INDRAMAYU - Pihak Pertamina EP dan RU
VI Balongan memaparkan hasil uji laboratorium internal terhadap ceceran
minyak yang ditemukan di pantai yang termasuk wilayah administrasi 10
desa. Pemaparan itu dilakukan di Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten
Indramayu, Rabu (12/11/2014).
Perwakilan Pertamina RU VI, Agung Darmawan menyebutkan, titik leleh (pour point) ceceran minyak yang ditemukan di sepanjang bibir pantai 10 desa adalah 78 derajat selsius. Sementara titik leleh minyak mentah dari Pertamina RU VI adalah 21 derajat selsius.
Berdasarkan hasil uji lab internal tersebut, dia mengatakan, ceceran minyak itu bukan berasal dari Pertamina RU VI. "Laboratorium kami sudah terakreditasi. Hasilnya menunjukkan seperti demikian," katanya seusai pemaparan.
Dia menambahkan, fasilitas pengolahan minyak Pertamina RU VI selama ini tidak bermasalah. Selain itu, dia mengklaim, pihaknya juga kerap melakukan patroli di laut lepas untuk berjaga-jaga seandainya ada hal-hal yang tidak diinginkan. "Semenjak laporan ceceran minyak, patroli kami perketat," ujarnya.
Sementara itu, Humas Pertamina EP, Kiki Muhammad Rizki menyebutkan, hasil uji laboratorium internal Pertamina EP menunjukkan bahwa titik leleh minyak yang tercecer adalah 73 derajat selsius. Sementara titik leleh minyak yang berasal dari Pertamina EP adalah 24-26 derajat selsius.
"Kami sudah mengambil sampel. Dari hasil pour point, tidak jauh berbeda dengan RU VI. Limbah di bibir pantai itu berbeda dengan yang ada di kami," katanya.
Disinggung mengenai hasil uji laboratorium dari pihak KLH Kabupaten Indramayu, Kepala KLH Kabupaten Indramayu, Tini Kartini mengatakan, pihaknya berencana melakukan uji laboratorium sebagai bahan perbandingan. Namun uji laboratorium tersebut akan dilakukan di Bandung, karena KLH Kabupaten Indramayu tidak memiliki laboratorium internal.
"Kami cukup kesulitan kalau uji pencemaran, karena laboratoriumnya tidak ada. Rencananya akan menguji di Bandung. Perkiraan waktunya mencapai setengah bulan," tuturnya. (, (PRLM).)***
Perwakilan Pertamina RU VI, Agung Darmawan menyebutkan, titik leleh (pour point) ceceran minyak yang ditemukan di sepanjang bibir pantai 10 desa adalah 78 derajat selsius. Sementara titik leleh minyak mentah dari Pertamina RU VI adalah 21 derajat selsius.
Berdasarkan hasil uji lab internal tersebut, dia mengatakan, ceceran minyak itu bukan berasal dari Pertamina RU VI. "Laboratorium kami sudah terakreditasi. Hasilnya menunjukkan seperti demikian," katanya seusai pemaparan.
Dia menambahkan, fasilitas pengolahan minyak Pertamina RU VI selama ini tidak bermasalah. Selain itu, dia mengklaim, pihaknya juga kerap melakukan patroli di laut lepas untuk berjaga-jaga seandainya ada hal-hal yang tidak diinginkan. "Semenjak laporan ceceran minyak, patroli kami perketat," ujarnya.
Sementara itu, Humas Pertamina EP, Kiki Muhammad Rizki menyebutkan, hasil uji laboratorium internal Pertamina EP menunjukkan bahwa titik leleh minyak yang tercecer adalah 73 derajat selsius. Sementara titik leleh minyak yang berasal dari Pertamina EP adalah 24-26 derajat selsius.
"Kami sudah mengambil sampel. Dari hasil pour point, tidak jauh berbeda dengan RU VI. Limbah di bibir pantai itu berbeda dengan yang ada di kami," katanya.
Disinggung mengenai hasil uji laboratorium dari pihak KLH Kabupaten Indramayu, Kepala KLH Kabupaten Indramayu, Tini Kartini mengatakan, pihaknya berencana melakukan uji laboratorium sebagai bahan perbandingan. Namun uji laboratorium tersebut akan dilakukan di Bandung, karena KLH Kabupaten Indramayu tidak memiliki laboratorium internal.
"Kami cukup kesulitan kalau uji pencemaran, karena laboratoriumnya tidak ada. Rencananya akan menguji di Bandung. Perkiraan waktunya mencapai setengah bulan," tuturnya. (, (PRLM).)***
loading...
»Share or Like News:
Ceceran Minyak Bukan Berasal dari Pertamina RU VI

