni. Hal tersebut berkontribusi terhadap semakin cepatnya jalan di daerah tersebut rusak.
Menurut dia, ritase truk pengangkut material bisa sampai di atas 50 ritase. Oleh sebab itu, dia mengaku tidak heran bila jalan yang ada di jalur tersebut cepat rusak.
Dia menyebutkan, jalan di daerah tersebut mengalami kerusakan berupa jalan yang menjadi bergelombang, serta berlubang. "Diameternya bisa sampai setengah meter, sampai satu meter. Kepanjangannya ada yang sampai satu kilometer," ujarnya.
Sementara itu, proyek tol tidak hanya berdampak pada penurunan kualitas jalan eksisting. Pemerhati lingkungan dari Perhimpunan Kelompok Pelestari Hutan, Susriyanto Joko Widodo menuturkan, pembuangan tanah yang telah dikupas untuk keperluan pembangunan tol juga kerap berdampak terhadap lingkungan di sekitarnya.
Pasalnya, banyak dari tanah kupasan tersebut yang dibuang ke pepohonan muda maupun tua. Dia menyebutkan, tanah kupasan yang dibuang dan mengganggu tanaman di sekitarnya itu berada di kawasan pembangunan tol di daerah Bantarwaru, Sanca, serta Cikawung.
"Hal tersebut berpengaruh terhadap pertanian tumpang sari. Bila dibiarkan bisa menjadi genangan air, dan hal tersebut merusak tanaman," tuturnya., (PRLM). Redaksi 15:41:00 NJW Magz Bandung Indonesia
Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, M Guntoro mengatakan,
perbaikan jalan terutama juga akan dilakukan terhadap ruas jalan di
Kabupaten Indramayu yang terkena proyek Tol Cikampek-Palimanan. Dia mengatakan, proyek tersebut berdampak terhadap penurunan kualitas jalan, baik karena langsung terkena proyek atau karena pengaruh hilir mudiknya kendaraan pengangkut material pengerjaan tol.
"Proyek Tol Cikapali rencananya akan rampung pada Juni 2015. Setelah proyek itu rampung, kami akan memulai pengerjaan," ujarnya, di sela-sela Pengukuhan DP Korpri Kabupaten Indramayu Masa Bakti 2014-2019, di Pendopo Pemkab Indramayu, Kamis (30/10/2014).
Dia menambahkan, selain adanya perbaikan ruas jalan yang dilewati oleh proyek Tol Cikapali tersebut, pihaknya juga akan melakukan perbaikan di bagian kedua sisi jalan ruas provinsi yang dilalui oleh proyek tol.
"Ruas jalan yang mendesak untuk dibenahi ada di daerah-daerah, seperti Bantar Waru, Cikedung, sampai Terisi. Itu termasuk ruas jalan yang dilalui oleh proyek Tol Cikapali," kata pria yang juga Ketua DP Korpri Jawa Barat ini.
Selain jalan provinsi yang dilewati oleh proyek Tol Cikapali, dia juga mengungkapkan rencana pembenahan jalan provinsi lainnya di Kabupaten Indramayu. Beberapa di antaranya, seperti Jalan Raya Gopala-Budur sepanjang 5 kilometer.
Pembenahan itu rencananya akan membutuhkan biaya sekitar Rp 10 miliar. "Pembenahan jalan akan lebih diprioritaskan kepada kepentingan yang mendesak, seperti Bantarwaru, Cikamurang, dan Cikedung," tuturnya.
Angga, warga Blok Prabon, Desa Bantarwaru, Kecamatan Gantar, mengatakan, banyak truk tronton yang mengangkut pasir merah untuk material Tol Cikapali di ruas jalan Cikamurang bagian Sanca-Bantarhuni. Hal tersebut berkontribusi terhadap semakin cepatnya jalan di daerah tersebut rusak.
Menurut dia, ritase truk pengangkut material bisa sampai di atas 50 ritase. Oleh sebab itu, dia mengaku tidak heran bila jalan yang ada di jalur tersebut cepat rusak.
Dia menyebutkan, jalan di daerah tersebut mengalami kerusakan berupa jalan yang menjadi bergelombang, serta berlubang. "Diameternya bisa sampai setengah meter, sampai satu meter. Kepanjangannya ada yang sampai satu kilometer," ujarnya.
Sementara itu, proyek tol tidak hanya berdampak pada penurunan kualitas jalan eksisting. Pemerhati lingkungan dari Perhimpunan Kelompok Pelestari Hutan, Susriyanto Joko Widodo menuturkan, pembuangan tanah yang telah dikupas untuk keperluan pembangunan tol juga kerap berdampak terhadap lingkungan di sekitarnya.
Pasalnya, banyak dari tanah kupasan tersebut yang dibuang ke pepohonan muda maupun tua. Dia menyebutkan, tanah kupasan yang dibuang dan mengganggu tanaman di sekitarnya itu berada di kawasan pembangunan tol di daerah Bantarwaru, Sanca, serta Cikawung.
"Hal tersebut berpengaruh terhadap pertanian tumpang sari. Bila dibiarkan bisa menjadi genangan air, dan hal tersebut merusak tanaman," tuturnya., (PRLM). Redaksi 15:41:00 NJW Magz Bandung Indonesia
Proyek Tol Cikapali Membuat Kualitas Jalan Provinsi Menurun
Posted by Admin Friday, 31 October 2014
loading...
»Share or Like News:
Proyek Tol Cikapali Membuat Kualitas Jalan Provinsi Menurun
Previous
Newer PostNext
Older Post
RADIO SONG FM INDRAMAYU
Updated at:
15:41:00
