INDRAMAYU-Tingkat kekeruhan Sungai Cimanuk di Kabupaten Indramayu pada
musim hujan ini tinggi karena pengaruh lumpur yang mengendap. Hal tersebut
berdampak kepada berkurangnya produksi air bersih untuk wilayah Indramayu kota.
Direktur Umum PDAM Tirta Dharma Ayu Kabupaten Indramayu, Endang Effendy
mengatakan, tingkat kekeruhan Sungai Cimanuk pada musim hujan ini mencapai
12.000 NTU (Nephelometric Turbidity Units/satuan kekeruhan air). Padahal, kadar
kekeruhan air yang wajar seharusnya berada di kisaran 2.000 NTU.
Menurutnya, kekeruhan air di Sungai Cimanuk wilayah Kabupaten Indramayu
dipengaruhi oleh kadar lumpur yang meningkat. Musim hujan mengakibatkan banyak
material, baik karena erosi di bantaran sungai, maupun bawaan dari hulu.
Sementara, kedalaman Sungai Cimanuk di wilayah Indramayu pada umumnya dangkal.
"Semua faktor itu menyebabkan pula persediaan air bersih jadi
berkurang. Padahal, sekarang musim hujan. Hal ini juga yang seringkali menjadi
keluhan pelanggan, kenapa di musim hujan, air yang mengucur kecil atau
keruh," ujarnya, Kamis (12/2/2015).
Dia menjelaskan, kapasitas produksi air di PDAM Tirta Dharma Ayu sebesar 875
liter/detik. Dengan adanya tingkat kekeruhan air sebesar 12.000 NTU,
mengakibatkan adanya kandungan lumpur dalam produksi air yang besaran
rata-ratanya 20% atau dengan kata lain, air sebanyak 175 liter/detik terbuang
karena tergantikan lumpur.
Dengan demikian, produksi air yang turun ke pelanggan berkurang menjadi 700
liter/detik. Sementara, kata dia, jumlah pelanggan PDAM sebanyak 87.000
pelanggan.
"Kebutuhan air bersih untuk jumlah pelanggan sebanyak itu idealnya
adalah 870 liter/detik. Sementara dengan adanya kekeruhan air, hanya 700
liter/detik," tuturnya., (PRLM).
INDRAMAYU-Tingkat kekeruhan Sungai Cimanuk di Kabupaten Indramayu pada musim hujan ini tinggi karena pengaruh lumpur yang mengendap. Hal tersebut berdampak kepada berkurangnya produksi air bersih untuk wilayah Indramayu kota.
Direktur Umum PDAM Tirta Dharma Ayu Kabupaten Indramayu, Endang Effendy mengatakan, tingkat kekeruhan Sungai Cimanuk pada musim hujan ini mencapai 12.000 NTU (Nephelometric Turbidity Units/satuan kekeruhan air). Padahal, kadar kekeruhan air yang wajar seharusnya berada di kisaran 2.000 NTU.
Menurutnya, kekeruhan air di Sungai Cimanuk wilayah Kabupaten Indramayu dipengaruhi oleh kadar lumpur yang meningkat. Musim hujan mengakibatkan banyak material, baik karena erosi di bantaran sungai, maupun bawaan dari hulu. Sementara, kedalaman Sungai Cimanuk di wilayah Indramayu pada umumnya dangkal.
"Semua faktor itu menyebabkan pula persediaan air bersih jadi berkurang. Padahal, sekarang musim hujan. Hal ini juga yang seringkali menjadi keluhan pelanggan, kenapa di musim hujan, air yang mengucur kecil atau keruh," ujarnya, Kamis (12/2/2015).
Dia menjelaskan, kapasitas produksi air di PDAM Tirta Dharma Ayu sebesar 875 liter/detik. Dengan adanya tingkat kekeruhan air sebesar 12.000 NTU, mengakibatkan adanya kandungan lumpur dalam produksi air yang besaran rata-ratanya 20% atau dengan kata lain, air sebanyak 175 liter/detik terbuang karena tergantikan lumpur.
Dengan demikian, produksi air yang turun ke pelanggan berkurang menjadi 700 liter/detik. Sementara, kata dia, jumlah pelanggan PDAM sebanyak 87.000 pelanggan.
"Kebutuhan air bersih untuk jumlah pelanggan sebanyak itu idealnya adalah 870 liter/detik. Sementara dengan adanya kekeruhan air, hanya 700 liter/detik," tuturnya., (PRLM).
Redaksi 23:45:00 NJW Magz Bandung Indonesia
Air Bersih Berkurang di Kab. Indramayu
Posted by Admin Thursday, 12 February 2015
loading...
»Share or Like News:
Air Bersih Berkurang di Kab. Indramayu
Previous
Newer PostNext
Older Post
RADIO SONG FM INDRAMAYU
Updated at:
23:45:00
