INDRAMAYU - Jelang hari Natal dan tahun baru 2016, sejumlah harga kebutuhan
pokok naik. Kenaikan ini diakui oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan
Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Indramayu. Bahkan kenaikan harga tersebut
terjadi pengacara di enam pasar tradisional tersebar di Kabupaten Indramayu.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Indramayu,
Maman Kostaman didampingi Kasi Pasar Joni mengatakan, enam pasar tradisionil
itu adalah kebutuhan pasar Indramayu, Karangampel, Jatibarang, Bangkir, Patrol,
dan Haurgeulis yang saat ini mengalami kenaikan.
Menurutnya, untuk
harga beras semula dengan harga Rp.10.000 per kilogram, kini menjadi Rp.10.500
per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada gula pasir Rp.12.000 per kilogram
menjadi Rp. 12.250 per kilogram, minyak goreng Rp.13.100 per kilogram menjadi
Rp.13.125 per kilogram dan tepung terigu Rp. 8.100 per kilogram menjadi Rp.
8.750 per kilogram.
Sedangkan untuk stok
kebutuhan tersebut dipastikan aman. Pasalnya momen natal dan tahun baru tidak
seperti momen hari raya idul fitri.
"Suplaynya biasa
tetapi cukup untuk memenuhi kebutuhan. Karena perayaan natal tidak mayoritas
jadi tidak menghambat, " kata dia Minggu (20/12/2015).
Terhadap kenaikan harga yang signifikan, diktuturkannya, terjadi jika ada hambatan dalam perjalanan. Namun sekarang belum ada hambatan menyusul telah dibangunnya sarana jalan seperti tol cipali. Sementara, untuk kenaikan harga tertinggi ada di Pasar Indramayu disebabkan karena faktor ekonomi masyarakat kota yang dianggap mampu.
Sementara itu, salah seorang pedagang sayuran di pasar Indramayu, Anah (45) mengatakan, kenaikan harga pun terjadi pada berbagai komoditas sayuran yang di antaranya, bawang merah ukuran sedang dari Rp. 16.000 per kilogram menjadi Rp. 25.000 per kilogram, tomat dari Rp. 5.000 per kilogram menjadi Rp. 8.000 per kilogram dan daun bawang dari Rp.10.000 per kilogram menjadi Rp. 16.000 per kilogram. Cabe merah dari Rp. 18.000 per kilogram menjadi Rp. 24.000 per kilogram, cabe hijau dari Rp. 12.000 per kilogram menjadi Rp. 16.000 per kilogram, cabe rawit dari Rp.18.000 per kilogram menjadi Rp. 24.000 per kilogram. Ditambah lagi, kol dari Rp. 8.000 per kilogram menjadi Rp. 10.000 per kilogram, wortel dari Rp. 8.000 per kilogram menjadi Rp. 13.000 per kilogram, kentang dari Rp. 8.000 per kilogram menjadi Rp. 9.000 per kilogram, timun dari Rp. 4.000 per kilogram menjadi Rp. 8.000 per kilogram, labu putih dari Rp 2.500 per kilogram menjadi Rp. 5.000 per kilogram, dan bawang maja dari Rp. 28.000 per kilogram menjadi Rp. 40.000 per kilogram.
Kenaikan harga ini, tutur Anah, sudah terjadi sejak seminggu yang lalu.
Terhadap kenaikan harga yang signifikan, diktuturkannya, terjadi jika ada hambatan dalam perjalanan. Namun sekarang belum ada hambatan menyusul telah dibangunnya sarana jalan seperti tol cipali. Sementara, untuk kenaikan harga tertinggi ada di Pasar Indramayu disebabkan karena faktor ekonomi masyarakat kota yang dianggap mampu.
Sementara itu, salah seorang pedagang sayuran di pasar Indramayu, Anah (45) mengatakan, kenaikan harga pun terjadi pada berbagai komoditas sayuran yang di antaranya, bawang merah ukuran sedang dari Rp. 16.000 per kilogram menjadi Rp. 25.000 per kilogram, tomat dari Rp. 5.000 per kilogram menjadi Rp. 8.000 per kilogram dan daun bawang dari Rp.10.000 per kilogram menjadi Rp. 16.000 per kilogram. Cabe merah dari Rp. 18.000 per kilogram menjadi Rp. 24.000 per kilogram, cabe hijau dari Rp. 12.000 per kilogram menjadi Rp. 16.000 per kilogram, cabe rawit dari Rp.18.000 per kilogram menjadi Rp. 24.000 per kilogram. Ditambah lagi, kol dari Rp. 8.000 per kilogram menjadi Rp. 10.000 per kilogram, wortel dari Rp. 8.000 per kilogram menjadi Rp. 13.000 per kilogram, kentang dari Rp. 8.000 per kilogram menjadi Rp. 9.000 per kilogram, timun dari Rp. 4.000 per kilogram menjadi Rp. 8.000 per kilogram, labu putih dari Rp 2.500 per kilogram menjadi Rp. 5.000 per kilogram, dan bawang maja dari Rp. 28.000 per kilogram menjadi Rp. 40.000 per kilogram.
Kenaikan harga ini, tutur Anah, sudah terjadi sejak seminggu yang lalu.
" Kalau
berdasarkan informasi dari bandar sayuran, kenaikan harga tersebut terjadi
akibat datangnya musim hujan. Sebab, hujan membuat sayuran cepat membusuk
sehingga stoknya menjadi berkurang. Kenaikan harga sayuran juga dipicu jelang
Natal dan Tahun Baru 2016. karena banyaknya permintaan sayuran dari konsumen,
" terang Anah.
loading...
»Share or Like News:
Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Sembako Meroket
